Uraian Bebas Jurnalisme Warga

30 September, 2011 at 5:17 pm Tinggalkan komentar


Ketika Media Mainstream dinilai gagal menjalankan fungsinya, maka warga pun turun tangan untuk menjadi pewarta. Begitulah awalnya semangat gerakan Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) di Amerika Serikat pasca pemilihan Presiden tahun 1988. Untuk sejarah Jurnalisme Warga silakan mencari sendiri di google.

Siapa pun boleh menekuni profesi Jurnalisme Warga. Dalam pemikiran saya, seorang blogger pun sebenarnya telah melakoni praktek Jurnalisme Warga yang dimaksud.

Tentu saja saya tidak akan buru-buru menyebut bahwa semua blogger adalah Jurnalisme Warga. Bagaimanapun, kata jurnalisme, terkandung unsur-unsur jurnalistik di dalamnya. Di sinilah letak pembeda, tulisan blogger yang bagaimanakah dikatakan sebagai jurnalisme warga?

  1. Mengikuti kaidah jurnalistik 5W +1H
  2. Tidak beropini
  3. Netral

Jka seorang blogger menerbitkan tulisan dan memenuhi ketiga unsur di atas, menurut saya sudah termasuk berita yang ditulis warga dan layak disebut telah melakoni aktifitas Jurnalisme Warga.

Lantas bagaimana dengan artikel-artikel blogger yang tak kurang lebih semacam opini di media cetak? Apakah itu juga Jurnalisme Warga?

Sepertinya untuk menjawab pertanyaan di atas diperlukan jawaban langsung dari orang-orang yang mumpuni di bidang jurnalistik. Tapi saya berani menyakinkan itu bukan berita, karena di dalamnya terdapat opini si penulis. Entah kenapa, saya lebih cenderung menyebutnya sebagai Suara Warga, bukan Jurnalisme Warga.

Jadi bagaimana sih menurut hariesaja Jurnalisme Warga itu?

Seperti wartawan, jika bisa mendatangi narasumber, dan mendatangi kejadian/peristiwa. Dari sana ditulis laiknya berita dengan kaidah 5W + IH. Itulah Jurnalisme Warga dalam pikiran dan benak saya.

Bagaimana jika narasumber menolak karena kita bukan dari media mainstream, tapi Jurnalisme Warga?

Tidak semua narasumber mau bicara, demikian yang juga terjadi kepada wartawan. Artinya, perlakuan narasumber yang tidak mau diwawancarai tidak hanya akan terjadi kepada pelaku Jurnalisme Warga tapi juga wartawan.

Enaknya, Jurnalisme Warga itu memberitakan apa saja?

Ada beberapa jenis liputan berita yang memang – terkadang wartawan pun – harus hati-hati melakukannya. Untuk aktifitas Jurnalisme Warga, yang notabenenya tidak berpayung hukum apalagi identitas pengenal, lebih enak menggarap berita-berita kejadian di seputar kita. Seperti kebakaran, tabrakan, atau kegiatan-sosialisasi KTP Elektronik, atau kegiatan-kegiatan yang disitu siapa saja boleh hadir. Tinggal jepret dengan kamera HP, catat apa yang sedang terjadi.

Nah, itu saja pendapat saya tentang Jurnalisme Warga. Mari kita diskusikan lagi lewat halaman komentar.

Iklan

Entry filed under: Ulasan. Tags: , , , , .

Tegangan Listrik Naik -Turun Hacker Anonymous Tutup Facebook 5 November?

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 287,787 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: