kembang jagung

4 Juli, 2008 at 2:49 am 1 komentar


di tengah pematang
di antara liukan daun bambu yang mendesis
seuntai kembang jagung
telah memerah

: ia bilang tak ingin jatuh
meski senja menawarkannya resah
meski angin menjadi pisau yang memecah

kepada rumput, cacing, tanah, hujan, panas, kupu-kupu
ia bilang; sepi itu nyanyi. tralala.trilili.
mari bernyanyi, meski.

: di tengah pematang
desing waktu seperti peluru
dan bagi yang hidup
selalu ada yang mengintip

hari ini,
di batang-batang
sekapak luka datang menepati janji

*Banjarbaru, Juli 2008

Entry filed under: Sajak. Tags: , , , .

Lomba Menulis Cerpen Remaja, Deadline 10 Oktober 2008 Menulis sambil membayangkan wajah seseorang

1 Komentar Add your own

  • 1. tambal BAN-jar  |  4 Juli, 2008 pukul 3:56 pm

    asa halus paparutan mbaca puisi nih…mun urang bahari kambang jagung kawa di ulah roko…tau am wahini…hehe…

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 283,231 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

%d blogger menyukai ini: