Masihkah Blog di Perlukan?

11 Oktober, 2011 at 2:50 pm 3 komentar


ilustrasi blog dan jejaring sosialDi era sosial media (jejaring sosial), prediksi runtuhnya popularitas blog memang sempat bermunculan. Indikasi tersebut melihat dari tingkat kesenangan dan fasilitas yang umumnya diberikan situs-situs jejaring sosial itu sendiri. Seperti chating, games dan banyak lagi. Tapi benarkah blog sudah jauh tenggelam dan tidak diperlukan lagi?

Pernahkah anda memperhatikan ketika sedang menggunakan mesin pencari, lalu mesin pencari itu membawa anda ke ke sebuah situs, tahukah anda siapa pengelola situs tersebut? Kebanyakan situs-situs itu adalah blog. Banyak sekali informasi-informasi di dunia maya justru datang dari tulisan seorang blogger. Entah itu soal tips wisata, informasi daerah, tips dibidang internet, kisi-kisi soal ujian nasional, resep masakan hingga teknik-teknik perbaikan barang elektronik.

Begitulah, blogger bisa datang dari siapa saja dengan profesinya masing-masing. Berangkat dari sana, tak dapat dipungkiri bahwa peran serta blogger dalam memperkaya dunia informasi sangatlah banyak. Jika anda sering mencari sesuatu menggunakan mesin pencari (search engine) dan ternyata justru bloglah yang kerap memberikan bantuan, maka pertanyaan tentang masihkah blog diperlukan bisa anda jawab sendiri.

Secara teknis bisa dijelaskan lebih rinci sebagai berikut. Mesin pencari semacam google, setiap hari menjaring informasi-informasi di internet lalu memasukkannya ke dalam daftar indeks mesin pencarian. Jika diamati, semua daftar dalam mesin pencarian umumnya adalah blog. Kenapa bisa demikian? Karena informasi yang ada di jejaring sosial, tertutup oleh eksklusivitas jejaring sosial itu sendiri yang tidak difokuskan untuk berada di mesin pencari (search engine).

Kita harus melakukan pendaftaran untuk menemukan informasi di dalam jejaring sosial, bahkan harus melakukan hubungan pertemanan untuk mendapatkan informasi gratis dari teman kita tersebut, itu pun terkadang (maaf) bukan informasi yang membuat isi kepala menjadi segar dengan pengetahuan. Artinya apa?

Blog tidak ekslusif, bahkan terbuka untuk umum dan kapan saja bisa diakses informasinya (dalam kasus tertentu, memang diijinkan blogger menutup semua informasi agar tidak terjaring oleh mesin pencari atau melakukan privatisasi dalam artikel-artikelnya), tapi itu jarang terjadi. Bahkan sebaliknya, blogger berusaha agar artikelnya mendapat posisi terbaik di search engine.

Nah, di sinilah nilai tambah blog yang sementara belum tertandingi situs jejaring sosial. Blog yang memiliki banyak pengunjung, seringkali di lirik oleh pihak ketiga (korporat) untuk melakukan penawaran pemasangan iklan. Ya, banyak blogger telah mendapatkan pasif income dari blognya. Selain iklan, blog juga bisa mendatangkan peluang bisnis baru dengan cara;  penawaran review situs-situs bisnis, atau memasarkan produk sendiri langsung di blog. Karena blog bersifat pribadi, milik kita sendiri, semua informasi tak akan diganggu dengan banyaknya informasi atau curhat milik orang lain seperti di jejaring sosial. Dengan kata lain, blog itu fokus! Fokus untuk menulis. Karena nyawa sebuah blog adalah, update tulisan. Artinya, blog secara tidak langsung mengajarkan kepada seseorang untuk disiplin dalam menulis.

Blog dan Jejaring Sosial, Manakah yang Lebih Unggul?

Semangat berbagi informasi adalah ciri khas seorang blogger. Bukan informasi-informasi yang hanya cukup ditulis 140 karakter, tapi bisa berpanjang-panjang laiknya artikel dengan daya dukung gambar bahkan video. Itu pun masih didukung dengan halaman komentar, untuk memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk bertanya atau memberikan pembahasan tentang artikel yang sudah ditulis. Apakah itu sebuah kelebihan blog? Jejaring sosial semacam Facebook kini pun sudah memiliki fasilitas ‘catatan’. Bahkan isu terbaru juga akan memiliki daya dukung fasilitas upload video. Tapi fungsi khusus jejaring sosial tetaplah tidak memfokuskan diri pada, membuat catatan atau menulis secara panjang lebar laiknya blog. Jika digambarkan, jejaring sosial facebook itu tak ubahnya seperti mall. Semua ingin disajikan.

Perdebatan antara blog dan jejaring sosial, facebook khususnya, mana yang lebih unggul memang tak pernah selesai. Saya tidak mengajak untuk berhenti menggunakan jejaring sosial. Namun jika ingin ditarik garis lurus, kedua media – antara blog dan jejaring sosial itu berbeda jenis dan fungsinya. Perbedaan fungsi keduanya itu, sebagai blogger saya justru lebih mengefisiensikan jejaring sosial sebagai penunjang aktifitas ngeblog. Dengan kata lain, jejaring sosial menjadi alat promosi gratis untuk mempopulerkan blog. Itu saya lakukan atas kesadaran bahwa blog lebih memiliki power dalam personal branding.  Semua informasi di blog; keahlian, produk, pemikiran semuanya milik anda (personal point of view). Contohnya, “O, itu blognya si Harie! Alamatnya hariesaja.wordpress.com.” Brand yang bagus,bukan?

Jadi, manakah yang lebih unggul? Saya akhiri tulisan ini dengan kalimat liar. Jejaring sosial itu fungsinya sebagai relationship dan conversation, sementara blog itu lebih pada brand! Karena keduaanya jelas berbeda, apa yang sedang anda cari, diinginkan, diperlukan, itu mempengaruhi pandangan anda terhadap mana yang lebih unggul antara jejaring sosial dan blog. Tergantung anda! Saya pikir, alangkah bagus dan indahnya jika blog dan jejaring sosial itu ‘dikawinkan’ saja! [] Tulisan ini saya dedikasikan untuk Halaman Blogger Media Kalimantan yang terbit 11 Oktober 2011.

Iklan

Entry filed under: Ulasan. Tags: , , , .

Ini Dia Video Aksi Akrobatik Polantas Subang Inilah Ksatria Bergitar Saat Terjadi Pertempuran

3 Komentar Add your own

  • 1. tamu  |  11 Oktober, 2011 pukul 2:59 pm

    tapi tulisan ini, saya temukan di jejaring social, aneh ya…!! he

    Balas
    • 2. hariesaja  |  11 Oktober, 2011 pukul 3:21 pm

      @ tamu: Tidak ada yang aneh…sudah saya singgung bagaimana memaksimalkan jejaring social untuk blog (mengawinkan keduanya). Blog ini saya otomatiskan tiap postingan terkirim ke akun saya di twitter dan facebook. Itu yang saya maksud sebagai strategi.

      Balas
  • 3. Media Blogger Di Media Kalimantan. | ujarku  |  14 Oktober, 2011 pukul 6:21 pm

    […] mingunya, pada edisi perdana ini terdapat buah pikiran dari beberapa Blogger, diantaranya yaitu Harie Insani Putra yang mengupas tentang Blog, fungsi dan manfaatnya dengan judul ” Masihkah Blog Diperlukan […]

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 287,195 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: