Bahasa Sandi

9 Agustus, 2008 at 10:13 pm 7 komentar


Jika dicari, penggunaan bahasa sandi tentu masih digunakan sekarang ini. Khususnya, di kalangan anak muda dan remaja. Barangkali yang membedakan adalah jenis bahasa sandi yang digunakan. Nah, di era tahun 90 an, salah satu bahasa sandi yang pernah saya gunakan adalah seperti ini. Apakupu napaksipir kapamupu. Berhubung ini bahasa sandi, maka penting untuk dirahasiakan artinya. Ternyata, bahasa sandi tersebut tidak hanya digunakan anak muda di wilayah kota Banjarbaru (Kalsel) saja, tetapi pernah saya temui anak-anak muda di Jawa juga menggunakan bahasa sandi tersebut. Hanya saja, ada sedikit perbedaan dalam operasi penggunaan bahasa sandi tersebut. Dengan menggunakan kalimat yang sama di atas, maka bentuknya menjadi seperti ini. Adakudu nadaksidir kadamudu. Barangkali dulu Anda juga pernah menggunakan bahasa sandi serupa, atau justru menggunakan jenis yang lain. Apa pun itu, tentu tujuannya untuk saling menjaga agar pembicaraan yang mereka ucapkan bisa terjaga kerahasiaannya. Namun tujuan tersebut tentunya tidak mutlak. Dalam perkembangannya, bahasa sandi juga bisa merujuk pada sebuah komunitas/kelompok tertentu. Bagaimana jika bahasa sandi itu kemudian meluas penggunaannya di masyarakat?

Yang jelas, tidak lagi bisa dikatakan sebagai bahasa sandi. Karena setiap orang sudah mengerti maksudnya. Dan, bahasa sandi tersebut akan bermetamorfosis menjadi bahasa tren. Dengan kata lain, menjadi bahasa pergaulan anak muda dalam kesehariannya. Jika tidak menggunakan bahasa tersebut, maka disebut tidak (nge) tren. Soal benar atau tidak pendapat ini, entahlah. Tapi asyik juga apabila semua bahasa sandi yang pernah ada/digunakan dapat saling kita diskusikan. Apalagi yang belum menjadi trend. Hitung-hitung, menambah wawasan sekaligus mengakui keberadaannya bahwa bahasa sandi memang pernah digunakan. Nah, siapa yang tahu arti bahasa sandi yang saya tulis di atas, dan apa bahasa sandi yang pernah kamu gunakan?

Abaikan saja link di bawah ini, karena hanya iklan.

Iklan

Entry filed under: Umum. Tags: , , , , , .

Sayembara Menulis Surat Cinta | Terakhir 20 September 2008 Sesuatu yang Pecah di Hari Itu

7 Komentar Add your own

  • 1. Dolphin  |  10 Agustus, 2008 pukul 3:03 pm

    !?!?!
    Aku naksir kamu

    Bahasa Dagadu tempoe doeloe, gak tahu ya doeloe sempat ada larangan menggunakannya di Yogya, ada isyu soalnya bahasa itu sempat digunakan g30s buat ‘tanda’ anggotanya dalam berkomunikasi. Bener atau enggak meneketehe

    Balas
  • 2. kopitozie  |  10 Agustus, 2008 pukul 10:32 pm

    jalan jalan malam, lam kenal bro

    Balas
  • 3. NdaruAlqaz  |  11 Agustus, 2008 pukul 10:19 pm

    bahasa sandi diantara temen2ku itu kayak gini

    “eh, nanti jam 3 tak ajak makan ya…” artinya, arah jam 3 ada cewek cakep….

    “tau nggak, kemaren pas jam 2 siang, aku digigit tikus lho” artinya, arah jam 2 ada dosen killer lewat…

    Balas
  • 4. Anonim  |  14 Juli, 2012 pukul 8:06 am

    Adakudu bedencidi kadamudu yg artinya aku benci kamu

    Balas
  • 5. Anonim  |  14 Juli, 2012 pukul 8:07 am

    Adakudu sudukada sdadatudusmudu yg artinya aku suka statusmu

    Balas
  • 6. Anonim  |  14 Juli, 2012 pukul 8:11 am

    Adayadang adakudu idingidin sedeladaludu bedersadamada kadamudu sedelamadanyada yg artinya ayang aku ingin bersama kamu selamanya

    Balas
  • 7. pujianto  |  9 November, 2017 pukul 11:15 am

    hadalodo

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 289,229 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: