Sesuatu yang Pecah di Hari Itu

12 Agustus, 2008 at 12:28 am 5 komentar


Tersebutlah di dunia antah berantah, lahir seorang bayi mungil dengan berat badan 5 ons. Meski demikian, kelahiran bayi itu sudah direncanakan. Maka, sebuah rencana yang berhasil pantas untuk dirayakan, kata orang tua bayi tersebut. Akhirnya mereka putuskan untuk mengundang banyak orang. Satu demi satu undangan sudah mulai berdatangan. Orang-orang berkumpul di tepi kolam renang yang airnya menimbulkan bayangan sinar bulan. Pesta pun dimulai. Mereka benturkan gelas tanda bersulang. Rencana orang tua bayi itu telah berhasil.


“Betapa indahnya tanggal kelahiran anak kita,” ucap ayah dari anak itu kepada istrinya. Yah, sejak awal mereka telah merencanakan agar bayi dalam kandungan itu lahir bertepatan pada tanggal satu bulan satu tahun 2001. Kalau diurutkan ke dalam angka, 010101. Begitulah, Untuk mendapatkan momen tersebut, mereka berani membayar mahal salah seorang dokter untuk melakukan bedah cesar tepat pada waktunya. Bahkan, jika bisa si jabang bayi keluar dari rahim sang ibu tepat pada pukul 01.00.

Rencana itu memang berjalan dengan lancar. Usaha mereka tidak sia-sia. Betapa bodoh dokter yang menolak tawaran mereka sebelumnya. Berapa pun mereka siap membayar. Tapi dokter sebelumnya tidak setuju demi keselamatan sang bayi. Karena menurutnya, satu bulan lagi bayi itu pantas dilahirkan dengan normal. “Hidup, bukan soal kapan detik itu sedang berlangsung, tapi bagaimana proses detik demi detik itu akan dilewati,” kata dokter sebelumnya ketika menasehati pasangan suami istri itu ketika tetap memaksa untuk melakukan bedah cesar. Akhirnya, kedua pasangan suami istri itu memutuskan untuk menggunakan jasa dokter yang lain. Tentunya, dengan tawaran harga yang lebih tinggi.

Di keramaian pesta, kedua pasangan itu tampak puas. Sementara di dalam rumah mereka, beberapa orang perawat sedang cemas memperhatikan perkembangan seorang bayi mungil di dalam tabung inkubator. Lantas mereka dikejutkan dengan suara teriakan di luar sana, tempat orang-orang sedang asyik berpesta. Ternyata, ada seorang tamu yang tak sengaja menyenggol meja, gelas-gelas itu kemudian jatuh ke lantai dan pecah. Setelah orang-orang di luar sana berteriak, dalam hitungan detik, di dalam sana pun juga telah terdengar teriakan yang jauh lebih mengkhawatirkan ketimbang gelas yang pecah. Tapi, semua orang tak bisa melupakan sesuatu yang pecah di hari itu, mereka selalu mengingatnya dengan muram. Karena sesuatu yang pecah di hari itu adalah sebuah tangisan. [ ]

Abaikan saja link di bawah ini, karena hanya iklan.

Iklan

Entry filed under: Cerpen. Tags: , , , .

Bahasa Sandi Raba dulu bodinya

5 Komentar Add your own

  • 1. sapri MK  |  12 Agustus, 2008 pukul 4:16 am

    ya am tu ri..ai, banyak nang memaksakan kehendak surang ja tanpa mempedulikan keselamatan nyawa sesorang…bahkan berita kemarin juga ramaai tentang jam 08 tanggal 08 bulan 08 tahun 2008..hehehe lawas kada bajanguk nah…

    kata harie:
    bisi kawan hanyar pang sidin, jd kada tapi bajanguk pulang. hehehe

    Balas
  • 2. suhadinet  |  12 Agustus, 2008 pukul 9:44 am

    Melawan kodrat ini namanya ya Mas Hari.

    kata harie:

    jawabnya di hati kita masing-masing

    Balas
  • 3. ahsani taqwiem  |  13 Agustus, 2008 pukul 1:10 pm

    *no comment*

    Balas
  • 4. REU  |  20 Agustus, 2008 pukul 11:11 am

    salam ziarah…

    http://ntvirus.wordpress.com

    Balas
  • 5. mirnayuniarti  |  4 Juni, 2011 pukul 4:26 pm

    ulun suah jua melahirkan bayi dengan berat 7 ons, tp bukan krn akibat di caesar sebelum waktunya. tali dandan belilit nang membuatnya kada bisa menerima makanan matan mamanya. adakh yg bisa meolah cerita ulun yg tragis ini.

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 287,195 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: