Hudan Nur, kembali hadir di tengah-tengah kita

7 Juli, 2008 at 10:43 pm 7 komentar


“Akhirnya, kekuasaan Tuhan juga yang menentukan. Meski kaki kiri hampir putus, seperti yang kalian lihat, saya masih bisa berjalan,” ujar Hudan Nur malam minggu, 5 Juli 2008 di Book Cafe ruMahcerita Banjarbaru. Di antar olehnya ayahnya, Hudan Nur bermaksud ingin berkumpul dengan teman-teman sesama penggiat sastra yang kebetulan malam itu, beberapa di antaranya sedang berkumpul di Book Cafe ruMahacerita.

Meski terbaring sakit, Hudan Nur tetap berkarya. “Saya menulisnya ketika masih berada di rumah sakit,” katanya. Ucapan itu lantas ia buktikan. Dari balik tas, ia mengeluarkan sejumlah catatan yang masih tulisan tangan. Kali ini bukan puisi atau cerpen, tapi semacam catatan hasil perenungannya selama menjalani perawatan di rumah sakit. Perlahan, Hudan Nur menuju kursi yang telah disediakan. Beberapa teman lainnya juga telah menyiapkan diri untuk membantu Hudan Nur dengan musik pengiring seperti gitar dan keyboard. Sementara, tidak jauh di depan Hudan Nur, beberapa teman-teman lain, sudah menunggu aksi Hudan Nur kali ini.

Setelah pembacaan usai, kali ini teman-teman ingin mendengar langsung kondisi kesehatan Hudan Nur. Mendadak, teman-teman meminta saya untuk menjadi moderator. Baiklah, kebetulan ada beberapa hal yang juga ingin saya tanyakan mengenai kondisi kesehatannya itu. Pertama, benarkah Hudan Nur masih akan menjalani perawatan ke Jakarta dan Singapura?

“Ya,” kata Hudan. “Ada gumpalan darah beku di kepala saya,” ujarnya menambahkan. Mengenai kapan kepastian berangkatnya, Hudan Nur menceritakan bahwa ia masih menunggu rujukan dari pihak rumah sakit. Memang, sekalipun Hudan sudah bisa berjalan, itu belum menandakan bahwa kesehatan Hudan Nur pulih benar. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman, Hudan Nur juga menceritakan bahwa akibat kecelakaan itu, kedua kakinya kini tidak sama rata. Maksudnya, kaki kirinya tidak lagi seperti semula, sedikit lebih pendek 10 centimeter dari kaki kanan. “Itu sebabnya kenapa jalan saya terlihat pincang,” kata Hudan Nur. Secara teknis, kenapa bisa terjadi semacam itu, selisih 10 centimeter antara kaki kiri dan kanan, itu disebabkan pada saat terjadinya kecelakaan, tulang pinggul bagian kiri terdorong ke atas. Otomatis, kaki kirinya juga ikut tertarik. Meski begitu, bukan berarti di bagian kaki kanan baik-baik saja, Hudan Nur mengaku, meski bisa bergerak, ia tidak merasakan apa-apa di kaki kanannya itu. Dengan bahasa saya sendiri, semacam mati rasa.

Selama di rumah sakit, selain menulis, Hudan Nur juga suntuk menghabiskan waktunya dengan membaca buku. Bahkan ia juga merawat kura-kura kesayangannya sekaligus. Ceritanya begini, di kosnya, Hudan Nur mempunyai peliharaan kura-kura dan ikan hias. Semenjak ia harus dirawat di rumah sakit, ia meminta kepada teman satu kosnya untuk merawat peliharaannya itu. Namun kemudian, ia ketahui bahwa semua ikan peliharaannya mati, kecuali kura-kura. Lantas, Hudan Nur berinisiatif untuk membawa kura-kura tersebut ke rumah sakit.

Nah, inilah yang bisa saya tulis sebagai penyambung kabar dari Hudan Nur sekaligus lanjutan dari tulisan terdahulu. Semoga Hudan Nur diberikan kekuatan untuk menjalani operasi yang selanjutnya di Jakarta dan Singapura nanti.

Entry filed under: Umum. Tags: , .

Menulis sambil membayangkan wajah seseorang Rekaman Percakapan Artalyta dan Kemas Yahya

7 Komentar Add your own

  • 1. ahsani taqwiem  |  8 Juli, 2008 pukul 12:25 pm

    salam san beliau…

    Balas
  • 2. syafwan15  |  8 Juli, 2008 pukul 8:36 pm

    Assalamualaikum bang heri, masih ingat saya??

    Balas
  • 3. SHALEH  |  9 Juli, 2008 pukul 2:11 pm

    Udah mulai sembuh ya… moga cepat sembuh lagi

    Balas
  • 4. TAMBAL BAN  |  10 Juli, 2008 pukul 12:35 am

    syukur alhamdulillah berkat kekuasaan NYA…

    Balas
  • 5. TAMBAL BAN  |  10 Juli, 2008 pukul 12:36 am

    sayang ulun kada diundang ih…padaha handak banay maliat..huhu..

    Balas
  • 6. ---noname  |  10 Juli, 2008 pukul 6:31 pm

    k’ hudan yg suka baca puisi itu euy’??
    saia suka liat, mlh jd inspirasi…
    yahhh,,,,kemaren ga k rmh cerita masss, ikt acr sastra bjb.

    Balas
  • 7. taufik ahmad  |  13 Agustus, 2008 pukul 11:41 am

    boleh gabung ya…kapan q ke book cafe yu?semoga sehat berataanlah…

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 283,231 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

%d blogger menyukai ini: