Print On Demand, Menerbitkan Buku Semakin Mudah

29 Mei, 2011 at 12:09 am 3 komentar


penerbitprintondemand Jika bertanya kepada teknologi, perubahan apa yang dibawanya pada hari ini terhadap dunia percetakan buku? Maka jawabnya adalah Print On Demand (POD). 5 tahun lalu, seorang praktisi perbukuan, Bambang Trim menjelaskan lewat smsnya kepada saya bahwa teknologi POD itu masih mahal. Meski demikian, kehadiran teknologi POD bisa membantu para penulis buku.

Salah satu kehandalan POD adalah proses kerja yang cepat. Karena prosesnya tanpa melalui pembuatan film, mounting, plat, laiknya cetak offset. Kehadiran POD bisa disamakan dengan maraknya kehadiran produk printer di pasaran. Dengan adanya printer, banyak pekerjaan yang dulunya mengandalkan mesin offset bisa tergantikan.

Pergeseran dalam pemanfaatan teknologi di atas persis dengan POD yang akan saya ceritakan. POD itu sendiri bukan nama sebuah mesin, namun istilah dalam dunia teknologi atas layanan yang diberikan. Untuk merk mesinnya sendiri beraneka macam, sementara untuk harga mesinnya ada yang mahal, mahal sekali dan sangat mahal.

Semangat teknologi POD adalah cetak cepat tanpa batasan jumlah. Berbeda dengan teknologi offset, wajib cetak banyak. Semakin banyak jumlah cetak, harganya semakin murah. Kalau 1 biji, larangnya amit-amit. Disinilah teknologi POD mengintip peluang pasar bisnis percetakan. Cost cetak hanya dihitung dari biaya kertas, tinta dan operasional mesin.

Cara kerja POD sesimpel kita mengoperasikan komputer yang disertai printer. Setelah data siap, maka langsung di cetak saja. Apakah ngeprint yang sering dilakukan di rumah itu termasuk POD? Kalau dilihat dari cara kerjanya memang iya. Tapi untuk perangkat kerjanya masih belum. Karena yang saya tahu, mesin cetak POD yang cukup tangguh berkisar 2 miliar/unitnya.

Tulisan ini bukan untuk membahas soal harga mesin POD, tapi menginformasikan kepada kawan-kawan penulis bahwa peluang menerbitkan buku sendiri tanpa batasan jumlah eksemplar itu sudah ada.

Dalam riset kecil-kecilan, ternyata banyak sekali jasa cetak buku menggunakan teknologi POD yang ditawarkan melalui internet. Ada yang gratis dan ada juga yang harus mengganti biaya layout dan pengurusan ISBN. Masing-masing situs memiliki peraturan berbeda. Coba saja anda gunakan mesin pencari di internet dengan keyword, penerbit buku POD, atau cetak buku POD. Dari sekian banyak daftar situs yang anda dapatkan, silakan pelajari layanan mereka dan sesuaikan dengan keperluan masing-masing.

Lantas bagaimana cara transaksi buku POD? Sistem kerja POD adalah, buku baru dicetak bila ada pembeli. Umumnya, penyedia jasa cetak buku POD melengkapi diri dengan toko buku online (TBO). Di TBO, Sampul-sampul buku akan dipajang. Saat ada yang melakukan pemesanan, saat itulah buku langsung dicetak dengan waktu relatif cepat.

Melihat cara kerja di atas, jika kita memanfaatkan jasa cetak POD, maka aktifitas promosi wajib digencarkan. Jangan hanya berharap kepada pemilik situs, tapi justru Anda yang harus ekstra mempromosikannya. Selain memberitahukan bahwa buku kita telah terbit juga menjelaskan bahwa pemesanan buku bisa dilakukan di TBO bla..bla..bla.

Aktifitas promosi buku-buku POD sebenarnya sering ditemui di jejaring sosial juga blog. Penulis atau penerbitnya akan menyertakan link jika ada yang berminat membeli buku. Seorang kawan di banua pernah menceritakan pengalamannya memanfaatkan jasa POD. Ia hanya diminta mengirim naskah dalam format PDF. Seperti yang saya ceritakan di atas, saat buku terjual (ada pemesanan), maka sistem royalti juga berlaku laiknya penerbit buku yang kita kenal selama ini.  Asyik, bukan? []

Iklan

Entry filed under: Esai, Ulasan. Tags: , , , , , .

Sesuatu Indonesia Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)?

3 Komentar Add your own

  • 1. aryandidapatide  |  15 Juni, 2011 pukul 5:49 pm

    ITS GREAT…

    Balas
  • 2. Basyar Isya  |  25 November, 2011 pukul 2:29 pm

    Artikel ini cukup bagus. Aku suka. Ditunggu tulisan lainnya, khususnya tentang PoD.

    Balas
  • 3. lautan kata  |  28 September, 2013 pukul 4:55 pm

    mau tanya, type/merek printer untuk POD apa, ya?

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 288,134 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: