Mantra: Publish or Perish

27 Februari, 2010 at 2:27 pm 8 komentar


Konon, Publish or Perish merupakan ungkapan yang demikian populernya di kalangan akademisi  Amerika Serikat. Bukan bermaksud mengagungkan pola pikir mereka tapi sekadar menghayati besarnya pengaruh tiga kata tersebut; Publish or Perish.

Di Indonesia pernah ada sebuah jargon yang tidak kalah hebat dan memiliki pengaruh besar (sekadar contoh). Yakni; Merdeka atau Mati!

Kalau mau direnungkan, kedua jargon di atas bertujuan untuk mendongkrak semangat seseorang bahkan merubah pola pikir seseorang. Ibarat mantra; jargon akan mempengaruhi jiwa seseorang untuk melakukan sesuatu akibat mantra atau jargon tersebut. Dalam tulisan selanjutnya saya menggunakan kata mantra untuk mengganti kata jargon.

Publish or Perish maksudnya adalah Terbitkan atau Minggirlah. Jika dirunut, prosesnya seperti ini; setelah seseorang memiliki kesadaran untuk menghasilkan karya tulis, selanjutnya karya tulis tersebut diterbitkan menjadi bahan bacaan masyarakat luas. Nah, sebelum pada pencapaian di atas, perlu satu lagi mantra yang perlu dihadirkan. Yakni; Menulis atau Minggirlah!

Tidak sepenuhnya benar bahwa menulis itu mudah. Kenyataannya menulis itu susah. Penjelasannya begini; ketika seseorang mulai menulis, ada hambatan-hambatan yang disebut sebagai teknik proses menulis. Hambatan-hambatan itu bisa saja masalah ide, pengetahuan dasar tentang EYD, atau gaya bahasa. Bagi seseorang yang telah mahir melewati proses, mampu menaklukkan rintangan demi rintangan, sampailah seseorang itu pada titik kebiasaaan. Inilah yang dimaksud dalam mantra “Bisa ala terbiasa”. Terbiasa di sini sangat kompleks. Terbiasa membaca, terbiasa menyusun kalimat, terbiasa memotivasi diri sendiri agar menulis dan terbiasa-terbiasa lainnya. Semua keterbiasaan itu jika dirangkum menjadi satu maka disebut disiplin. Di sinilah rahasianya, seseorang yang telah mencapai disiplin tinggi dalam menulis akhirnya membuat mantra “Menulis itu Mudah” atau “Menulis itu Gampang”. Tak lain mantra tadi memiliki fungsi yang sama dalam hal memberikan semangat kepada seseorang. Maka jika Anda belum mencapai disiplin yang tinggi dalam menulis, Anda tidak akan pernah merasakan reaksi mantra “Menulis itu Mudah” atau “Menulis itu Gampang”.

Dalam hal menerbitkan tulisan atau mempublikasikan karya tulis melalui jurnal, media cetak, blog, atau buku, bagi saya itu hanya sebuah kebebasan dalam memilih. Ketika seseorang memilih maka pilihannya itu memiliki faktor penyebab. Penyebabnya pun bermacam-macam. Tapi di luar itu; publish or perish justru muncul dari kesadaran pribadi bahwa tanggung jawab intelektual itu penting. Maka tak heran di luar negeri sana, aneh bagi mereka yang mengaku atau memiliki intelektual jika tidak menulis artikel, menulis ke dalam buku dan sebagainya.

Menulis adalah tanggung jawab intelektual. Intelektualitas seseorang terhadap ilmu pengetahuan akan habis begitu saja ketika seseorang itu meninggal dunia. Seluruh ilmu akan terkubur mati. Agar ilmu tersebut dapat dimanfaatkan orang lain demi kebaikan pribadi, masyarakat, negara apalagi dunia maka ilmu tersebut harus disebarluaskan. Metode penyebarluasan ilmu yang cukup ampuh adalah ditulis. Bagaimana agar tulisan-tulisan tersebut mengabadi? Kembali lagi soal pilihan media apa yang akan digunakan. Publish and Perish mengacu terbit ke dalam bentuk buku. Tak heran mereka yang sering menulis artikel di media cetak lantas dikemudian hari si penulis menerbitkannya kembali ke dalam buku. Alasannya satu; sebuah cara agar tulisannya abadi. Lantas saya berpikir, masing-masing media memang memiliki daya tarik dan keampuhan masing-masing, tapi jika mampu kenapa harus mengkotak-kotakkan media, bukankah lebih baik memanfaatkan semuanya? Dalam posisi ini saya memilih untuk tidak memilih. Tidak ada salahnya tulisan-tulisan saya di blog untuk dikumpulkan, memilahnya lagi dan menerbitkannya ke dalam buku. Bagi saya, “Menerbitkan Buku itu Gampang!” Publish or Perish.

Apakah Anda sudah menulis? Kapan diterbitkan? Atau mari kita terbitkan!

Banjarbaru, 27 Februari 2010

Iklan

Entry filed under: Esai, Ulasan. Tags: , , .

Poster, Ruang Publik dan Budaya Menerbitkan Buku Sendiri

8 Komentar Add your own

  • 1. Amd  |  27 Februari, 2010 pukul 4:39 pm

    Yup, membuat buku dari blog mestinya tidak melulu jadi monopoli proyek blogger-blogger seleb dari Indonesia sana, kita yang di Kalimantan juga harus bisa membukukan blog.

    Pertanyaannya sekarang, caranya gimana?

    Balas
  • 2. Zian X-Fly  |  28 Februari, 2010 pukul 11:24 am

    Bantu dong nerbitkan…

    Balas
  • 3. | harie insani putra online |  |  1 Maret, 2010 pukul 11:00 am

    […] Maret, 2010 Melanjutkan tulisan Mantra: Publish or Perish. Jika belum membacanya, silakan baca dulu. Tulisan ini cenderung mengupas hal-hal teknis atau […]

    Balas
  • 4. baburinix!  |  1 Maret, 2010 pukul 11:08 am

    mestinya tiap blogger mempunyai minimal satu buku, hehehee…
    ane aja blom…kwak2..

    Balas
  • 5. nia  |  1 Maret, 2010 pukul 7:31 pm

    setuju … 2010 mesti terealisasi .. he he

    Balas
  • 6. Mukhlish  |  12 Oktober, 2010 pukul 4:52 pm

    hei konco2…..
    q punya naskah… tapi aku masih khawatir terhadap penerbit yang ngga’ jujur…. memang sih aku msih penulis pemula… tapi aku yakin banget tulisanku ini masih belum ada yang punya….
    please help me… how to publish it… and off course yang kucari.. adalah…. PENERBIT YANG BETUL-BETUL DAN BERTANGGUNG JAWAB…

    Balas
  • 7. Mukhlish  |  12 Oktober, 2010 pukul 4:54 pm

    hei konco2…..
    q punya naskah… tapi aku masih khawatir terhadap penerbit yang ngga’ jujur…. memang sih aku msih penulis pemula… tapi aku yakin banget tulisanku ini masih belum ada yang punya….
    please help me… how to publish it… and off course yang kucari.. adalah…. PENERBIT YANG BETUL JUJUR LAHIR BATIN -BETUL DAN BERTANGGUNG JAWAB…

    Balas
  • 8. Mukhlish  |  12 Oktober, 2010 pukul 4:55 pm

    hei konco2…..
    q punya naskah… tapi aku masih khawatir terhadap penerbit yang ngga’ jujur…. memang sih aku msih penulis pemula… tapi aku yakin banget tulisanku ini masih belum ada yang punya….
    please help me… how to publish it… and off course yang kucari.. adalah…. PENERBIT YANG BETUL-BETUL JUJUR LAHIR BATIN DAN BERTANGGUNG JAWAB…

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Statistik:

  • 288,496 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: