Teman-Teman Blogger Kalsel yang Baik…

11 Mei, 2008 at 3:02 pm 9 komentar


Catatan: mmm…maafkan saya

Menjelang batas waktu ajang lomba blog yang telah ditentukan panitia Telkom Speedy Competition, yakni 30 Mei 2008, muncul wacana baru setelah pihak panitia memutuskan untuk perubahan kategori pemenang lomba.

Percayalah, tulisan ini tidak memihak sesiapapun. Murni atas pemikiran pribadi saya setelah mengikuti perkembangan Telkom Speedy Competition. Secara logika saja, untuk yang tidak sependapat mengenai penilaian desain blog dihapuskan, sudah bisa di ‘teropong’ betapa tidak adilnya jika hal itu diberlakukan. Satu-satunya yang menjadi kemurnian sebuah blog adalah memperhatikan posting, karena itu adalah hakikat sebuah blog yang sebenarnya. Lantas apakah desain tidak penting? Tunggu dulu, saya tidak ingin gegabah menjawab ini. Sebenarnya masih ada satu lagi pertanyaan yang perlu diajukan jika panitia tetap memberlakukan lomba ini dengan sebutan ‘desain blog’. Pertanyaan itu adalah tentang bagaimana kita memaknai desain blog itu sendiri.

Kata ‘desain’ dalam kamus Bahasa Indonesia adalah: kerangka bentuk; rancangan;motif. Sementara di Wikipedia.org diartikan sebagai Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata bendakata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.”

Sebelum saya menyampaikan tiga agenda perubahan kategori pemenang kepada pihak panitia, soal desain ini juga pernah saya bahas dengan Mansup. Intinya mempertanyakan apakah makna desain sebenarnya?

Saya berkesimpulan, jika ingin disebut ‘murni desain’ maka seseorang (blogger) membuat kerangka/rancangan bentuk (theme/template) versi dari hasil olahannya sendiri. Tidak menggunakan template gratisan yang telah disediakan oleh penyedia layanan blog atau pihak ketiga. Karena itu adalah hasil desain orang lain. Beda jika lomba ini dengan nama “Lomba Mempercantik Blog” maka blogger berhak menggunakan template yang sudah ada lantas mempercantiknya dengan berbagai widget dan script yang sebenarnya bisa dilakukan dengan cara mendownloadnya di berbagai situs. Namun saya tidak puas dengan pemikiran itu, lantas pertanyaan tadi saya ajukan kepada pihak panitia. Bagaimana sih sebenarnya konsep dasar lomba ini?

Saya salut dengan jawaban panitia saat itu. Ternyata tidak seperti yang saya duga. Lomba ini pada intinya ingin memberikan stimulan bagi para blogger Kalsel sekaligus memasyarakatkan blog kepada mereka yang selama ini notabenenya tidak tahu seperti apa blog itu. Dengan harapan, lewat ajang semacam ini, blog bisa ‘termanfaatkan banyak orang’ khususnya di Kalimantan Selatan.

Tapi, desain itu sendiri belum terjawab. Bagaimana panitia menyikapi tentang desain blog itu sendiri?

Saya masih ingat apa yang dikatakan panitia saat itu. “Jangan dipersulit mas Hari. Untuk kali pertama ini, kita hanya ingin blog itu memasyarakat. Yang penting mereka bisa membuat blog dan memanfaatkannya sebaik mungkin, itu saja sudah cukup. Setelah blog memasyarakat dengan baik, tidak sekadar bisa posting, tapi juga memaksimalkan kemampuan blog itu sendiri, baru kita buat agenda yang lebih profesional lagi. ”

Nah, betapa absurdnya pikiran saya kala itu. Apalagi saya harus menjawab beberapa sms dari teman-teman blogger yang hanya menanyakan, apakah lomba ini boleh diikuti jika menggunakan desain template orang lain?

Berdasarkan apa yang sudah dijelaskan panitia, maka saya nekat menjawabnya dengan “ya”. Apakah saya salah jika berusaha menyelami apa yang sedang dipikirkan panitia bahwa lomba ini sangat bertujuan untuk memasyarakatkan blog di Kalsel?

Jika ada yang harus dipersalahkan, maka saya adalah orangnya. Betapa saya gelisah ketika maksud desain itu sendiri selalu dipertanyakan oleh teman-teman blogger. Akibatnya ada saja yang ragu untuk mengikutinya dengan pengertian bahwa lomba desain adalah lomba ‘murni’ mendesain blog, bukan menggunakan template/theme yang sudah ada. Belum lagi muncul permasalahan tentang kemungkinan desain di blog gratisan dan tidak gratisan. WordPress VS Blogspot VS Multifly VS lain-lain.

Bagaimanapun niat panitia yang mulanya ingin ikut memajukan blog Kalsel, tetap harus dipertanyakan deskripsi desain itu sendiri. Untuk mempertanyakan lagi hal itu tentu saja saya harus menyiapkan beberapa alternatif pilihan jika kriteria itu dirubah. Seperti yang sekarang ini diterapkan, itulah yang saya ajukan, dan itu pun hasil pembicaraan antara saya, Amed dan Mansup yang notabenenya pengurus di Komunitas Blogger Kalsel Kayuh Baimbai.

Namun jika kemudian hal itu tidak saling berterima, maka sayalah yang pantas untuk disalahkan. Bagi saya, kesediaan panitia untuk merubah kriteria pemenang itu sudah membantu peserta lomba ketimbang kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Tapi saya sadar, tiap-tiap orang memiliki kelebihan atas pemikirannya masing-masing. Jika keputusan saya bertemu dengan panitia dan mengajukan permohonan untuk merubah ketetapan sebelumnya menjadi ketetapan yang baru, tidak sepaham untuk teman-teman blogger Kalsel yang (maaf) baru saya kenal (sekarang sudah saya kenal), maka ijinkanlah saya meminta maaf dengan segenap rasa dan pikiran. Inilah satu-satunya cara agar saya bisa terbebas dari hati yang saat ini sedang berdebar-debar (khawatir mengecewakan teman-teman semua).

Saya pikir, dengan keterbatasan waktu saat ini, panitia akan sulit merubah kriteria yang sudah ada, dan akan lucu jika mereka memberlakukan kembali peraturan sebelumnya. Maka, maafkanlah saya yang tidak tahu harus berbuat apa. Salahkan saja.

Iklan

Entry filed under: Umum. Tags: , , , .

Jangan salahkan saya… BOTD (TOP POST): Norak Deh…

9 Komentar Add your own

  • 1. taqi  |  11 Mei, 2008 pukul 4:48 pm

    ia mas..saya juga senang dengan panitia yang terbuka terhadap setiap masukan kawan2..tapi sampai pada tahap ini saya rasa panitia harus tegas, sudah cukup kok,,,masukan memang akan selalu ada, skip dulu dan matangkan lagi pendapat2 baru dari kawan2 mungkin bisa di laksanakan untuk gelaran mendatang…

    Balas
  • 2. Pakacil  |  11 Mei, 2008 pukul 5:36 pm

    iya Har, sudah lah. Kalau bagiku yang pentig rame dan konsumsinya bukan daging. Selesai perkara !!!
    Aku melihat acara ini dari sudut maksimalisasi blogging sebagai sebuah kekuatan media baru yang memiliki bentuk dan jaringan tertentu.

    Nah, konteks penguatan inilah yang hendaknya di ambil oleh kawan² saat ini, bukannya malah ribut soal tetek bengek syarat dan lain-lain. Nanti malah unsur rame-ramenya bagiku hilang, belum lagi kalau panitia ngambek dan menyiapkan daging semua sebagai konsumsi, tambah parah kan?

    Sudah lah ! ga perlu kau minta maaf segala dan mengakuisisi *halahhh apa ini* segala kesalahan. Karena memang tidak ada yang salah. Belum lagi kalau bicara soal teknis, yang ada sekarang lebih flexible dan merata bagi semua orang dan aku yakin lebih bagus untuk mayoritas.

    Sekarang, kalau misalnya kita data, berapa persen sih yang menggunakan domain dan hosting pribadi? Sangat sedikit !!! Walaupun aku mungkin termasuk di dalam pengguna yang sedikit itu. Tapi kembali lagi pada prinsip dasar kegiatan ini dalam kepala masing-masing !

    Coba tanyakan sama Ichal tuh.. * hoiii Chal.. nungging di mana kamu? *, bagaimana pengalamannya waktu ikut Bubu Awards.

    Balas
  • 3. Zul ...  |  12 Mei, 2008 pukul 1:01 am

    Terimakasih dahulu kepada Ading yang telah peduli dengan eksistensi teman-teman blogger dalam kegiatan TSC 2008. Aku pikir penilaian disain tetap diperlukan dengan pengetatan kategori dan definisi dulu. Untuk kategori, buat saja menjadi dua: blogger dengan domain dan template rancangan sendiri, dan blogger dengan domain ‘numpang’ dan pakai template tumpangan tadi. Kemudian untuk disain, dibedakan antara kriteria hosting sendiri dengan yang numpang. Khusus yang numpang, penilaian kepada kreativitas dan fungsi disain.

    Semoga dengan makin banyak masukan, maka makin menuju kesempurnaan pelaksanaan TSC 2008.

    Sukses buat blogger Kalsel!

    Tetaplah menulis dengan cerdas dan indenpenden.

    Tabik!

    Balas
  • 4. annmolly  |  12 Mei, 2008 pukul 9:44 am

    klo mo lomba lagi survei dulu dari para pendaftarnya lalu baru kita tetapkan kriteria penilaian. untuk lomba pioner ini udah cukup koq. yg penting peserta yg ada sekarang dpt diikut kembali apabila taon depan akan diadakan lomba blog lg. Knp? Karna post kita juga semakin bertambah dan mungkin saja semakin hari tentunya situs blog teman-teman tambah cantik lg. Tentunya ada juga yg naik level ngga mungkin selamanya jd beginner pasti ada yg naik jadi intermediate ato pro.

    Balas
  • 5. pajrin  |  13 Mei, 2008 pukul 2:58 pm

    wah, kayanya makin hangat aja neh. Menurut hemat saya, mungkin panitia ingin sesederhana mungkin aja dalam pagelaran pertama ini. Kita-kira, intinya
    – untuk blog : “Blog Mana yang paling bagus, templatenya, isinya dan navigasinya, terserah dia pake apa, blogger, wordpress, multiply dll”
    – untuk web : “ya, klo ini mestilah minimal penguasaan script2, atau CMS-CMS, dan sejenisnya. Mana yang kelihatannya paling oke, ya itulah T-O-P nya”.

    Nah, kalau untuk yang akan datang, barulah kita pikirkan gimana seh lomba yang paling adil n menantang bagi peserta. Mungkin bisa aja dibikin kelas blogger aja, lalu kelas WP aja dsb. Yah, sekedar sharing.hehehee

    Balas
  • 6. TAMBAL BAN  |  20 Mei, 2008 pukul 4:27 pm

    yg lain aja lah juaranya….. jangan aku tarus…kasian nang lain pulang…hibak dah piala dirumah

    Balas
  • 7. anda  |  25 Mei, 2008 pukul 7:53 am

    auk chandra yang 1 SMP nah pasti kada ingat..dimana sekarang, kemana auk harus contact imak

    Balas
  • 8. agunggg  |  3 Januari, 2009 pukul 1:51 pm

    add blog gue broo..biar ada temennya..
    agung2120.blogspot.com

    Balas
  • 9. sumha "The Stiff"  |  13 Agustus, 2009 pukul 12:03 pm

    Dulu gua juga anak kalsel, tapi sekarang gua da pindah dijepara karena ngikut emosi ortu. dulu gua tinggal di danau salak, mungkin kalo ada temen-temen dari danau salak sapa gua yah….!!! atao kalo mao maen ke rumah ni alamate ( sensor ). makasih sebelumnya yahhhhh……………

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Statistik:

  • 288,888 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: