Ada apa di sekolah?

24 Mei, 2008 at 3:22 pm 2 komentar


Catatan: Ada apa sebenarnya di sekolah atau ada apa dengan ‘mereka’?

Maraknya praktek jasa pendidikan di luar sekolah; semacam kursus, les privat, bimbingan belajar dan lain sebagainya membuat saya bertanya-tanya tentang kondisi sekolah saat ini.

Coba perhatikan sendiri lingkungan di sekitar Anda, pendidikan luar sekolah ternyata mampu menyedot perhatian para orang tua untuk ‘menyekolahkan kedua kalinya’ anak-anak mereka di tempat itu, padahal kita tahu setiap pagi anak-anak mereka juga berangkat ke sekolah masing-masing untuk mendapatkan pendidikan yang tentunya lebih murah ketimbang menambah jam pelajaran di luar sekolah. Jika memang pendidikan luar sekolah mampu memberikan solusi ketimbang sekolah tempat sehari-hari mereka belajar, tapi kenapa masih banyak di antara mereka yang tidak lulus ujian ternyata adalah mereka yang juga telah menempuh pendidikan luar sekolah? Untuk ini saya menyusun beberapa pertanyaan yang tentunya mengajak Anda untuk ikut serta menjawabnya…

1. Apakah pendidikan itu telah beralih fungsi menjadi tren bisnis?

2. Apakah maraknya jasa pendidikan luar sekolah dilatar belakangi atas anggapan bahwa saat ini sekolah tidak lagi mampu mencerdaskan anak didiknya?

3. Dengan banyaknya orang tua yang menitipkan anak-anaknya di pendidikan luar sekolah apakah hanya sebagai salah satu (siasat) pengganti jam belajar yang seharusnya dilakukan anak-anak mereka ketika di rumah?

4. Apakah pilihan menambah jam belajar luar sekolah hanya merupakan salah satu bentuk rasa ketakutan para orang tua terhadap kebijakan pemerintah atas batasan nilai kelulusan anak-anak mereka di sekolah?

5. Jika anggapan sekolah tidak mampu mencerdaskan anak didiknya lagi, apakah itu disebabkan gaji guru yang kecil sehingga mereka mengajar dengan setengah hati?

6. Apakah faktor informasi dan komunikasi baik melalui diskusi, obrolan santai, curi-curi dengar, bahwa lapangan pekerjaan saat ini tidak bergantung kepada ijasah membuat para pelajar enggan belajar dengan sebaik-baiknya?

7. Mana yang lebih penting antara uang dan pendidikan?

8. Apakah tujuan sekolah itu untuk bekerja?

9. Masih adakah motivasi yang konkrit ketika seseorang mendaftarkan dirinya di lembaga pendidikan sekolah?

10. Apakah Anda masih ingin sekolah? Mengapa?

Iklan

Entry filed under: Umum. Tags: , , , .

Anda serius ingin menulis novel? Ayo Menulis Novel!

2 Komentar Add your own

  • 1. treen  |  30 Mei, 2008 pukul 1:27 am

    ayo kita usahakan bersama dari segala penjuru untuk mendidik bangsa ini menjadi lebih baik. tentu tidak hanya mengandalkan sekolah saja.

    Balas
  • 2. Bimbel Plus  |  23 Maret, 2010 pukul 1:31 pm

    Yup setuju, maju pendidikan indonesia…

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 289,229 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: