Nasehat Emak Soal Uang
Emak saya bukan penyihir. Tapi kata-katanya bisa menyihir kehidupan saya, kemarin, hari ini dan kelak. Saya pikir setiap emak juga begitu bagi anak-anaknya. Jika itu tidak terjadi, saya pikir itu hanya soal bagaimana memaknainya saja.
Dus! Kali ini emak saya bernasehat perihal uang. Ya, uang. Banyak nasehat yang saya terima perihal benda bernama uang itu. Emak bilang, “Jangan terbiasa dengan uang, tapi juga jangan membiasakan diri tanpa uang,” ujarnya suatu kali di malam yang dingin dengan suara berat. (more…)
Teman Ngeblog
Dulu sekali, entah kekuatan apa yang membuat saya memutuskan untuk ngeblog. Mungkin satu-satunya alasan sederhana adalah, saat itu teman-teman saya sudah saling punya blog. Akhirnya saya pun ngeblog sebelum mereka bertanya, “Apa blog kamu?”
Alasan itu boleh dijadikan senjata ampuh, menyerang saya kalau saat itu cuma ingin ikut tren. Tapi siapa sih yang ingin capek-capek mengatakan itu? Tidak penting juga, bukan? (more…)
Tentang Peminta Sumbangan
Dalam satu minggu, entah berapa banyak para peminta sumbangan datang ke rumah-rumah. Termasuk rumah saya. Mereka datang membawa alasan masing-masing. Mulai pembangunan mushola, masjid, yatim piatu dan lain-lain. Kadangkala, ada rasa sebal karena mereka rutin dan berulang-ulang melakukan hal tersebut. Dilain waktu, ada rasa iba menyelinap. Bagaimana dengan kamu? (more…)
Perilaku Pengiklan di Blog Polanya Sama, Mainstream
BARU BALIK mengikuti FGD Camp 2012 yang dilaksanakan ICT Watch, dua postingan sudah saya serahkan di blog komunitas Kayuhbaimbai. Sekarang, giliran menjatah blog ini. Dalam Sesi Focus Group Discussion (FGD), saat masing-masing group mempresentasikan hasil kerjanya, salah satu kelompok sempat menyampaikan bahwa (maaf kalau salah, saya coba mengembangkannya kembali sesuai penafsiran saya) – bahwa tingginya kecenderungan blogger untuk mendapat jatah iklan dari berbagai vendor, baik secara langsung atau melalui layanan advertiser (pihak ketiga), membuat blogger tidak lagi memerhatikan kualitas konten.
Saya menerima analisa tersebut fifty-fifty. Pikiran tersebut muncul dari sebuah pertanyaan yang saya sendiripun ragu-ragu mengutarakannya. Bukankah saat ini media mainstream sedang ‘perang’ informasi. Artinya, mereka para pemilik media berusaha sebaik mungkin untuk memperjuangkan kualitas konten agar mendapatkan rating yang bagus. Rating bagus berbanding lurus dengan jumlah iklan di dapat. Lantas kenapa blog yang tidak mementingkan kualitas konten justru mendapat iklan? Hayo kenapa? (more…)
Undangan Resepsi Pernikahan atau Undangan Resepsi Perkawinan
Saya tulis catatan ini bukan karena ingin menikah lagi. Ini semua berangkat dari pertanyaan seorang kawan baik. Kawan baik, selalu memberikan pertanyaaan-pertanyaan baik pula. Karena ia baik, saya pun merasa wajib memberikan jawaban sebaik mungkin. Ini tentang undangan pernikahan atau undangan perkawinan.
Manakah yang benar diantara keduanya? Undangan pernikahan atau undangan perkawinan. Loh! Kok gaya pertanyaannya seperti soal-soal di sekolah dasar. Hehehe, saya jamin pertanyaan model begitu tak pernah singgah di kamus para guru di sekolah. Pertanyaan itu justru sering muncul di ruang-ruang desain grafis, industri percetakan dan juga mereka-mereka yang sudah bertemu jodoh lantas ingin menikah.
Jujur, saya bukan orang ahli bahasa. Nilai Bahasa Indonesia di raport pun menunjukkan angka di bawah rata-rata. Untuk menjawab pertanyaan teman tadi, saya cuma mengandalkan logika berpikir ala Albert Einstein.
Dasar Pemikiran Penggunaan “UNDANGAN RESEPSI PERNIKAHAN” (more…)
Membuat Forum di Sub Domain Blogspot Custom Domain
Posting ini merupakan inspirasi ketika seorang kawan berhasrat membuat forum di sub domain Blogspot Custom Domain. Kalau melihat judul tulisan kali ini, memang lumayan ribet untuk dipahami. Sederhananya, kawan tadi memunyai domain TLD. Domain tersebut digunakan sebagai custom domain di blogger. (more…)








Komentar Tulisan