House of Sampoerna

21 Oktober, 2009 at 1:54 am 7 komentar


House of Sampoerna (HOS)atau lidah saya lebih suka menyebutnya dengan Museum Rokok Sampoerna. Maklumlah, lidah pribumi. Museum rokok ini bertempat di Surabaya. Banyak sekali pengalaman yang mengasyikkan berada d tempat ini. Saat tiba, melihat gedungnya yang nyeni, suasana lokasi yang bersih, lingkungan nan asri, ketertarikan saya tambah memuncak. Meski demikian, Indra ke enam saya mengatakan, pasti di dalam sana tidak ada makanan gratis yang bisa di santap. Hahaha…(meniru tawa mbah surip). Seperti namanya, museum ini memang di bangun khusus untuk menceritakan deretan sejarah berdirinya rokok Sampoerna. Karena ini soal rokok, bagi perokok khususnya, ayo siapkan segelas kopi dulu. Ini serius. Ngerokok sambil ngopi enak to? Daripada kamu gendong aku! Hahaha… Saat pintu masuk di buka, maka kau akan di sambut dengan sederetan photo-photo tua. Salah seorang penerima tamu langsung akan menghampiri dan mengatakan agar kau langsung naik ke lantai 2. Dari sana, kau bisa melihat langsung ratusan orang sedang memproses pengolahan rokok Dji Sam Soe kretek. Saya stop dulu ceritanya karena saya akan menulis dari pengalaman hidung saya dulu. Ya, sejak pertama kali masuk ke ruangan, bukan wangi parfum yang tercium, tapi wangi khas tembakau yang khas sekali. Jika kau ingin membayangkannya, ambilah sebatang rokok 234, pergilah ke ruangan ber AC, rokoknya tak usah kau sulut tapi letakkan saja di dekat hidungmu. Begitulah aroma seluruh isi ruangan. Tiba-tiba saya ingin merokok, tiba-tiba saja saya ingin menikmati kentalnya kopi. Sekarang saya sambung lagi tentang proses pengolahan yang tadi sempat terpotong. Saya tdk sanggup menghitung berapa jumlah orang d bawah sana, saya berada di lantai 2 yang d batasi sekat dinding kaca. D sebelah sana ratusan orang sedang duduk rapi mengenakan seragam rokok 234. Belakangan saya ketahui, rokok Dji Sam Soe yang selama ini beredar d pasaran prosesnya di tempat ini. Orang-orang yang sibuk bekerja tadi semuanya perempuan. Saya sempat terpana melihat apa yang terjadi, orang-orang itu seperti sebuah rekaman film yang di putar secara cepat. Maksudnya begini, kalau kau nonton film baik VCD/DVD, filmnya bisa di percepat bukan? Nah, gerak orang-orang tadi kondisinya juga demikian. Cepat sekali, saking cepatnya gerak mereka seperti robot. Saya pikir ini adalah momen yang mengesankan, sayang kalau tidak punya dokumentasinya. Perlahan saya siapkan kamera, setting ke film. Mengarahkannya ke orang-orang tadi. Rekaman film sedang di jalankan. Saya dikejutkan oleh teguran seseorang. Dia adalah salah seorang kru Sampoerna yang tugasnya semacam guide di ruangan tersebut. Dengan sopan dia tegur saya kalau tidak boleh mengambil dokumentasi orang-orang yang bekerja di bawah sana. Kamera langsung saya matikan. Ada skitar 3 menit durasi yang sempat terekam. Orang tadi tidak meminta saya untuk menghapusnya. Aman. Yang penting ada rekaman yang bisa saya liat sewaktu-waktu nantinya. Mari kita lanjut lagi ceritanya. Di lantai 2 itu sejak awal sudah terdengar suara musik jazz yang mengalun ringan di tambah lampu yang temaram. Jadi suasananya sekarang adalah, wangi tembakau, dingin AC, musik jazz, sinar lampu temaram. Hmm..lidah saya kelu ingin segera merokok. Tapi tidak bisa, harus keluar ruangan dulu. Saya batalkan dulu untuk merokok sambil mengelilingi ruangan di lantai 2. Di sebelah sana ternyata ada sovenir yang di jual. Ada kaos, tas, gantungan kunci, buku diary yang semuanya khas house of sampoerna. Keren, unik, dan bagus-bagus. Puas di lantai 2, saya turun ke lantai 1. Di tempat ini baru boleh bernarsis ria. Banyak sekali koleksi sejarah yang semuanya mampu menceritakan tentang perjalanan Sampoerna secara lengkap. Dulu hingga kini. Luar biasa. Ini semacam kesadaran sejarah dari PT. Sampoerna yang patut dipelajari dan ditiru. Silakan kau bandingkan sendiri, sebuah perusahaan rokok ternyata mampu melakukan hal tersebut, mencatat setiap peristiwa lewat photo-photo, benda-benda, yang mampu membangkitkan kenangan dan ingatan tentang sejarah mereka sendiri. Lantas bagaimana dengan ribuan sejarah lain di luar sana? Konon justru dihancurkan, dibinasakan, dan tidak dirawat. Ya, museum rokok Sampoerna bisa dijadikan bahan pembelajaran, cambuk untuk menumbuhkan kesadaran sejarah. Meski terkadang sejarah itu adalah luka, bukan berarti kita ingin berluka-luka karena mengingatnya. Tapi justru kita tidak ingin luka selalu terulang kembali karena kita punya sejarah yang bisa di pelajari. Oke, kita lanjut lagi. House of Sampoerna, si musium rokok itu tidak hanya care dengan sejarah mereka saja. Terbukti melalui program Surabaya Heritage Track a Free City Sightseeing Bus in Surabaya, Sampoerna juga mengajak pengunjung untuk mengenal tempat-tempat bersejarah di kota Surabaya. Sudah lengkap dengan pemandu wisatanya loh, hebat bukan? Semuanya gratis bagi pengunjung House of Sampoerna. Sudah begitu pulangnya masih diberi oleh-oleh brosur yang berisi informasi tempat sejarah di kota Surabaya. Uh, peduli sekali. Saya pikir ceritanya cukup sampai di sini saja. Maklum, ngetiknya lewat hp. Jempolnya mulai pegel-pegel.

Entry filed under: Esai. Tags: , , , , , , , .

Suramadu Untuk Salatiga

7 Komentar Add your own

  • 1. nia  |  21 Oktober, 2009 pukul 7:09 am

    lewat hp az ngetiknya bisa panjang gni .. apalagi aklau di laptop ya bang??

    btw .. jd penasaran pengen liat video yg sempat terekam, dan jd pengennnn gantungan kunci itu sebagai souvenir .. he he

    Balas
  • 2. yulian  |  21 Oktober, 2009 pukul 10:59 am

    menunggu oleh2 rokok sampoerna 1 karung….

    Balas
  • 3. fery79  |  21 Oktober, 2009 pukul 11:09 am

    … nunggu dji sam soe yang dari pabriknya langsung, glek..ngarepp mode on

    Balas
  • 4. Rizal  |  21 Oktober, 2009 pukul 4:04 pm

    wahhh bagus sekali …
    ntar kalau jempolnya udah nda pegel sambung ya ceritanya Bang …

    Balas
  • 5. ahyari [dot] com  |  23 Oktober, 2009 pukul 12:15 am

    Mun ulun bos ai awalnya sampoerna jua.. terus pindah merk ke yang lebih lama nyalanya😀

    Balas
  • 6. baburinix  |  26 Oktober, 2009 pukul 1:01 pm

    mahadang sangu ja nah…barangai…asal kawa baroko ja…
    wakakakakakkkkkk…….
    kapan balik kampung?

    Balas
  • 7. PAK IRWANTOH DI SUMATRA  |  21 April, 2013 pukul 1:50 am

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAH KASIH ATAS BANTUANGNYA AKI,BARAKA KARNA NOMOR GHOIB/RITUAL JITU YANG AKI,BERIKAN 4D (8301) BENAR BENAR TEMBUS 100% DAN SAYA MEMENANGKAN 134 JUTA ALHAMDULILLAH SAYA BISA MENUTUPI SEMUA HUTANG2 SAYA DAN KINI SAYA JUGA SUDA MEMBUKA USAHA KECIL KECILAN.INI ADALAH KISAH NYATA DARI SAYA.JIKA ANDA PENUH KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN SILAHKAN ANDA HUBUNGI LANGSUNG AKI,BARAKA DI GUNUNG UWENTIRA DI NOMOR (_0_8_2_3_1_0_2_9_6_7_7_7_)ATAU KLIK DI http://ramalanakybaraka.blogspot.com/ SAYA YAKIN ANGKA YANG DI BERIKAN AKI,BARAKA DAPAT MERUBAH NASIB ANDA’TERIMAH KASIH..THANZ ROOMX ZHOBATH ★

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 283,231 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

%d blogger menyukai ini: