1 Juli 2009, angkutan tambang tidak boleh melintas di jalan umum

27 Juli, 2008 at 4:13 pm 7 komentar


Mengutip berita halaman sembilan, Radar Banjarmasin Minggu 27 Juli 2008, “bahwa tahun depan, tepatnya sejak 1 Juli 2009, angkutan tambang dan perkebunan besar dilarang melintas di jalan umum. Jika tetap nekat maka akan diberi sanksi sesuai ketentuan Perda, tandas gubernur Kalsel, Rudy Ariffin kepada wartawan Radar Banjarmasin.

Sebagai warga, jelas saya menyambut gembira atas berita tersebut. Mengingat, sering terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oknum sopir truk tambang batubara. Dengan kata lain, yang untung mereka, yang jadi korban, kok orang lain. Maka sudah sewajarnya, para pemilik usaha pertambangan memiliki jalur transportasi pribadi, seperti yang sudah diatur dalam Perda.

Agar pelaksanaan dapat berjalan secara maksimal, Rudy juga merencanakan pembelian 10 unit mobil patroli. Tujuannya untuk mengawasi secara khusus angkutan tambang. Rudy mengharapkan anggaran pembelian 10 unit mobil patroli dapat disetujui pihak DPRD dan dianggarkan pada APBD tahun 2009 mendatang. Dalam pengawasannya, Pemprov akan berkoordinasi dengan Polda Kalsel, Dishub dan instansi terkait lainnya.

Tentu saja, jika pembelian mobil tersebut dapat menjamin kelancaran Perda, sebagai warga, yang tidak duduk di DPRD, jelas sangat setuju. Setidaknya inilah aspirasi warga yang patut di dengar oleh mereka yang duduk di DPRD. Jangan khawatir Pak Rudy, yang penting tegakkan semua aturan dengan tegas dan tindak semua yang melanggarnya. Atau, terserah pak Rudy aja deh, toh saya bukan siapa-siapa. O,ya…soal penambang yang tidak melaksanakan reklamasi, gimana Pak?







Entry filed under: Umum. Tags: , , , , , .

Lomba Nulis Esai, deadline 29 Agustus 2008 Bunuh Diri dengan Pistol Air | Antologi Puisi

7 Komentar Add your own

  • 1. annmolly  |  27 Juli, 2008 pukul 8:14 pm

    Truk-truk pengangkut tanah arah Kalteng, walaupun sudah Juli 2009 tetap saja lewat kota Banjarmasin! Bikin jalanan kota jadi kotor!

    kata harie :

    Nah, perlu juga dipikirkan oleh pemerintah.

    Balas
  • 2. suhadinet  |  27 Juli, 2008 pukul 10:56 pm

    Reklamasi trus direboisasi juga. Biar lingkungan kita gak makin parah kerusakannya.

    kata harie:

    Iya, Om. Parah, parah, parah.

    Balas
  • 3. ManusiaSuper  |  27 Juli, 2008 pukul 11:26 pm

    Mau melarang saja kok pake susah-susah.. Ini provinsi punya siapa seh?

    kata harie:

    Punya om Manusia Super. hehehe

    Balas
  • 4. SHALEH  |  29 Juli, 2008 pukul 12:17 pm

    Bisa2 ga punya tempat kerja lagi saya klo dilarang masuk jalan umum.
    hehehe

    Balas
  • 5. esbe_lubis  |  30 Juli, 2008 pukul 3:04 pm

    ih kapan bagi2 dong gmana nulis karya sastra yang baik

    Balas
  • 6. Mr. Fortynine  |  7 Agustus, 2008 pukul 7:12 am

    1 Juli?

    Walah? Saya kira 1 Oktober 2008 ini mulai berlaku…

    Balas
  • 7. Tunggul  |  4 Januari, 2009 pukul 9:57 am

    kita perlu orang yang bernyali besar untuk hal ini,

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 283,231 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

%d blogger menyukai ini: