Posts filed under ‘resensi’

Saatnya Penulis Muslim Menggebrak, Sebuah Catatan


Banyak orang ingin menulis tapi tidak tahu cara memulainya. Mereka bilang menulis itu susah, sekalipun kenyataannya memang demikian.  Tapi menulis juga adalah disiplin ilmu yang bisa dipelajari. Jika dilakukan terus-menerus ditambah kemauan belajar yang tinggi semua orang pasti bisa melakukannya.

Umumnya belajar menulis bisa dilakukan dengan dua cara, belajar langsung kepada para penulis atau belajar dari buku-buku panduan menulis.  Untuk pilihan kedua, saya ingin membicarakan buku berjudul “Saatnya Penulis Muslim Menggebrak (SPMM)”, ditulis oleh Aliansyah Jumbawuya, terbitan Tahura Media. (lebih…)

16 September, 2010 at 5:39 pm 7 komentar

Mabuk


catatan singkat buku kumpulan esai ‘Tunasosial’ yang ditulis oleh M. Mahfuz Abdullah.

sampul buku mahfuz

sampul buku mahfuz

Hampir satu bulan buku itu nangkring di bookcafe, Banjarbaru. Namun baru kali ini saya berkesempatan membaca isi dalamnya. Ternyata,asyik juga. Ada cerita paling lucu yang ditulis oleh Mahfuz untuk memnggambarkan situasi masyarakat Kalimantan Selatan, Banjarmasin khususnya, dalam mematuhi larangan penjualan minuman keras (miras).
Konon, Walikota Banjarmasin pernah melakukan inspeksi mendadak. Turun ke jalan untuk mengetahui sejauh mana warga Banjarmasin mematuhi Perda miras. Sang Walikota sengaja mencari warung penjual miras. Setelah ketemu, terjadilah dialog semacam ini (tanpa mengurangi arti sebenarnya, dialog asli menggunakan bahasa Banjar, kemudian saya tulis ulang ke dalam bahasa Indonesia);
“Ada bir? ujar Walikota bertanya.
“Tidak boleh lagi jual bir, Pak. Sekarang ini sudah ada larangan untuk menjual bir,” ujar si pemilik warung yang memang biasanya
menjual bir.
“Aku sudah sering kemari dan menjadi langganan warung ini setiap kali membutuhkan bir,” tandas si Walikota. (lebih…)

31 Juli, 2008 at 4:51 pm 1 komentar

Bunuh Diri dengan Pistol Air | Antologi Puisi


Demikianlah. Puisi-puisi masih ditulis. Buku-buku tetap dicetak. Dan kali ini, buku yang sampai ke tangan saya adalah Pistol Air, dengan nama panjang, Antologi puisi parodi tentang orang yang ingin bunuh diri dengan pistol air. Buku ini baru saja selesai dicetak, ibarat gorengan pisang, masih hangat. Sebagai ungkapan terimakasih, khususnya penerbit Tahura Media, yang tidak pelit mengirimkan buku-buku terbitannya, semoga saja, catatan ini bisa mewakilkan rasa terimakasih dan sekaligus undangan kepada penerbit atau penulis lain, yang bukunya juga ingin saya catatkan di blog ini. (Syaratnya, kirimi saya buku).

Mari kia mulai…
Sebenarnya, hanya orang gila yang merencanakan bunuh diri dengan pistol air. Kenapa tidak pistol sungguhan? Ya, ampun. Saya pegang pistol saja belum pernah, bagaimana rasanya kalau sungguhan kena tembak, ya? (bercanda), tapi judul buku ini memang aneh. Apalagi di bagian sampul, ilustrasinya sungguh-sungguh menggambarkan orang ingin bunuh diri, dan di belakangnya, ada gambar rumah sakit jiwa. Apa kata saya tadi, hanya orang gila yang merencanakan bunuh diri dengan pistol air. Benarkah ada kegilaan semacam itu di dalam puisi M. Nahdiasyah Abdi?
Buku kumpulan puisi ini lumayan tipis, 134 halaman dengan ukuran 13 x 19 centimeter dengan nomor ISBN:979175622-8. Meski tergolong tipis, buku ini padat isinya. Mari kita buktikan! (lebih…)

28 Juli, 2008 at 3:55 pm 6 komentar


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 287,784 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.