Posts filed under ‘Sajak’

Pernahkah Cintamu Sepanas Ini


pernahkah cintamu sepanas ini;
di atas napas yang mendidih, berdiri
membungkuk menatap bara api
dan air matamu pun sujud di dalamnya?

Salatiga, Januari 2010

22 Februari, 2010 at 9:31 pm 6 komentar

Serakah


ketika bilah bambu menusuk sarang

aku datang seperti doa burung pipit sakit

bukankah hanya buah mangga?

dan : aku segala yang kau runtuh.

*Banjarbaru, juni-juli 2008

31 Juli, 2008 at 9:03 pm 3 komentar

Tips Mengirim Karya Sastra ke Surat Kabar (1)


Tips ini saya berikan bukan berarti menjamin 100% karya sastra Anda akan diterbitkan oleh koran. Tapi bukan berarti Anda tidak memiliki kesempatan untuk itu. Berikut akan saya uraikan hal-hal yang patut diperhatikan sebelum mengirim karya sastra ke surat kabar. Semoga mencerahkan.

Surat Kabar Apa yang Anda Tuju?
Memahami karakter sebuah media sangat penting dilakukan jika karya Anda ingin mendapat peluang diterbitkan oleh media tersebut. Bagaimanapun, tiap-tiap surat kabar memiliki kriteria masing-masing. Jadi, tak ada salahnya mempelajari satu demi satu karya sastra yang terbit di tiap-tiap surat kabar. Bagaimana cara mempelajarinya? Mudah kok. Coba Anda baca karya sastra koran yang dipublikasikan kembali oleh http://www.sriti.com. Lakukanlah riset kecil-kecilan dengan cara memilah surat kabar yang memuatnya. Ambil 10 cerpen atau 10 puisi, bahkan lebih. Sediakan waktu untuk membaca keseluruhan karya sastra tersebut. Dengan cara itu, Anda akan mengetahui kecenderungan masing-masing media surat kabar ketika meloloskan (menerbitkan) sebuah karya sastra di surat kabar mereka. (lebih…)

29 Juli, 2008 at 1:19 pm 16 komentar

kembang jagung


di tengah pematang
di antara liukan daun bambu yang mendesis
seuntai kembang jagung
telah memerah

: ia bilang tak ingin jatuh
meski senja menawarkannya resah
meski angin menjadi pisau yang memecah

kepada rumput, cacing, tanah, hujan, panas, kupu-kupu
ia bilang; sepi itu nyanyi. tralala.trilili.
mari bernyanyi, meski.

: di tengah pematang
desing waktu seperti peluru
dan bagi yang hidup
selalu ada yang mengintip

hari ini,
di batang-batang
sekapak luka datang menepati janji

*Banjarbaru, Juli 2008

4 Juli, 2008 at 2:49 am 1 komentar

satu sajak cinta untuk mantan pacar


Catatan: jangan bilang siapa-siapa


tahukah kau manis

adalah tanggal, bulan dan waktu: masih

seperti bunga dalam pot

yang disiram oleh gerimis

manis…

sajak cinta ini adalah kekasih

kukirimkan kepadamu

jadilah bingkai pada photo

lalu dengarlah…

setiap desis suara yang bungkam

aku masih mengirimkan satu sajak

entah kepada mantan atau pacar

-banjarbaru, 2008-

6 Juni, 2008 at 3:57 pm 22 komentar

Sajak-Sajak


IMAM

Ijinkan aku menjadi imam

Dalam bangunan rumah mukenamu

Ditumbuhi anak-anak kecil

Petak umpat di halaman sajadah

Canda ria hening sujud kita

Lalu usai salam kau mencium tangan

Selalu ada untuk sapa mereka

Seperti cara kau lantunkan ayat suci

Di pertengahan malam

“Lihatlah cara ayah ibumu berdoa kepada Tuhan.”

Banjarbaru (11 Januari 2005)

TANAH HUMA

Senja dan pagi lingkar selatan

Orang-orang menanam perjanjian musim;

Tersenyum kabar

Serumpun padi usia segar

Kita takjub menuai waktu, teduh menjaring sinar

Dari angin yang membawa kita ke timur

Tapi; tanah huma yang kita tuju

Telah hangus terbakar

Hanya asap yang menelanku sesak

Bila kembali melintasi jalan itu

Banjarbaru (10 September 2004)


BELAJAR MENCINTAIMU


Biarkan syair ini terbang lepas tangkap

Ditemu pedih lalu perih

Putaran bab ruji roda

Runcing setajam kata sungguh

Walau menikam usia waktu

Tetap aku belajar utuh mencintaimu

Banjarbaru (Januari 2005)

BAPAKKU ADALAH PETANI


Apa yang lebih indah dari matanya

Selain petak sawah, hujan

Adalah tubuhnya yang

Berendam di lumpur

Kemudian kau berteduh

Menatap jejakmu yang tak lagi utuh

Kau kembali sisiri jalan mencari

Tapi tak kau temui

Dan…

Dalam basah

Kau angkut lumpur ke dalam kamarmu

Hingga tertidur lelah

(Yogyakarta, 24 Nopember 2004)

13 November, 2007 at 12:29 pm Tinggalkan komentar


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 287,784 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.