Sejarah Putri Junjung Buih

24 Februari, 2010 at 10:14 am 167 komentar


Mencari jejak sejarah Banjar di Kalimantan maka tak bisa menghindari mitos yang berkembang di masyarakat Banjar itu sendiri. Terlepas dapat dibuktikan atau tidak, setidaknya mitos bisa menjadi pintu masuk ketika ingin menyusuri sejarah Banjar. Ini dilakukan sebagai bentuk menjunjung tinggi kearifan lokal yang ada di tanah Banjar itu sendiri. dengan kata lain, menerima mitos berangkat dari pemahaman bahwa adanya sesuatu yang ghaib di dunia ini.

Tersebutlah kisah tentang Putri Junjung Buih. Jauh sebelum kemunculan Putri Junjung Buih, di tanah Banjar ini pernah kedatangan seorang saudagar benama Mpu Jatmika yang berasal dari Keling. Mpu Jatmika tidak sendirian tapi bersama dua orang anaknya yang bernama Lambung Mangkurat dan Mpu Mandastana.

Sebelum memutuskan untuk menetap, Mpu Jatmika terlebih dahulu mengambil tanah lantas mengendusnya. Ternyata tanah tersebut berbau harum. Dari situlah Mpu Jatmika yakin bahwa daerah yang sebelumnya memiliki nama Banjar ini cocok dibangun sebuah negeri.

Sebagai realisasinya, Mpu Jatmika mendirikan kerajaan bernama Dipa dengan ibukotanya bernama Kuripan dan mengangkat dirinya untuk menjadi raja sementara di kerajaan tersebut. Bukan tanpa alasan kenapa Mpu Jatmika menyatakan bahwa dirinya hanya sebagai raja sementara. Alasannya adalah karena Mpu Jatmika menyadari bahwa dirinya bukanlah keturunan raja dan takut akan kutukan. Ini menyiratkan bahwa Mpu Jatmika memiliki pemahaman bahwa Mpu Jatmika sadar akan takdir, bahwa semua kewajiban manusia telah ditetapkan oleh takdir dan kedudukan raja telah dikodratkan oleh Tuhan.

Lantas, bagaimana implementasi Mpu Jatmika terhadap pemamahan tersebut? Bukankah menjadi raja sementara sama saja dengan menjadi raja?

Untuk menyiasati takdir dan takut akan kutukan, meski ia telah meniatkan hanya menjadi raja sementara, Mpu Jatmika memerintahkan anak buahnya membuat patung dari kayu cendana. Patung itulah yang kemudian dijadikan raja sebagai bentuk visualisasi dari Mpu Jatmika. Dalam praktiknya, Mpu Jatmika yang mengendalikan negara Dipa namun rajanya adalah patung tersebut di atas.

Negara Dipa tumbuh subur dan makmur. Untuk memperluas wilayah, Mpu Jatmika memerintahkan Tumenggung Tatah Jiwa untuk mewujudkannya. Satu persatu wilayah seperti Batang Tabalong, Batang Balangan, Batang Petak, Batang Alai, Batang Amandit beserta bukit-bukit di sekitarnya berhasil ditundukkan. Sebaagai bentuk kemenangan, di setiap wilayah yang berhasil ditundukkan,  Tumenggung Tatah Jiwa mengangkut 1000 orang penduduknya untuk dibawa ke ibukota kerajaan. Dari sini bisa dilihat bahwa peperangan di zaman dahulu bukan untuk menghabiskan nyawa manusia tapi untuk meningkatkan jumlah tenaaga manusia.

Kemakmuran negara Dipa kemudian banyak mendapat kunjungan dari pedagang Cina, Johor, Aceh, Bugis, Makassar, Sumbawa, Bali, Jawa, Banten, Madura, Tuban, Makau, dan Kaling.

Sebelum Mpu Jatmika wafat, ia meninggalkan wasiat agar Lambung Mangkurat dan Mpu Mandastana jangan berniat untuk menjadi raja, sebab mereka bukanlah keturunan raja. Bahkan dalam wasiat tersebut Mpu Jatmika menyuruh Lambung Mangkurat pergi bertapa untuk mencari petunjuk tentang raja yang sah.

Setelah Mpu Jatmika wafat, Lambung Mangkurat segera melaksaakan wasiat tersebut di atas. Lambung Mangkurat melakukan tapa brata (orang Banjar kemudian mengenalnya dengan istilah balampah). Tapa brata tersebut sesuai isi wasiat dilaksanakan di sebuah sungai. Saat bertapa, pusaran air keluar buih yang bersinar dan muncul seorang putri. Dari situlah kemudian diberi nama Putri Junjung Buih dan selanjutnya menjadi ratu di negara Dipa.

sumber: (Ringkasan bebas dari buku ‘Sejarah Banjar’ terbitan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Propinsi Kalsel, 2003).

About these ads

Entry filed under: Sejarah Banjar. Tags: , , .

Pernahkah Cintamu Sepanas Ini Poster, Ruang Publik dan Budaya

167 Komentar Add your own

  • 1. baburinix!  |  24 Februari, 2010 pukul 3:13 pm

    sungguh sebuah sejarah yang patut di lestarikan, hehehe….

    putri junjung buih juga pernah bertemu dengan Mantili adiknya brama kumbara, dalam sandiwara radio saur sepuh dalam rangka mengejar musuh dedengkutnya, Lasmini. dalam kisah ini putri junjung buih dkenal dengan nama Putri Tunjung Buih.

    Balas
    • 2. junjung buih  |  16 September, 2011 pukul 9:10 pm

      jangan asal tulis ja putri junjung buih tu asli raja banjarmasin jangan maulut ulut tesinggung aku nang merasa keturunan sidin

      Balas
      • 3. Anonymous  |  4 Februari, 2012 pukul 1:29 am

        santai z muhax……………

      • 4. Sa'adatul Khalisah  |  18 Februari, 2012 pukul 3:30 pm

        i’ih
        jangan sembarangan ajj.
        aku jua tersinggung sebagai keturunan sidin.

      • 5. Anonymous  |  27 November, 2012 pukul 5:47 pm

        tsinggung knp

      • 6. Chamay  |  3 Mei, 2013 pukul 9:39 am

        Madsud x katurunan sidin to,gasan gasan gasan sidin ba jajak kah?

      • 7. Rizky aditya Pratama  |  20 September, 2013 pukul 10:33 pm

        siip

  • 8. Ratu kucing  |  17 Desember, 2010 pukul 12:54 pm

    Pgen tau sosok wjah putri junjung kyk ap y????
    __//\__
    “>-_-<"

    Balas
    • 9. Aris_Ymail  |  26 November, 2011 pukul 2:00 pm

      Kulitx swo matang,rambut panjang…,pke gaun ber warna Kuning Dngan selendang Hijau…..,Tutur katax lembut

      Balas
    • 10. Anonymous  |  30 Oktober, 2012 pukul 3:39 pm

      e,ec bjur bnr to
      Aq gn merasa ua .aku ktrunan sdin ua

      Balas
  • 11. ilham  |  7 Januari, 2011 pukul 11:42 am

    Tarimakasih kisahnya. Minta ijin share boleh kada julak? :)

    Balas
  • 12. virlina  |  3 Mei, 2011 pukul 10:23 am

    great …. kalo tempat2 di kalsel yang asyik dikunjungi apa ajah yah… (selain martapura) :d

    Balas
  • 13. Ujang  |  7 Mei, 2011 pukul 11:11 pm

    Siapa laki putri junjung buih .ulun batakun lawan pian

    Balas
    • 14. Anonymous  |  12 Juni, 2011 pukul 4:27 pm

      raden putra bergelar pangeran surya nata atw putra matahari dngsanak ae

      Balas
  • 15. Tauran Reinkarnasi  |  29 Juni, 2011 pukul 10:57 pm

    makasih kesah nya julak ae.nyaman mun ulun baisi anak kene ulun kesah akan jua lawan anak ulun

    Balas
    • 16. PITRIA  |  4 Desember, 2011 pukul 8:04 pm

      INGGIH NYAMAN AJA PIAN NIH LAWAN ULUN MUN PIAN HANDAK MINTA SAKI DI BURIT HANTAI AJA LAH

      Balas
      • 17. tabpaa nama  |  5 Maret, 2012 pukul 7:12 pm

        bungul bnr saikung nginih urnk rami rami dhc mndngr ksh iny ja mlaaen

  • 18. Anonymous  |  30 Juni, 2011 pukul 2:53 pm

    Aku suka cAndi agung

    Balas
  • 19. Aghreini Analisa  |  11 September, 2011 pukul 9:28 pm

    hemh ad fersi lainx ga t? Qw dngr banyak versi mengenai kisah putri junjung buih t

    Balas
  • 20. junjung buih  |  4 Oktober, 2011 pukul 6:43 am

    laki sidin pangeran suryanata

    Balas
  • 21. junjung buih  |  4 Oktober, 2011 pukul 6:47 am

    ayo yang merasa keluarga keturunan putri junjung buih dan pangeran suyanata kita kumpul d sini kita bagi cerita supaya juriat kita kada hilang

    Balas
    • 22. Haikal fikri  |  2 April, 2014 pukul 12:32 am

      Salam knal yah!! Aqu jg k’turunan fangeran suryanata dan futri junjung buih dan futri mayang sari, oh iya aqu cuman mau bilang? Bahwa junjung buih itu warna kulit ny tidak kuning tafi futih, klaw adik ny mayang sari itu warna kulit ny kuning langsat, dan 1 lg rambut ny junjung buih itu tdk terlalu fanjang, lebih fanjang adik ny mayang sari,..sekian.

      Balas
  • 23. Anonymous  |  9 Oktober, 2011 pukul 11:31 am

    bgu s n oke kisahnya… yang bri coment jgn asl hina lc milik ornk.. emank lho bsa buat yang kya gini…

    Balas
  • 24. Anonymous  |  11 Oktober, 2011 pukul 6:50 pm

    dimana pian dapat kisahnya,,,,yakin lah dulu,,

    Balas
    • 25. Anonymous  |  7 Mei, 2013 pukul 12:05 pm

      Biyarakan hAja inya bkisah,dangarakn j smp kita taguringan.

      Balas
      • 26. Anonymous  |  7 Mei, 2013 pukul 12:30 pm

        Biarkn j ix bkisah,, kt dangarakn j smp ki taguringan. Nang ngaranx kisah tu bs bujur bisa jua salah.krn kt sama2 kadatahu. Tp kt yakin j bhw Putri Junjung Buih tu ada. By S.Nadi Tanbu

  • 27. junjung buih  |  15 Oktober, 2011 pukul 6:40 am

    klu ada keluarga atau dingsanak yang pernah merasa d datangai / kerasukan putri junjung buih kita adalah saudara d mana tidak sembarang orang yang pernah d datangi beliau .selama ini kita telah terpisah -pisah juriat kita selama ratusan tahun .d mana kai dan nini kita tidak menceritakan asal usul kita .ayo… kita bersatu dangsanaku

    Balas
    • 28. m. fikri hidayat  |  5 Desember, 2011 pukul 4:44 pm

      acil ku dirasuki anak nya sri kumalasari

      Balas
    • 29. ading  |  5 Maret, 2012 pukul 7:17 pm

      kaka ulun di rsuki puteri junjung buih pas bpngnten

      Balas
    • 30. rusyana  |  13 Maret, 2013 pukul 12:59 am

      Datu Pangeran Suryanata dan Putri junjung buih skrg kerajaan gaib Beliau di gng pamaton,Alhamdulillah Beliau dtg pd kami

      Balas
    • 31. Anonymous  |  2 April, 2013 pukul 1:47 pm

      Assalamualaikum..kami berada di Tarakan, Keturunan dari Banjar…yang pada jaman kolonial Belanda…mengasingkan diri dan menutup silsilah. Kai’ku bernama Udin (Samsudin), Ayahnya yang dari banjar kawin dengan anak Kyai Anang Jauhari(dari Banjar) yang berguru sejak kecil di Mekah. yang ditinggalkan pamannya di Mekah untuk menuntut Ilmu. Merantau ke daerah Tanah Merah Kalimantan Timur sempat menjadi Kadhi di Kesultanan Bulungan.
      Kami dulu masih memberikan tempat (rumah Kecil) untuk kediaman ghaib dari leluhur kami dari anak Pangeran Surya Nata. Di rumah kecil itu di beri kelambu kuning yg di dalamnya ada Naga dari kayu. Sekitar tahun 60-han paman sayalah yang mendapat ilmu keturunan itu. Dengan Ilmu kanuragan yang dahsyat dari ajaran ghaib. Serta ilmu islam. Menurut cerita ibu dan org tua di kampung saya waktu itu paman saya kadang seperti tidak sadarkan diri (kerasukan) bergelantungan di dahan kayu kecil kadang di hujung daun kelapa.

      segaulpa@yahoo.com.

      Balas
      • 32. Rizky aditya Pratama  |  20 September, 2013 pukul 10:45 pm

        subahanllah

      • 33. indi ahmad  |  30 November, 2013 pukul 12:03 pm

        siapapun kalian yg merasa didatangi oleh roh pangeran,putri,datu dll,sesungguhnya itu adalah jin/syetan. jauhkan segala bentuk syirik dan musyrik yang mengatas namakan islam, jadikan hanya Nabi Muhammad Saw sebagai panutan, karena sesungguhnya ALLAH telah memilihnya sebagai imam umat manusia, bukan yang lain.

    • 34. Indra Fauzi  |  9 Februari, 2014 pukul 2:38 am

      Ass… sebujurnya ulun pas kerasukan yang ulun minta artikan ma abah angkat ulun H.ami… dari zuriat ulun ada datang dari candi agung ingin menggampiri atau khodam… dengan alasan ulun zuriat pilihan ujar sidin terus ulun disuruh candi agung….

      Balas
  • 35. Rendra  |  4 November, 2011 pukul 4:37 pm

    putri junjung buih ratu negara dipa yg berada di amuntai..! cantik luar biasa..!

    Balas
    • 36. ngarso dalem  |  8 Maret, 2012 pukul 12:45 am

      pian naga kh….??

      Balas
  • 37. Ayi  |  13 November, 2011 pukul 6:26 am

    Tahu kah ikam muha Putri Junjung Buih tu kaya apa..

    Balas
  • 38. soraya  |  18 November, 2011 pukul 4:03 pm

    Kwn uln prnah mlht putri junjung buih ny
    iny bisi kereta kuda.rambut putri ny pnjng.baju gaun wrna putih melarak di dalam banyu pemandian ny kwn uln mlhat

    Balas
  • 39. Ade Surya Pratama  |  25 November, 2011 pukul 11:51 pm

    Tiada kata yg bisa saya ucapkan selain….
    Terima kasih banyak
    Mungkin lain kali bisa komentar….
    Terimakasih

    Balas
  • 40. Aris_Ymail  |  26 November, 2011 pukul 1:45 pm

    Putri junjung Buih punya keturunan yg nmx Putri Melati…,& Alhmdllh kmi prnah berbincang….,pd Dasarx Kerajaan” yg ad pd jaman Dulu tidak lah hancur,Ttpi hakikatx Berpindah Alam Dengan Kuasa Allah

    Balas
  • 41. Aris_Ymail  |  26 November, 2011 pukul 1:54 pm

    Ad yg mengaku juriatx ya…..,Klau bnr tolong jangan Sombong karena mereka Tidak suka akn kesombongan…….,Sebagian dri cerita d’atas memang benar,ttp ad jg yg d’tnbahkan…..,Kalau menurut penglihatan ku

    Balas
    • 42. ngarso dalem  |  8 Maret, 2012 pukul 12:47 am

      pian turunan sidin jua kh…??
      untungnya pian laaaaa….

      Balas
  • 43. hairullahmath05  |  27 November, 2011 pukul 11:02 am

    mun tamimpi ditamui putri junjung buih pertanda napa yu kawan?

    Balas
    • 44. ngarso dalem  |  8 Maret, 2012 pukul 12:48 am

      Alhamdulillaaaaahhh,,
      artinya pian turunan sidin jua…..
      untungnya pian……

      Balas
  • 45. Riduansyah  |  28 November, 2011 pukul 6:58 pm

    dengsanak lun(dengsanak se ibu/beda bapak) ada yg keturunan putri junjung buih,,,dan sekarang menikah dengan seorang wanita keturunan kerajaan batam. dan sekarang tinggal di kota jambi,,,namanya ARYA MARTA BUDI,,,ponakan dari ARYA MARTA PATI,,,
    dulu ibu saya menikah dengan ayahnya namun sempat berpisah dan menikah dengan bapak saya yang bernama Syahran Charlie bin H Said Charly. namun Padatuan kami kd pernah mngesahkan kami ne sebenarnya zuriat siapa…Nama saya Riduansyah, adik saya Mustika Murni, sepupu : Maha Putera Adi Pratama, Akbar Suryansyah, Sri Hardiyanti Rusdalina,,,,mohon jika kalian ada yang mengenal kami beritahukan kami zuriat siapa…..

    Balas
    • 46. ngarso dalem  |  8 Maret, 2012 pukul 12:50 am

      artinya napa yuuu :::

      pian cucu orang dua…..??

      Balas
    • 47. Anonymous  |  16 Juli, 2013 pukul 2:21 pm

      di amuntai,ada candi agung.peninggalan Putri Junjung Buih.kalau kesana,setelah ke candi,jangan lupa ke yang namanya Telaga Darah/Telaga Empu Mandastana.Di bawah Pohon Bambu/Paring Kuning Ada Juru kunci,yang tahu apakah kita juriat Putri atau tidak(atau juga kamu yg kesana juriat dri Putri/pangeran lain).
      Aq mau ikut koment ttg Putri Junjung Buih,tpi dah janji sm keluarga untuk merahasiakan.
      Yang jelas,selain cuma pernah melihat Putri Junjung Buih,qmi sekeluarga jg pernah ketemu 3 Putri lainnya(Putri Mayang sari,Putri Patah dan Putri Paramitha,dgan Pangeran Surya nata di tengah”nya.)

      Balas
      • 48. widya.rosadi  |  16 Juli, 2013 pukul 2:51 pm

        Kerajaan di pusaran/ulakan banyu di Nagara sana,
        Setiap tahun kami di haruskan “melabuh” di sungai Besar. karena pernah dr kami yang menganggap sepele,akhirnya gatal kulitnya.Sampai dari mantri,dokter dan obat murah dan mahal tetap tidak sembuh.
        Alhamdulillah,dgan ijin Allah,setelah melabuh kami semua sembuh.
        Bertemu dgan Beliau itu hanya org” pilihan yang akhlakul karimah.
        Membaca komentar2 teman2 sampai habis perasaan ku sedih dgn koment negatif dr org2 yg bgi ku tdk bs mhargai apapun.
        Mudahan ga kualat aja karena sudah menghina.
        Aq bangga menjadi keturunan Putri Junjung Buih,meskipun diminta untuk harus merahasiaknnya.

  • 49. arya  |  3 Desember, 2011 pukul 3:36 pm

    aku bukanya sombonng .tapi aku merasa sudah waktunya para juriat keturunan jungnjung buih untuk saling bertukar kesah yang benar adalah benar.aku dari nagara,d mana d sanalah putri junjung buih dan keraajaan beliau berada,

    Balas
  • 50. arya  |  3 Desember, 2011 pukul 3:46 pm

    ayo para juriat putri junjung buih suarakan hak mu ,aku bersumpah bahwa aku adalah keturunan putri junjung buih dari nagara

    Balas
    • 51. sayyid ahmad Al-Quthbi  |  28 Februari, 2012 pukul 8:37 am

      pian orang Nagara kah,di desa mana yo?ulun ba’isi paguruan,sidin musti batamu wan putri junjung buih,ulun juga pernah manggani’i sidin minta banyu gasan manamba’i orang kasurupan.

      Balas
      • 52. ngarso dalem  |  8 Maret, 2012 pukul 12:53 am

        jadi peguruan pian minta banyu laaa….??

  • 53. M.FIKRI HIDAYAT  |  4 Desember, 2011 pukul 7:50 pm

    ULUN KETURUNAN JUA TAPI KETURUNAN ANAK NYA YANG NAMANYA SRI KUMALASARI DATU ULUN BAKESAH IKAM TU JAR SIDIN SIAPA YANG KETURUNAN PANGERAN SURIANSYAH BERARTI KELUARGA INI SAJA YANG SAYA SAMPAIKAN WASSALAM

    Balas
  • 54. HARIZ DAN MADAN  |  4 Desember, 2011 pukul 8:02 pm

    ULUN NIH ANAK NYA ACIL KUMALA YANG TUKANG JAHIT TUH
    ULUN NECH MALIHAT SIDIN TUCH PINA MARIGAT LALU
    LAWAN JUA ULUN MALIHAT INYA MANDI TAKUBUY TAHI HANCUR

    ULUN NIH MALIHAT SIDIN MANJAHIT CAWAT YANG BATEOAL TAHI LANCUNG

    INYA TUH GEN BAUTANG DUIT KADA MAU BANYAK PALING SADIKIT 2.000

    Balas
    • 55. ngarso dalem  |  8 Maret, 2012 pukul 12:57 am

      qm turunan acil kumala kh…??
      tibak dmn yuuu….??

      ULUN KETURUNAN ACIL ENOR, SIDIN BEJUAR JARING, KEMANA2 PAKAI KENDARAAN RAJAWALI (KAYA YG D INDOSIAR)…..
      TAKUNAKAN PANK LWN ACIL KUMALA, RASANYA SIDIN BEKAWAN LWN ACIL ENOR…..??

      Balas
      • 56. Anonymous  |  13 Juni, 2013 pukul 12:48 pm

        rasa nya acil enor to bekawan dua acil kumala, sebelum bajual jaring sidin badua menyalon dulu. mengaritingkan rambut urang dua suduk rinjing. imbah nitu tampuntal rambut urang. ya ampih sidin menyalon lalu bajual jaring….damintu kisahnya anua ae…

  • 57. adit  |  5 Desember, 2011 pukul 4:42 pm

    BEH JANGAN MAULU ULU KALO PANK KAM TUE ANAK ACIL KUMALA PINA MARIGAT LIUR AJA DIPALIT AKAN WADAH URANG MARIGAT BANAR LAWAN JUA BAUTANG 2.000 AJA AKU MAUPAH 100 RP MAKANYA ACIL MALA BAJAJAHIT DI PULAU KAMBANG LAWAN ANAAK SIDIN BEKANTAN.IRANGAN .WARIK HAHAHAHAHAHAHAHAHAH BURIT NYA KALIATAN HA PULANG HAHAHAHAHAHAHAhahahahahahahahahah

    Balas
  • 58. Anonymous  |  6 Desember, 2011 pukul 6:54 am

    ayo para juriat keturunan junjung buih kita bersilaturahmi di sini kita berakat 2, jangan saling mencela,hanya orang dengki aja yang kada katuju lawan juriat kita,ayo para datu ,nini ,kesahakan lawan cucu cucu pian jangan diam,kasihan banyak keturunan sidin yang kada tahu bahwa mereka adalah keturunan junjung buih

    Balas
  • 59. jonathan  |  10 Desember, 2011 pukul 7:23 pm

    TUHA SUDAH WARIKNYA

    Balas
  • 60. juriyanti  |  10 Januari, 2012 pukul 7:04 pm

    eemm……,
    aq seneng lo baca cerita x…

    Balas
  • 61. Anonymous  |  11 Januari, 2012 pukul 11:13 am

    lamun bujur masih katurunan si din uln bapasan jaga ahlak d mana haja pian berada batutur bahasa nang baik lamun kd salah padatuan bahari pambawan sidin baik banar pintar lagi jdi jgn sampai mayupannakan

    Balas
  • 62. karthago  |  26 Januari, 2012 pukul 7:54 pm

    Saya hanya tau kalau Putri Junjung Buih adalah Raja Putri dari Kerajaan Nansarunai yang artinya Termasyur. Yang pada jaman dulu telah melakukan perdagangan dengan banyak kerajaan. Karena Nansarunai begitu maju, maka Nansarunai di serang oleh Majapahit yang di pimpin oleh Empu Jatmika. Kisah ini di kenal oleh keturunanya sebagai Usak Jawa. Nansarunai kalah bukan karena kalah sakti tetapi karena kalah jumlah, Cuma itu yang mungkin saya tahu saat ini.

    Balas
  • 63. Anonymous  |  9 Februari, 2012 pukul 6:20 pm

    Semoga saya bisa bertemu putri junjung buih amiennnnnn

    Balas
  • 64. Sa'adatul Khalisah  |  18 Februari, 2012 pukul 5:45 pm

    Kalau aku keturunan Putri Junjung Buih dangan Aji Batara Agung Dewa Sakti dari kerajaan Kutai..
    Dan alhamdulillah,, Nyai Junjung Buih saring datangi saya ..

    Balas
  • 65. junaidi  |  2 Maret, 2012 pukul 9:09 pm

    ibuku turunan raja2 sampanahan atau juriat raja2 tanah bumbu dan sultan paser,apakah ibuku jg turunan pangeran suryanata

    Balas
  • 66. Iwan Setiawan  |  6 Maret, 2012 pukul 9:17 pm

    uln kd juriat,,,umpat membaca lah,,,hehehhe,,,ada nang mangisahakan padatuan uln bahari seorang raja perampok di rantau,,,tepatnya kalumpang,,,uln kd tahu jua kisah urang tu bujur atau kada,,,yang pasti uln katuju mendangar kisah sejarah dari kerajaan banjar,,,mun kawa kisahakan sampai pangeran suriansyah,,,assalamu’alaikum para juriat,,, :)

    Balas
  • 67. arman  |  24 Maret, 2012 pukul 12:29 am

    Nagara dipa t4 kelahiran aku :-* !!!!

    Balas
  • 68. Anonymous  |  5 April, 2012 pukul 5:32 pm

    kenapa ya beberapa saudara perempuan saya sering didatangi putri junjung buih ? sedangkan kami berada di Riau, mungkin kah ada hubungannya dengan kerajan banjar ?

    Balas
    • 69. ngarso dalem  |  4 Juni, 2012 pukul 9:50 pm

      kda tahu lah yau

      Balas
  • 70. saleh  |  5 April, 2012 pukul 11:39 pm

    Nang Kayapa yo caranya mendapatkan naskah drama putri junjung buihni… adakah yang kawa membantu yg dingsanak2ni…perlunah…

    Balas
  • 71. adib  |  10 Mei, 2012 pukul 1:25 am

    maaf, mbari supan nya buhan ikam neh.. bedauran masalah legenda daerah kita sorang.. yg membaca kd buhan banjar aja wal ae..

    Balas
  • 72. tina . f  |  2 Juli, 2012 pukul 6:03 pm

    owh tenyata itu sejarah provisi kalimanatn

    Balas
  • 73. Anonymous  |  17 Juli, 2012 pukul 8:16 pm

    aku kd thu kturunn mana tpi datu bahari bkumpuln

    Balas
  • 74. Anonymous  |  2 Agustus, 2012 pukul 5:08 pm

    daur samuaan

    Balas
  • 75. rakyat biasa  |  22 Agustus, 2012 pukul 12:05 am

    kl memberi komentar baiknya menggunakan bahasa yg baik dan sopan. “supan aku membaca komen bubuhan banjar yg kasar lawan kada betata”. jgn sampai org lain menilai kl org banjar tu tdk ada sopan santunnya. jgn sampai menjelekkan suku banjar dg bahasa yg kasar dan tdk ada tata krama

    Balas
  • 76. alc  |  26 Agustus, 2012 pukul 4:47 pm

    luar biasa

    Balas
  • 77. Yun  |  26 Agustus, 2012 pukul 11:09 pm

    Ada hen kesah, 5than tadi pas masih skul dSMK2 d’amuntai,kan nginto dbelakangnya candi agung,kami nih 7bekawanan pas urang b’bagi rapot pahadangan, kami b’jalanan k’candi, “lalu ulun wan kawan ulun, bdua,banyanyian lagu ‘anak empu mandastana, dua bujang pilihan, sukmaraga,patmaraga sadang b’jajalanan dibawah mahligai putri, putri sari junjung buih, , , dst’
    tahuai kalu mun urang banjar lagu tu

    balum habis hen kami banyanyi tu, kami tu dudukan diparak dadanauan candi, tahu nangapa, s’iikung kami ni kada kawa badiri hen, asa lumpuh batis.
    Asa handak manangisanae kami ni, tapikir kami minta maaf,
    ‘uh, , , datu, kami minta maaf datuai, ada tasalah pandir, maaf datuai kami, , ,
    kada lawas kawaan hen kami b’diri, napank kami bulikanae dah k’sakolahan, dalam hati ulun tatap hen kapikiran, napa kah sidin kada terima kami b’nyanyi lagu tu,
    taingat ulun lagu tu, pahabisan lagu tu ngisahakan patmaraga lawan sukmaraga b’bunuhan kalu,
    subnallah, malipak dada ulun tatangis, purun nya kami manyanyiakan lagu tu diwadah urang, tahu maka tahu dilagu tu kuitan sidin sakit kada sakira.
    Sampai ulun dah kawin ni jadi pelajaran bgt hen ngint.
    Wasalam.

    Balas
    • 78. maya ani  |  17 Mei, 2014 pukul 5:43 pm

      Dulu punya tp sekarang nggak ada lg habis kebakaran rumah,sampai aku ada buku sisilah raja keraton banjar.

      Balas
  • 79. Anonymous  |  27 September, 2012 pukul 3:06 pm

    Siapa yg punya naskah putri junjung buih .. kalau punya kirim ke FB gua .. Plisssss banget gua butuh nih .. secepatnya
    Nama E-mail gua nih Humam.zaki@yahoo.com

    Balas
  • 80. Septia  |  3 Oktober, 2012 pukul 10:13 am

    Share dong saya juga msh cari info sejarah kerajaan banjarmasin krn saat ini saya selalu mimpi masuk kerajaan n kapal kerajaan banjar setiap malam..sdh bertanya kesana kemari sll dpt jwbn bahwa ada keturuan kerajaan banjar.krn nenek say asli org matapura mau tanya tp nenek udah meninggal. :(

    Balas
    • 81. topan  |  18 Oktober, 2012 pukul 7:55 pm

      nah sama, dapat mimpi

      Balas
    • 82. Iwan Setiawan  |  17 Juni, 2013 pukul 7:01 pm

      anda sekarang tingagl dmn …?
      datang aza kemartapura

      Balas
  • 83. fhadli  |  21 Oktober, 2012 pukul 9:58 am

    u4 komen jua nah……..

    no komen hahahaaaaa

    Balas
  • 84. fhadli  |  21 Oktober, 2012 pukul 10:00 am

    nah waktu penjajahan tahun sekitar 45 ada pelarian dari urang2 banjar bubuhannya nitu ada 7 org naah kalo’ae ada nang tahu sebab akibat bubuhannya kabur……..

    Balas
    • 85. Anonymous  |  2 April, 2013 pukul 1:58 pm

      Kami dari keturunan yang kabur tersebut berada di Tarakan.
      Moyang ku kembali lagi di Banjar dan wafat di sana. ngga tau dimana makamnya.

      followme : segaulpa@yahoo.com

      Balas
  • 86. Gusti XXX  |  26 Oktober, 2012 pukul 4:39 pm

    Saya keturunan pegustian banjar. Glad found this blog, kata ibu n bapak saya saya ada hubungan sma putri ini, sampe ortu saya ke paranormal buat ngebuktiin, n ternyata emang bnr, trus beberapa tahun lalu saya ke candinya (lupa tepatnya dimana) trus saya kemuseumnya, disitu kan ada tempat tidurnya putri, nah disitu (mw prcya ato ngk, saya sendiri masih ragu) ada penampakan perempuan sekilas make pakaian serba hijau duduk diatas tempat tidurnya itu, yg ngeliat penampakan itu gk cuma saya, ada sepupu saya umurnya tiga tahun, juga ngeliat, sampe dia minta pulang.

    Balas
  • 87. suri  |  14 November, 2012 pukul 3:08 pm

    Ulun handak tahu jua lagi ksah* nya,,,panasaran,,,maslh nya ading ulun waktu kawin samalam drasuki putri candi laras,,sampai wayahini,bila malam salasa ading ulun bapandir saurangan,
    d takunakan wan orang alim,jer orang alim bbuhan kam dasar memang katurunan orang asli candi laras,,,
    dmana lagi lah ulun handak mancari,silsilah nya,atau sajarah nya,

    Balas
    • 88. Anonymous  |  21 Desember, 2012 pukul 12:59 pm

      Anak_anak putri junjung buih tu .brapa ikung ??
      Ada kh yg bangaran putri mayang sari

      Balas
      • 89. edduary  |  22 Mei, 2013 pukul 8:08 pm

        Mayang sari tu anak ny sultan suriansyah, inya tu “ratu banjar d tanah dayak“. D segani bnr beliau ne leh urg dayak … Lmbang dari prsaudaraan dayak wn banjar … Makam sidin gen di olahkan rmh adat bnjar, pdhl d tanah dayak . Itulh ujr urg dayak sebagai tnda kasih wn cinta kami kpd urg banjar …
        Sorry out of topic …

      • 90. Anonymous  |  11 Januari, 2014 pukul 11:14 pm

        ada bujur anak sidin mayang sari

  • 91. Anonymous  |  9 Januari, 2013 pukul 1:48 pm

    ayo bubuhan zuriat kita besatu, buhan pegustian sudah membangun kerajaan banjar pulang .. kada salah mun kita maangkat kerajaan Dipa pulang

    Balas
  • 92. Anonymous  |  10 Januari, 2013 pukul 8:08 pm

    Ayo kita bangun kerajaan dipa /Dana yang hancur d serang kerajaan jawa

    Balas
  • 93. Anonymous  |  10 Januari, 2013 pukul 8:09 pm

    Ayo kita bangun kerajaan daha/ dipa yang d serang kerajaan jawa

    Balas
  • 94. adelia  |  19 Januari, 2013 pukul 11:40 pm

    urang mana kah sampian sabarataan…..mun ada juriatnya banjar jgn becakutan

    Balas
  • 95. aminatun rizkiyah  |  25 Januari, 2013 pukul 5:41 pm

    aq juga keturunan putri junjung buih ,
    pangeran suriyansyah, bubuhan candi agung dan termasuk bubuhan keturunam datu2 buaya

    Balas
  • 96. aminatun rizkiyah  |  25 Januari, 2013 pukul 5:57 pm

    kalo aq pas ke candi agung kak ku kerasukan PUTRI JUNJUNG BUIH kk aq menari ,kalo kk ku yg cowo kerasukan macan hirang dan kalo kk ipar ku kerasukan buaya

    Balas
  • 97. daus  |  7 Februari, 2013 pukul 10:06 pm

    adkah yg baisi gmbar putri junjung buih ulun minta fank gsan dkamar ulun

    Balas
    • 98. Anonymous  |  12 Februari, 2013 pukul 1:43 pm

      Datangi kerumah Nda foto putri junjung buih wan pangeran surya nata Nx ada zharr …hehe

      Balas
      • 99. daus  |  19 Maret, 2013 pukul 9:03 pm

        dmna rmah ikam nyman aku dtangi nah

  • 100. ares imoogi  |  15 Februari, 2013 pukul 3:28 am

    mun jadi KATURUNAN pada sakit kawanae,org te ZURIAT pintar ae mnyambat nya…..

    Balas
  • 101. Anonymous  |  23 Februari, 2013 pukul 10:09 pm

    MPU JATMIKA sadar akan siapa dirinya bahwa beliau bukan keturunan Raja, jadi hanya sebagai pejabat sementara mengisi kekosongan, Jadi kalau raja itu harus trah garis lurus keturunan yang berhak menduduki jabatan seorang Raja sepanjang masih ada keturunan secara garis lurus, namun apabila garisnya sudah habis, baru kemudian Saudara Raja, kalau masih ada garis turunannya saudaranya tidak berhak menduduki jabatan seorang Raja, apalagi Garis turunannya sangat jauh walaupun masih sedarah, jadi benar Mpu Jatmika takut akan kutukan, karena Kerajaan Banjar penuh dengan adat yang sangat kental dan sakral.Jadi apabila ada seorang Raja yang mengambil alih tahta kerajaan khususnya Banjar tanpa ada persetujuan keluarga yang berhak/ alamul ghaib , maka tunggul tanggal mainnya, kutukan itu mungkin akan terjadi baik terhadap dirinya maupun keluarganya.

    Balas
  • 102. Anonymous  |  27 Februari, 2013 pukul 6:14 pm

    Sejarah boleh hilang ,tapi juriat trah keturunan putri junjung buih kada hilang,kami sebagai warga nagara ingin membentuk Kerajaan Daha kembali,Tunggu tgl mainya,ayo yang merasa keturunan warga Daha,kita bentuk kerajaan Daha kembali

    Balas
    • 103. Sayyid Trane  |  5 Maret, 2013 pukul 9:05 pm

      anak nyaa ada namanyaa putri tunjung buih, ix b’kawanan lwn kami, pass bnaar ix m’anggap kku kai nya

      Balas
  • 104. HAMBA ALLAH  |  10 Maret, 2013 pukul 12:37 am

    mslh itu ja abut,mslh zuriat atau katurunan haja di abutakn,mun bjur2 zuriat sdin buktiakn lwn kalakuan jgn kalakuan nang mambari supan,supan jua org mangakui kaluarga mun kalakuan kaya bala,mun hndk kada lg kasurupn banyaki m’ingat tuhan jgn m’ingatajn babinian,mun sdh kuitan jd tukng garubak kd d akui,mun sdh mslh zuriat katurunan pina pa inya na sdh,nang kasurupan t luku jin wara ha yg marasuki yg hndk manyasatakn manusia,kena akhr na drmh manyadiakn sesajin,pas sirik jd na,ingat2 kt ne hamba allah laen hamba setan,mun bgn putri t jrng mao marasuki org,aplg org na mental wan fisik na lamah,agama na lamah,yg ada jin wara t nang hndk manyasatakn kt……..

    Balas
  • 105. rusyana  |  13 Maret, 2013 pukul 2:59 pm

    Ass,Datu Pangeran Suryanata dan Putri Junjung buih adalah orang yang arif bijaksana,sy srg di datangin Beliau,kai sy urg martapura cm kai alm pergi ke sanga2 dan tinggal di sana sampai akhir hytx,nm kai sy muhammad said

    Balas
  • 106. Anonymous  |  13 Maret, 2013 pukul 6:08 pm

    Hidup kerajaan daha dipa,kita bangkit lagi,kapan ya kita bentuk kerajaan daha dipa

    Balas
  • 107. Anonymous  |  16 Maret, 2013 pukul 12:21 am

    boleh saya koment .
    saya tahu dimana putri junjung buih berada.

    Balas
  • 108. rusyana  |  16 Maret, 2013 pukul 5:22 pm

    Klu blh tau dimn Beliau brda y?

    Balas
    • 109. Anonymous  |  9 Februari, 2014 pukul 12:06 am

      Aku urg tanjung tabalong, pada inti nya jauh sblum ada nya candi agung krjaan tanjung puri lah yg bdahulu, jdi basusunyi hudah jgn saikung ikung ma akui zuriat

      Balas
  • 110. Anonymous  |  2 April, 2013 pukul 2:12 pm

    Kata Ibuku dan pamanku kami keturunan dari Datuk Pangeran Surya Nata. Dan keris Naga pernah di pegang Paman saya yang di dapat dari Ghaib dan telah dikembalikan ke asalnya. Kami dari keturunan yang mengasingkan diri dari kejaran Belanda dan pengikutnya. Moyangku kembali lagi di banjar dan meninggal disana. Ibu dari Kai’ku anak dari Kyai Haji Anang Jauhari yang merantau di daerah kabupaten Bulungan dan diangkat menjadi kadhi di kesultanan Bulungan( karena sejak remaja berguru di Mekah) yang di tinggalkan pamannya di Mekah menunaikan Haji. Bapak dari Kai’ku juga dari Banjar entah namanya siapa sepertinya jaman dahulu status dirahasiakan. Kenapa ya?
    Jika ada juriat kami yang lain silahkan kontek saya di FB.

    segaulpa@yahoo.com

    Balas
    • 111. Ummi Etty  |  5 Mei, 2013 pukul 10:04 pm

      wah….di cari di fb kenapa tidak diketemukan

      Balas
  • 112. Ummi Etty  |  5 Mei, 2013 pukul 10:07 pm

    klo aku kd ngerti masalah juriat mana…malah aku bingung gampiranku nih siapa…yg yang madahi putri mayamg maurai…tapi aku googling putri mayang maurai kadada di candi agung amuntai..

    Balas
  • 113. mustafa kamal  |  6 Mei, 2013 pukul 9:32 pm

    ibu saya semasa hidupnya sering didatangi dan berkomunikasi dgn nenek putri junjung buih. beliau mengatakan nenek putri memakai pakaian serba putih. kata ibu saya, dulu sewaktu dilamar oleh pangeran dr tanah jawa, dihadiahi sepasang keris yg dibuat oleh empu supo (satu pendek dan yg satunya panjang). keris tersebut (yg panjang) bernama syeh jangkung. kpd saudara2 sekalian saya ingin menanyakan kebenaran kisah tersebut di atas yg saya tuliskan . kisah ini di dapat oleh almarhumah ibu syah dari hasil komunikasi ghaib dgn nenek putri junjung buih dan syeh jangkung. ( kudus.forex1@gmail.com )

    Balas
  • 114. SURNADI Ar-Rantauwim Tanbu  |  7 Mei, 2013 pukul 12:55 pm

    Tahuai kalu lawan lagu dangdutx Putri Junjung Buih nang d nyanyiakn oleh Alm. Meggy.Z ??

    Balas
  • 116. morales  |  21 Mei, 2013 pukul 7:46 pm

    umpat begabung dangsanak sabarataan lah…

    Ulun ketuju jua mendangarkan kisah itu. dulu waktu uln masih halus rancak dikisahkan alm. abah uin…. karena ulun lahir wan ganal di salah satu kabupaten di Kal-sel sedikit banyaknya merasa himing jua di daerah kita ada kerajaan… setelah beranjak dewa seiring dengan perasaan ingin tau saya sambil menjalani hidup sambil mencari-cari kisah kerajaan banjar dan ternyata banyak dengan berbagai macam persi kisahnya.

    Secara umum memang banyak ditemukan peninggalan-peninggalan jaman kerajaan contohnya misalnya yang jarang kita ketahui di tenggara kal-sel di sana ada kerajaan sampanahan, sebamban, kemudian juga ditemukan makam yang konon katanya raja Sigam dan Ratu Intan sekalipun bangunan secara fisik tidak ditemukan.

    Secara khusus kerajaan/kesultanan/keraton banjar dirasa memang perlu ada regenarisi secara konkrit termasuk apa yang disebut dengan juriat/keturunannya, dalam hal ini dipandang perlu karena dalam rangka untuk mempertahankan eksistensi budaya lokal kita. akan tetapi, yang katanya keturunan dari kerajaan banjar kita tidak tau pasti posisi/status/peran serta nenk moyang mereka pada “jamannya” sebagai apa????

    Jawabnya! “apapun status atau perannya pada jaman itu tidaklah penting” akan tetapi yang paling penting adalah “bagaimana mempersatukan yang benar-benar keturunannya dalam berbagai kelas”. Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa kita memang keturunannya secara nyata bukan berdasarkan melalui kesurupan, mimpi dan lain sebagainya.

    Pada dasarnya akan lebih baik manakala adanya respon positif terhadap menimbulkan kembali kerajaan-kerajaan yang sudah lama tidak terdengar, sebagai salah satu contoh pengukuhan kembali Kesultanan Banjar. sebenarnya masih banyak kerajaan-kerajaan dikal-sel yang perlu dikukuhkan lagi, terakhir saya baca di wikipedia sebelumnya ada 6 kerajaan di kal-sel. terlepas dari masih keturunan junjung buih atau tidak yang jelas disana berdiri kerajaan-kerajaan di kal-sel.

    Sebagai penutup dari coment saya, saya mau menyampaikan dan itu pun baru sekarang saya menyadarinya:
    Silahkan dengarkan lagu Sultan Suriansyah kalo gak salah, yang jelas dalam salah satu kalimatnya berisi kalimat “rakat mupakat wan Sa-jaan”. Perlu kita ketahui bersama Sa-Ijaan merupakan zargonnya pulau laut (Kotabaru)….

    Dimana ternyata di Kalimanatan Selatan memang banyak berdiri sebuah kerajaan-kerajaan sekalipun kecil…..

    Balas
    • 117. Iwan Setiawan  |  17 Juni, 2013 pukul 7:21 pm

      betul,,,di desa kami akar begantung kecamatan martapura, dahulu ada terdapat kerajaan akar begantung,,,dahulu kata orang2 di desa tersebut ada terdapat tiang kerajaanya,,,tpi sekarang sdh tidak ada lagi, entah gmn, mungkin terkubur kali,,hhehehhe,,,saya tidak tau pasti jg,,,tapi orang di desa sana tau sejarahnya kerajaan akar begantung, setidaknya ada sedkit :)

      Balas
  • 118. Power Rangers  |  23 Mei, 2013 pukul 9:22 am

    Karamput haja kisah ne !!!@:&/=(?;&;/=((%;*

    Balas
  • 119. Anonymous  |  23 Mei, 2013 pukul 8:02 pm

    Insya Allah kami akan membangun kerajaan daha lagi,biarlah ahli sejarah Yg jujur dan paham betul,dimana keturunan puteri junjung buih yg berada,hidup kerajaan daha

    Balas
  • 120. Anonymous  |  26 Mei, 2013 pukul 7:39 pm

    ulun gen keturunan pangeran suryanata….tiap thun kami memanggl nya dg cara spritual drumah….pangeran suryanata ada lh raja bnjar skaligus para aulia allah….maka dr it jangan mengaku ngaku ktrunn raja bnjar kalo nya kelakuan,sipat,pian2 kd sama lwn yg d akui….jangan membri supan pedatuan buhan x ae….handak mlhat pedatuan bhgia,himung,bjur2 kelakuan….ulun ktrun sidin,jd ulun kapan j bisa memanggl nya…dr GT.H KHAIRUL MAHFUZ

    Balas
  • 121. morales  |  27 Mei, 2013 pukul 2:23 pm

    Salam Hormat kepada Agan Herie……

    Setidaknya melalui tulisan ini membuat sebuah inspirasi bagi masyarakat Kal-Sel pada umumnya, sekaligus sebagai wadah untuk mengenal 1 sama lain.

    Mudah-mudahan bagi mereka yang benar-benar sebagai keturunannya dapat menjalin silaturahmi yang lebih kondusif lagi demi tercapainya kejelasan dari yang katanya keraton: junjung buih, suryanata, dll yang ada di Kal-sel.

    Dalam hal ini sih sangat sederhana untuk mengidentifikasi bagi mereka yang benar-benar keturunan dan juga yang ngaku-ngaku. Barangkali dengan menyusun kembali garis keturunan masing-masing maka disana akan kelihatan kebenarannya. Sehingga bagi mereka yang ngaku-ngaku sedikit banyaknya merasa terfilter dengan adanya garis keturunan tersebut.

    Coba kalo itu dilakukan Isyallah akan terangkai semua yang ada hubungannya dengan apa yang ditulis di atas dan pada akhirnya akan terintegrasi menjadi satu kesatuan yang kuat dalam masyarakat kita.

    Suatu kehormatan bagi saya bisa gabung dengan agan-agan yang memang dari keturunan keraaan Banjar..

    Salam Hormat pada dangsanak sebarataan……..

    Thank….

    Balas
    • 122. Iwan Setiawan  |  19 Juni, 2013 pukul 1:25 pm

      bener mas,,,kebanyakan ngaku,,,bukan jurian murni,,,melainkan saudara dari saudara dari saudaranya yg juriat,,dia dah ngaku juriat,,,garis juriat kerajaan banjar ada di tangan masing2 juriat,,,dan tidak untuk di publikasikan,,,jin setan dan teman2 nya dalam merasuki manusia dia bisa mengaku siapa saja, kecuali 1 yg tidak dia bisa, mereka jin setan dan teman2 nya tidak bisa mengaku nabi muhammad. titik

      Balas
  • 123. Anonymous  |  1 Juni, 2013 pukul 6:55 pm

    Kami dari nagara ,keturunan puteri junjung buih & pangeran suryanata ,kami pun dapat memanggil beliau secara spiritual,sebenarnya agama beliua adalah hindu kaharingan,beliau tidak mempersoalkan keturunan beliau yg banyak beragama islam,ayo rakyat daha yg merasa keturunan sidin ,dimanapun berada , kita bangun kerajaan daha kembali,biar sejarah yg bicara

    Balas
  • 124. Arul  |  6 Juni, 2013 pukul 1:27 am

    Assalammualikum.

    Balas
  • 125. Anonymous  |  12 Juni, 2013 pukul 11:11 pm

    Assalamualaikum. ulun ini ada katurunan bubuhan alabio pang nah, lagi halus rancak jua mudik kewadah abah ulun dialabio. kaluarga banyak di nagara. bahari pernah abah ulun manunjuk akan pusaran banyu disungai negara, jer sidin to pusaran banyu bakas putri junjung buih timbul disitu jer. tahu wayah ini masih adakah pusaran banyu y to lagi lah. wassalam

    Balas
  • 126. Anonymous  |  13 Juni, 2013 pukul 8:11 pm

    Walaikumsalam ,bujur dingsanakai d pusaran banyu situ kerajaan daha /puteri junjung buih berada,ayo sejarah jangan hilang lagi kerajaan daha ,
    kami himbau yg merasa keturunan sidin kita bangun kerajaan daha kembali

    Balas
  • 127. Iwan Setiawan  |  17 Juni, 2013 pukul 7:33 pm

    klau kalian memang benar keturunan putri unjung buih saya inginbertanya, putri junjung buih itu sebenarya anak siapa???

    sedikit keterangan,,,tidak punya bapa dan tidak punya ibu = nabi adam a.s,,,tidak punya bapa tapi punya ibu = nabi isa a.s,,,tidak punya ibu tapi punya bapa = siti hawa,,,punya bapa dan punya ibu = nabi besar muhammad s.a.w ,,,liat di kuin tepatnya di samping makan pangeran suriansyah,,di situ ada ama gelar orangtua putri jujung buih dari kerajaan bawah laut,,,itupun gelar,,,jadi yg saya pertanyakan,,kalau memang kalian benar-benar juriat putri jujung buih,siapa nama sebenarnya orang tua puti junjung buih???

    kalau ada salah atas apa yg saya tulis di atas,,,mohon d tegur,saya minta maaf :) salam semuaya

    Balas
  • 128. Anonymous  |  22 Juli, 2013 pukul 5:46 am

    manong no goy

    Balas
  • 129. Muhammad Rizky A.R  |  26 Juli, 2013 pukul 1:45 pm

    Lalu ja banyak yang ngaku keturunan sidin, kypa kisah asli nya tadih amun bubuhan situ asli keturunan sidin ? Handak tahu nah kisahnya bos ay (y)

    Balas
  • 130. Muhammad Rizky A.R  |  26 Juli, 2013 pukul 1:55 pm

    Mana yg keturunan sidin tadi ? ulun betakun pang Pas pangeran suryanata duduk dipelaminan wan putri junjung buih kypa kisahnya lagi ? Pangeran betatap muha lawan putri apa jadi nya pas kejadian diatas pelaminan ? Pangeran tu meninggal kah hilang secara ghaib ? Dimana pertama kali pangeran tetamu wan putri ? Kypa jadi pangeran nikah wan putri Keturunan nya komen mun nang tahu asli,. Makasih :)

    Balas
  • 131. M.fadly  |  27 Juli, 2013 pukul 9:19 pm

    Kababanyakan mangaku juriat’y. Apa kd sabarataan cakadaham juriat’y. Mundasar bujur juriat’y kawa mamanggil bubuhan pangeran surianata wan ratu junjung buih. Mun lahir kd babiji palir pirak kd usah mangaku katurunan’y. Mun kawitan bibini kd tabuat naran mas atau andin kd usah bapadah katurunan’y. Mangaradau ja kisah, asing2’y mangaku.

    Balas
    • 132. Idah  |  12 November, 2013 pukul 7:42 am

      Nini ulun ngaran mukanya mas, kira2 ada katurunan kah yo?

      Balas
  • 133. Anonymous  |  14 Agustus, 2013 pukul 6:09 pm

    Juriat kami sudah d rampas ,tapi darah kami masih keturunan puteri junjung buih,puteri junjung buih be pesan kepada kami tiap malam jum’at biarkan sejarah yg bicara,(pangeran arya)dari kuin

    Balas
  • 134. Muhammad rafadillah  |  27 Agustus, 2013 pukul 2:29 pm

    dari mana lu tau ?
    kalo lu mau tau
    nenek moyang kakek ku prajurit istana

    Balas
  • 135. Muhammad rafadillah  |  27 Agustus, 2013 pukul 2:38 pm

    dari mana lu tau ?
    kalo lu mau tau
    nenek moyang kakek ku prajurit istana

    jangan sembarang ngomong ya
    gue ini keturunan kerajaan dipa !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas
  • 136. Anonymous  |  10 September, 2013 pukul 4:46 pm

    ya,,pangeran surya nata dan putri junjung buih,,sekarang ada di kerajaan gaib,

    Balas
  • 137. Anonymous  |  10 September, 2013 pukul 4:49 pm

    dan memang benar kalau kelambu kuning itu tempat singgah beliau,,

    Balas
  • 138. Rizky aditya Pratama  |  21 September, 2013 pukul 12:09 am

    klo org mewarisi keturunanan andin
    apakh msh ada hubungn dgn raja2 Bjr

    Balas
  • 139. Anonymous  |  22 September, 2013 pukul 5:44 pm

    Kami dari keturunan antung asli keturunan puteri junjung buih dari nagara (arya d kuin)

    Balas
  • 140. cucu suryanata  |  4 Oktober, 2013 pukul 12:58 pm

    Unda ne kturunan pangeran

    suryanata

    Balas
    • 141. cucu suryanata  |  4 Oktober, 2013 pukul 1:01 pm

      Kai barabai nini margasari parak candi

      Balas
  • 142. Anonymous  |  15 Oktober, 2013 pukul 11:36 am

    uln lain katurunan ,,,mun pian katurunan asli,,,siapa nama asli orang tua putri junjung buih ? :)

    Balas
  • 143. Muchtar alvaro  |  30 Oktober, 2013 pukul 6:11 pm

    Caka u kawa meliat putri mayangsari ampih amm penasaran , soal nya waktu kecil u sering berteman dengan putri mayang sari ujar keluarga u

    Balas
  • 144. Anonymous  |  4 November, 2013 pukul 11:43 pm

    Aque juriat putre junjung burit,dimana yoo…makamnya??

    Balas
  • 145. Idah  |  12 November, 2013 pukul 7:37 am

    Mun versi lain yg pernah ulun baca tentang sejarah kota kandangan. Putri junjung buih wan pangeran suryanata itu adalah raja dan ratu boneka yg dijadikan oleh Lambung mangkurat. Yg mana kisah putri junjung buih diceritakan hasil dari tapa hanyalah karangan yg dibuat-buat oleh Lambung Mangkurat, sabujurnya putri junjung buih adalah seorang gadis asal hulu balangan.. Wallahu’a’lam.. Tp gadis balangan dasar bungas-bungas wan putih kuning pang, jd tebayang kecantikan putri itu kaya gadis balangan.

    Balas
  • 146. syarief  |  25 November, 2013 pukul 11:51 am

    assalamualaikum,,,saudara2 ulun yg gagah dan cantik sesama org islam’klu kalian merasa keturunan tolong pangeran suryanata dan putri junjung buih ‘jg akhalak,kelakuan perbuatan kalian jgn slalu mnghina satu sma laen’ mereka org baek,ap kah ALLAH SWT memandang keturunan kita,tentu lah tdk yg d pandang ALLAH SWT iman dan taQwa kt

    Balas
  • 147. budhie pratama  |  25 November, 2013 pukul 8:52 pm

    klo kata nenek ku sich,..mash keturunan putri junjung buih …benar gak x hanya tuhan yang tahu..begitupun cerita rakyat ini bnyak cerita mistis x ..apa bener seperti itu yach…??? versi x juga bnyak susah cari yg mana yg benar !!!!!!

    Balas
  • 148. Anak banjar  |  11 Desember, 2013 pukul 10:04 pm

    Assalamu’alaikum….
    “uln mgkn laen zuriat,tp mndgr crta2 urg bhari,,,mgkn putri junjung buih ‘n pgeran suryanata mgkn emg ada,,,tp klo emg kalian zuriatx,,,apakh kalian pnya silsilahx,,,,krn zuriat tnpa silsilah sulit d’bnrkn,,,krn bukti zuriat plg kuat adalah silsilah,,,,tp biar asli zuriat+pnya silsilah mun gawian ngaradaw kd karuan tampuh malah mbari muar lagi,,krna mbari supan pedatuanx saurang…apalagi misalx smpae memekan hak urg bnyk,,,na’udzubillahhhh,,,,
    ampun maaf mun tasalah lah,,,

    Balas
    • 149. udin sahregai  |  1 Januari, 2014 pukul 12:54 pm

      Kita ni samuaan sama haja padatuan mulai kai ADAM.

      Balas
  • 150. qoulik  |  19 Januari, 2014 pukul 12:00 pm

    yakah

    Balas
  • 151. qoulik  |  19 Januari, 2014 pukul 12:07 pm

    jangan mahuhulut, kalu kaina ku suruh buhan buhaya hirang manguracak ikam, kami sangkal dipadah kan kya itu, ba apik baucap tu.. Amun kada handak mati kd kakaruan

    Balas
  • 152. Putra junjung buih  |  4 Februari, 2014 pukul 8:52 pm

    cerita Putri junjung buih dan pangeran suryanata itu emang bnar adanya..aku dangsanak ae pemain dayung perahu naga,nama klub kami PUTRA JUNJUNG BUIH”kaladan,tapin.kami maangkat kuitan,lwn putri junjung buih dan pangeran suryanata.waktu kami brtanding..di Banjarmasin dan Marabahan.teman2 ku melihat putri junjung buih dan pangeran suryanata d dalam perahu naga kami,putri junjung buih (mama kami memangilnya) berdiri d depan perahu d depan penabuh gendang,sedangkan pangeran suryanata (abah) berdiri belakang tukang sampan..kami yg bermain pun sering d bantu oleh para pengawal2nya..di gampiri jar urang banjar..ga terasa cape saat brdayung,bla di gampirinya.tpi bukan kerasukan,bila sdh selesai brdayungnya merika pergi dgn sendirinya dr badan kami.itu sebab nya aku prcya putri junjung buih dan pangeran suryanata it ada..bukan metos belaka.

    Balas
  • 153. pina sulita  |  24 Februari, 2014 pukul 2:53 pm

    pusing kepala q lihat komen yg aneh2

    Balas
  • 154. taupan  |  25 Februari, 2014 pukul 3:34 pm

    hati2 kalian berbicara mengenai nini pedatoan saya.entar kualat kena kutuk karena inisemua bukan mitos atau sejarah usang.saya bukan keturunan asli asal saya ntb tapi istri saya titisan asli dari eyang putri junjung buih dan eyang putri nyi rorokidul.sidin hampir tiap malam betemu wan ulun melalui raga istri ulun.wilayah kekuasaan sidin dari banjar smpi pangkalanbun/kotawaringin.di alam kita sidim punya makam.dialam khayangan sidin masih mengawasi anak cucu keturunan sidin.ayahanda eyang putri junjung buih adalah nabi haidir.nang memelihara banyu sampean berataan selama ini.

    Balas
  • 155. taupan  |  25 Februari, 2014 pukul 3:36 pm

    hanya orang2 bersih tak banyak dosa dan piktor yang bisa bertemu sidin.

    Balas
    • 156. odah galauu  |  14 Maret, 2014 pukul 12:30 pm

      suami qu ktrunn bidadari yg selendangx dicuri wkt mnd,aq prcy tntng crt it aq asli urg banjar laki q urg barabai salam kenal bubuhanx lh umpt bgbng nah.

      Balas
  • 158. i!s  |  6 April, 2014 pukul 2:38 pm

    apa kah yang paling menarik untuk di baca
    dari semua
    cerita kalsel***

    Balas
  • 159. Pangeran Haderiansyah  |  14 April, 2014 pukul 11:40 pm

    Assalamu alaikum.
    Maaf sebelumnya untuk semuanya yg komentar tdk karuan.
    Saya hanya ingin menyampaikan beberapa hal disini.
    Bahwa saya adalah Pangeran Sebenarnya, nama saya Pangeran Haderiansyah bergelar “Pangeran Muda”
    Saya dilahirkan di Tapin, 10 juni 1994 / 1 muharram 1415, tepat pada tengah hari jum’at kliwon, saya merupakan keturunan asli dari Pangeran Suryanata & Putri Junjung Buih. Dan saya diangkat sebagai Pangeran satu-satunya yg menjaga banua ini agar terhindar dari bala bencana yg disebabkan oleh orang jaman sekarang banyak berbuat maksiat, saya diperintahkan untuk mengingatkan kalian jika tetap melakukannya maka bencana besar akan melanda banua ini.
    Saya melanjutkan tugas dari Pangeran sebelumnya yg telah meninggal dunia, beliau orang amuntai, tidak semua keturunan Pangeran Suryanata & Putri Junjung Buih menjadi Pangeran yg sebenarnya, hanya satu seumur hidup, ketika meninggal maka akan digantikan posisinya oleh orang pilihan yg juga berdarah turunan dari Pangeran Suryanata & Putri Junjung Buih.
    Jadi bagi yg diatas yg merasa turunan tolong perbaiki akhlak kalian, jika kalian yg diatas berkata kasar bukan termasuk dari golongan kerajaan, karena kalian tau bahwa Pangeran Suryanata & Putri Junjung Buih itu berwibawa & memiliki tutur kata yg baik, tidak sembarang bicara seperti diatas tadi.
    Mungkin itu saja yg saya sampaikan saya sekarang berdiam di sekitar kab. Tapin
    Terima kasih atas perhatiannya
    Wassalamu alaikum.

    Balas
  • 160. shariey salsa  |  16 April, 2014 pukul 9:19 am

    ternyta legenda junjung buih memng nyta

    Balas
  • 161. maya ani  |  17 Mei, 2014 pukul 5:06 pm

    Putri mayang sari meninggal ditamiang layang aku juga masih turunannya.

    Balas
  • 162. maya ani  |  17 Mei, 2014 pukul 6:00 pm

    Putri junjung buih punya 4 saudara salah satunya anak laki2 yg namanya pangeran samudra yg bergelar pangeran suriansyah,asal usul nama junjung buih itu diberikan ada sejarahnya tp aku lupa soalnya udah lama nggak baca buku sisilah raja kerajaan banjar.

    Balas
  • 163. imbran  |  21 Juni, 2014 pukul 11:20 am

    Eh dasar penjajah yg pandai mengarang cerita, tau lah PUTRI junjung buih itu asalnya dari KERAJAAN TANJUNG PURI, dasar penjajah berkedok

    Balas
  • 164. imbran  |  21 Juni, 2014 pukul 11:33 am

    kerajaan TANJUNG PURI DAN KERAJAAN NANSARUNAI,itu adalah saudara itu kerajaan pertama dan ASLI Kerajaan Kalimantan Selatan. kerajaan banjar itu lanjutan kerajaan Nansarunai yg di campur dgn org pendatang pelarian majapahit. dan yg asli org kalimantan itu adalh putri junjung buih dari kerajaan Tanjung Puri dan di menikah dengan keturunan empu jatmika, dgn penuh janji,Tapi nyatanya bubuhan empu jatmika mendustai dan sampai sekarang mendustai pandai mengarang cerita,,,

    Balas
  • 165. imbran  |  21 Juni, 2014 pukul 11:37 am

    yang ASLI kerajaan Kalimantan selatan Itu adalah kerajaan Tanjung Puri dan Kerajaan Nansaruni.
    kerajaan banjar itu campuran jawa,

    Balas
  • 166. irsyad  |  8 Juli, 2014 pukul 2:47 am

    Assalamualaikum…
    kndak tahu zuriat nah.
    kai ku Ngaran sidin ANTUNG ALI gelar sidin KAI LAMUT .
    apa ada yg smpai ksni kah cu’urnya????

    Balas
  • 167. abdussani  |  30 Juli, 2014 pukul 10:06 pm

    Orang bandar masin…..
    Tumpahdarah banjar masin
    Keturunan hulu sungae
    Daerah barikin dan amuntae

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia
Komunitas Blogger Kalimantan Selatan Ensiklopedi Borneo Kalimantan

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 241,905 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Fotografi

IMG_9999

IMG_9997

IMG_9982

More Photos

RSS ClickBorneo.Com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d bloggers like this: