Perilaku Pengiklan di Blog Polanya Sama, Mainstream

11 Juli, 2012 at 2:42 pm 7 komentar


BARU BALIK mengikuti FGD Camp 2012 yang dilaksanakan ICT Watch, dua postingan sudah saya serahkan di blog komunitas Kayuhbaimbai. Sekarang, giliran menjatah blog ini. Dalam Sesi Focus Group Discussion (FGD), saat masing-masing group mempresentasikan hasil kerjanya, salah satu kelompok sempat menyampaikan bahwa (maaf kalau salah, saya coba mengembangkannya kembali sesuai penafsiran saya) – bahwa tingginya kecenderungan blogger untuk mendapat jatah iklan dari berbagai vendor, baik secara langsung atau melalui layanan advertiser (pihak ketiga), membuat blogger tidak lagi memerhatikan kualitas konten.

Saya menerima analisa tersebut fifty-fifty. Pikiran tersebut muncul dari sebuah pertanyaan yang saya sendiripun ragu-ragu mengutarakannya. Bukankah saat ini media mainstream sedang ‘perang’ informasi. Artinya, mereka para pemilik media berusaha sebaik mungkin untuk memperjuangkan kualitas konten agar mendapatkan rating yang bagus. Rating bagus berbanding lurus dengan jumlah iklan di dapat. Lantas kenapa blog yang tidak mementingkan kualitas konten justru mendapat iklan? Hayo kenapa?

Pertanyaan di atas ingin saya jawab sendiri. Silakan juga kalau ingin ikut menjawab, lebih asyik jadinya. Menurut saya, pemikiran bahwa blogger tidak mementingkan konten demi meraih iklan, itu tidak sepenuhnya benar. Saya yakin, blogger pemburu iklan jauh lebih tanggap dalam urusan konten. Masalahnya adalah, konten seperti apa yang mereka sajikan?

Blogger pemburu iklan (BPI), mereka akan menyesuaikan konten dengan apa yang diminati pengiklan, pun demikian pula banyak diminati oleh para user. Para pengiklan mungkin tidak memunyai pesanan khusus, tapi akan melihat trafik blog. Artinya, riset terhadap minat pengguna internet adalah isu sentral yang dijadikan para BPI.

Blog sebagai media, pun laiknya media cetak atau elektronik, user is the king. Pemahaman itu tentu saja lahir secara naluriah. Untuk mendapatkan iklan, media harus ramai pembaca, penonton dan kunjungan. Traffic is the king.

Pikiran sederhana di atas membuat saya berkesimpulan sementara bahwa, untuk blogger khususnya, pola di atas diakibatkan karena perilaku pengiklan dalam memberlakukan blog sama dengan media mainstream; just traffic.

Bagaimanakah konten yang bagus itu?

Gara-gara tergiur iklan, kurang lebih demikian, sehingga blogger tidak fokus membuat konten yang bagus. Hal ini juga sempat dipresentasikan walau sepintas lalu. Pertanyaannya, bagaimanakah konten yang bagus itu? Sangat ambigu menurut saya. Bagus oleh siapa? Blogger manapun bisa mengklaim konten mereka bagus; sesuai tujuan mereka masing-masing tentunya.

Tidak ada aturan baku dalam menilai konten dalam sebuah blog. Lain halnya jika kita bersepakat dalam satu ranah pijak saja, Jurnalisme Warga, misalnya. Maka, di ranah pijak itulah kita bisa saling berdiskusi hebat bagaimana sebagus-bagusnya menyajikan konten sebagai pewarta warga.

Pentingkah Jurnalisme Warga menjadi pilihan blogger?

Blogger punya hak. Saya memahami itu dan berusaha menghargai hak-hak tersebut. Mencermati seminar FGD Camp 2012, keberlangsungan dan keberadaan Pewarta Warga ternilai sangatlah penting saat ini. Mengingat, kepungan media mainstream yang begitu rapat, dan terjangan informasi media mainstream yang begitu kuat, maka posisi pewarta warga bisa ambil bagian untuk penyeimbang media mainstream. Dalam pemutaran film linimas(s)a 2, jelas sekali bahwa kehadiran para pewarta warga memberikan nuansa dan kesempatan baru baik dalam hak berpendapat, hak menyebarkan dan mendapat informasi yang sebenarnya tidak melulu milik media mainstream.

Pilihan menjadi seorang pewarta warga melalui blog sebagai medianya memerlukan jiwa sosial yang tinggi. Kepentingan publik (warga) di atas kepentingan pribadi tentunya. Bagaimana dengan iklan? Seandainya kita berpikir bahwa, bukan trafik yang didewakan, ada faktor-faktor lain yang bisa memberikan kesempatan, seperti blog-blog khusus Jurnalisme Warga, tentu kehadiran para pengiklan (vendor) turut serta dalam mengkampanyekan blog sebagai media ‘alternatif’ yang patut didukung demi kepentingan warga, yang selama ini kenyataannya suara-suara dari arus bawah selalu tenggelam dan kalah oleh mereka para pemodal besar dan ‘orang-orang besar’. Mungkinkah vendor mau berpikir demikian?

Kaitannya dalam konten bagus, kehadiran para pengiklan yang melirik blog sebagai media alternatif promosi, tanpa sadar telah membuat penyeragaman konten. Lihat saja media mainstream, semuanya hampir seragam. Sulit sekali mencari sesuatu hal yang unik dari sajian media mainstream. Jika ada, itu pun berdurasi singkat. Saya melihat, itu juga kelak dan mungkin sudah terjadi dengan blog saat ini. Blog-blog berganti konten ke arah yang diminati pengiklan. Apa dampaknya? Penyeragaman. Blog satu dan yang lain, isinya sama hanya berbeda dalam penulisannya. Sesuatu yang unik tidak tergali, sesuatu yang lokal tidak diangkat.  Sesuatu!

About these ads

Entry filed under: Esai. Tags: , , , , , .

Undangan Resepsi Pernikahan atau Undangan Resepsi Perkawinan Tentang Peminta Sumbangan

7 Komentar Add your own

  • 1. nadiaananda  |  13 Juli, 2012 pukul 1:42 am

    hehehehe… mudah-mudahan ane pertamax!! Wahh ,, kalah cepet dah.. Hihihi..

    Balas
  • 2. nadiaananda  |  13 Juli, 2012 pukul 10:06 am

    Hidup ane katanya berantakan om ditambah rambut ane,, tapi kalo udah baca artikel kok berubah jadi rapi yaaa.. Hehehe.. :P

    Balas
  • 3. nadiananda  |  19 Juli, 2012 pukul 9:41 am

    Penulisannya mengingatkan ane pada kawan ane nun jauh disana..

    Balas
  • 4. ratna widiyanti  |  20 Juli, 2012 pukul 9:55 am

    Yang Sepi ini sedang ditemai oleh secangkir Kopi dan Sebatang Rokok.. Namun Ditambah Baca Artikel.. Mancaaapppp.. :P

    Balas
  • 5. ratna widiyanti  |  23 Juli, 2012 pukul 12:23 am

    bagus sekali artikelnya, thx

    Balas
  • 6. ratna widiyanti  |  23 Juli, 2012 pukul 1:24 am

    Pass banget nih om kita harus saling berbagi.. Ada yang mau Gorengan?? Ni ane punya’ ni… hehehe.. Biar semangat!!

    Balas
  • 7. siscaamellya  |  30 Juli, 2012 pukul 2:00 pm

    Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia
Komunitas Blogger Kalimantan Selatan Ensiklopedi Borneo Kalimantan

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 231,033 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Fotografi

IMG_9999

IMG_9997

IMG_9982

More Photos

%d bloggers like this: