Tips Mengirim Karya Sastra ke Surat Kabar (2)

31 Juli, 2008 at 8:40 pm 6 komentar


Tujuan mengirim tulisan ke surat kabar adalah untuk diterbitkan. Tapi, setelah menunggu beberapa lama, kenapa tidak terbit juga?

Coba Anda pertimbangkan tips berikut ini. Jangan hanya mengirim satu kali, tapi berkali-kali dan lakukan terus menerus. Ini merupakan pengalaman dari mereka yang sempat naskahnya berkali-kali ditolak oleh surat kabar. Memang, ini akan membosankan, bahkan tidak sedikit yang putus asa. Tapi bagi Anda, saya sarankan bersikap positif dan tetap memiliki semangat yang kuat.

Naskah yang telah kita kirim, sebelum diterbitkan, seorang redaktur akan menseleksi lebih dahulu. Di samping itu, tentu saja jumlah pengirimnya tidak sedikit. Maka, dengan sendirinya terjadi persaingan. Hal paling menyebalkan adalah, persaingan itu dilakukan dengan penulis lain yang lebih dulu memiliki nama besar. Sisi negatif tulisan ini juga pernah saya posting di sini.

Tapi, bukankah setiap orang yang memiliki nama besar, awalnya juga bukan siapa-siapa? Maka, tetaplah berkarya dan jadwalkan untuk mengirimkannya ke setiap surat kabar. Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar Anda tidak putus asa, apalagi sampai mengambil keputusan tidak ingin lagi menulis.

  • Anggap saja angin lalu. Setiap kali Anda mengirimkan naskah, lebih baik jangan berharap untuk diterbitkan. Anggap itu suatu kewajiban yang memang harus dilakukan. Jika kewajiban itu sudah dilaksanakan, maka kewajiban selanjutnya adalah, mengirimkannya lagi. Jangan pikirkan naskah yang sebelumnya sudah Anda kirimkan. Itu akan membantu Anda untuk menghindarkan sikap putus asa. Diterbitkan atau tidak, itu bukan urusan Anda.
  • Membuat jadwal pengiriman. Tidak semua orang bisa menghasilkan karya sastra dalam waktu singkat. Apalagi menghasilkan 10 cerita pendek dalam sehari (cerpen hanya sebagai contoh saja). Artinya, setiap cerpen yang sudah Anda kirim dan ternyata belum terbit, tidak ada salahnya mengirim ke surat kabar yang lain. Itu bisa Anda lakukan sambil menyiapkan naskah yang baru. Untuk penjadwalan, berikan batas waktu selama 3 minggu, atau 3 kali penerbitan (dengan asumsi masing-masing surat kabar hanya menyediakan halaman sastra 1 kali dalam seminggu). Soal penjadwalan, silakan atur sendiri mengenai batas waktu yang Anda berikan.
  • Perbaiki naskah Anda. Jika ingin berpikiran negatif, setiap naskah yang ditolak berarti adalah jelek bagi redaktur, maka sebaiknya kita memperbaiki kembali naskah yang sudah kia kirimkan. Tapi, ada hal positif yang bisa kita lakukan ketimbang memikirkan sisi negatif tersebut. Yakni, setiap detik, seiring pengetahuan yang bertambah, pikiran kita juga selalu berubah. Membaca ulang naskah lama, kita bisa saja geli sendiri (ternyata banyak kekurangan). Kegelian itu timbul karena kesadaran baru atas pengetahuan yang bertambah tadi. Kita selalu punya kesempatan untuk memperbaiki bagian-bagian yang kita anggap ‘menggelikan’. Jadi, tak ada salahnya melakukan perbaikan sebelum mengirimkannya ke media yang lain.

Baca juga postingan sebelumnya Tips Mengirim Karya Sastra ke Surat Kabar (1)

Iklan

Entry filed under: Esai, Referensi, Tips Menulis, Trial & Error, Umum. Tags: , , , , .

Mabuk Serakah

6 Komentar Add your own

  • 1. suhadinet  |  31 Juli, 2008 pukul 10:39 pm

    Thanks tipsnya ya..

    Balas
  • 2. Baderiani  |  1 Agustus, 2008 pukul 9:45 am

    woooo……. bagus banget… suwun mas hariee

    Balas
  • 3. M.  |  1 Agustus, 2008 pukul 8:43 pm

    Wah bagi pengetahuan ni! Bagus sekali Mas. Teruslah berbagi pengetahuan kepada sesama!

    Balas
  • 4. isuur loeweng  |  2 Agustus, 2008 pukul 10:33 am

    oke deh

    Balas
  • 5. yeni  |  12 Agustus, 2008 pukul 10:24 am

    tipsnya ngasih siprit baru…..

    Balas
  • 6. ufik  |  13 Maret, 2009 pukul 6:48 pm

    memang benar sadar dulu kita..bila tidak diterima kita aja yg byk kurang, dan kita hrs mendalaminya lg
    tp optimis
    kita kirim
    kirim lg…,mdhn di derima

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 288,134 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: