Peduli ‘Hudan Nur’

1 Mei, 2008 at 6:19 pm 19 komentar


Tak percaya. Itulah yang ada di dalam pikiran saya dan mungkin juga teman-teman lainnya saat pertama kali dikabarkan bahwa Hudan Nur, mahasiswi FKIP Unlam dan juga seorang penyair perempuan yang selama ini aktif menulis dan menggiatkan sastra di Kalimantan Selatan itu mendapat musibah kecelakaan.

Hudan NurBagi saya pribadi tentu saja mengejutkan. Satu hari sebelumnya kami bertemu dalam sebuah acara workshop penyutradaraan di Banjarbaru. Seperti biasa, Hudan selalu banyak memiliki kisah-kisah yang bisa diceritakan. Saat itu ia mengisahkan tentang nasib naas yang baru saja menimpa dirinya. Ia perlihatkan jari manisnya kepada saya untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang hilang di sana. Ya, Hudan baru saja digendam (hipnotis) oleh seseorang ketika berada di Banjarmasin. Saat ia kembali sadar, cincin beserta perhiasan lainnya telah hilang.

Itulah obrolan yang bisa saya ingat sehari sebelum ia mengalami musibah kecelakaan. Maka ijinkanlah saat ini saya yang akan menceritakan peristiwa naas itu kepada teman-teman semua. Barangkali teman-teman mengenalnya dan tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang.

Tabrakan itu terjadi pada hari minggu, 27 April 2008 di Pelaihari, kabupaten Tanah Laut. Mulanya sepeda motor yang ia kendarai bersama temannya itu bertabrakan dengan sepeda motor lain yang melaju dari arah berlawanan. Namun sangat naas, di belakang Hudan ada sebuah truk yang biasanya bermuatan karet juga sedang melintas. Meski terpental dari sepeda motor yang tadi ia kendarai, Hudan mengaku tetap sadar ketika truk itu tetap melaju ke arahnya. Dalam keadaan menahan sakit akibat jatuh dari sepeda motor, Hudan berusaha sekuat tenaga agar tubuhnya bisa menyingkir dari ancaman truk itu. Entah untung atau tidak, Hudan hanya sempat menghindarkan kepalanya dari lindasan ban truk tersebut. Sementara dalam sekejab, ban itu kemudian melindas bagian tubuh lainnya seperti, tulang rahim, sebagian rusuk, pinggul dan tulang paha.

Hudan yang dulunya jebolan SMU Negeri 1 Banjarbaru itu mengaku, meski demikian ia masih tetap sadar. Ia raba bagian perutnya yang telah basah oleh darah. Bahkan juga melihat ketika semua barang-barang bawaannya diambil orang lain dan (sampai sekarang) ternyata tidak dikembalikan. Dalam kondisi itu, ada salah seorang warga sekitar yang memang bersungguh-sungguh ingin memberi bantuan dan kebetulan seorang polisi juga sedang patroli sehingga Hudan dapat segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Selama itu Hudan masih tetap dalam keadaan sadar. Ia mengambil handphone dan menunjukan nomor handphone bapaknya kepada polisi itu agar segera dihubungi.

Hudan NurSaat ini Hudan menjalani perawatan di Rumah Sakit Ulin Banjarmasin di ruang Aster No. C10 lantai IV. Ia bilang, dokter mengatakan dengan kondisinya sekarang ini, hanya untuk bisa kembali duduk ia harus menjalani terapi selama enam bulan lamanya dan entah butuh waktu berapa lama lagi agar bisa kembali melakukan aktifitas seperti biasanya. Memang, kondisi Hudan saat ini amatlah parah dan itu bukan hanya soal beberapa tulang tubuhnya yang patah. Tapi justru patahan tulang itu telah menyusup ke bagian dada yang membuat Hudan susah bernapas. Belum lagi soal darah yang masih terus diupayakan pihak kerabat, keluarga dan teman-teman. Semoga saja kebutuhan darah golongan ‘O’ yang Hudan butuhkan tidak terlambat, sedang tidak kosong, agar proses penyembuhan dirinya bisa berjalan lancar.

Sebenarnya kabar musibah ini juga telah tersebar melalui SMS yang dikirimkan secara berantai oleh kawan-kawan. SMS itu kemudian berkembang setelah Saut Situmorang mengusulkan membuka rekening agar memudahkan teman-teman yang ingin turut memberikan bantuan kepada Hudan sekeluarga. Setelah dirundingkan, pihak orang tua Hudan setuju dan mengucapkan terimakasih atas segala niat dan perhatian teman-teman semua. Jika teman-teman ada yang berniat untuk memberikan bantuan maka teman-teman bisa menyalurkannya langsung melalui rekening Hudan pribadi di : BNI 0065889174. Untuk memastikan segala sesuatunya, saya cantumkan juga nomor Handphone orang tua Hudan: 0812-519-1829.

Akhirnya, sebagai teman, tulisan ini saya hadiahkan kepada Hudan pribadi dan juga kepada semua teman-teman Hudan di manapun berada dan juga pembaca sekalian. Mari kita doakan Hudan bisa kembali sehat seperti sedia kala. Amin.

Iklan

Entry filed under: Umum. Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , .

Cempaka, Enam Bulan Kemudian? Blog Clinic & Blog Writing, Sebuah Tawaran untuk Panitia Telkom Speedy Competition

19 Komentar Add your own

  • 1. SHALEH  |  1 Mei, 2008 pukul 10:14 pm

    Benarkah, Sebagai sesama mahasiswa yang berasal dari jurusan sama aku turut berduka cita namun aku hanya bisa membantu lewat doa semoga cepat sembuh. Jadi sedih aku. Minta Izin mengkopi tulisan ini untuk di letakkan di blogku.

    Balas
  • 2. kangdirwo  |  2 Mei, 2008 pukul 2:13 am

    Hudan yang ceria dan semangat yg berkobar-kobar. Itulah kesan yg aku dapat pertama kali bersua dengannya. Seorang wanita yg patut dicontoh oleh wanita sekarang. Doa dan berdoa, begitulah yg bisa kita panjatkan untuk kesembuhannya. Minta izin juga ya untuk diletakkan di blogku. Mudahan bisa bermanfaat bagi pembaca yg lain.

    Balas
  • 3. yayu  |  2 Mei, 2008 pukul 7:18 am

    haloo numpang lewat

    Balas
  • 4. yayu  |  2 Mei, 2008 pukul 7:21 am

    Hudan adal;ah salah satu anak didik dari bengkel sastra di Balai Bahasa Banjarmasin. Semoga Hudan tegar. Doa kawan-kawanmu menyertai.

    Balas
  • 5. khai_ril  |  3 Mei, 2008 pukul 5:38 am

    Kang Harie, setiap ulun membaca tulisan tentang “cobaan” yang menimpa sahabat kita Hudan, sungguh tak tertahan haru dan pilu di hati ini. Tak jarang air mata pun ikut mengalir.

    Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk sahabat kita, Hudan. Seorang yang periang, yang akrab, yang bersahabat.

    ril : salut atas ketegarannya. di tengah derita yang dialaminya, ia senantiasa ceria, tertawa, dan bercanda… Salut juga atas kepedulian antum…

    Balas
  • 6. TAMBAL BAN-jarbaru  |  5 Mei, 2008 pukul 4:45 pm

    turut prihatin… moga tabah….dan sabar

    Balas
  • 7. rizki  |  7 Mei, 2008 pukul 12:07 pm

    turut berduka cita….. mudah2an Allah akn memberi kekuatan sabar, ketabahan, dan ketegaran. Aku hanya bisa berdoa untuk kak hudan.

    Balas
  • 8. H Fansuri  |  13 Mei, 2008 pukul 4:39 pm

    Hudan, semoga kamu cepat2 sembuh ya …

    Rakanmu yang sama-sama ‘berkuliah sastera’ di Samarinda.

    Ali dari Malaysia
    +6014-3233287

    Balas
  • 9. nurfik  |  14 Mei, 2008 pukul 6:02 am

    Udan kami teman penamu dari Brunei turut berduka atas musibah yang menimpa mu, semoga Udan kuat menghadapi dugaan ini. Cepat sembuh, ceria seperti dulu.

    Balas
  • 10. oka miharzha.s ( abdulkarim )  |  15 Mei, 2008 pukul 5:03 pm

    Salam sastra sobatku, hudan kami keluarga besar komunitas Sastra Indonesia Kabupaten Tanah Bumbu mengucapkan turut berduka atas cobaan dari Allah SWT, semoga kau cepat sembuh dan berkarya terus, dan sebagai sesama penyair kami titipkan untaian sajak di bawah ini :
    kehidupan pasti ada bayangannya
    antara bahagia dan duka menyatu jadi satu bila kita melaayarinya
    berlayarlah sahabat dengan kapal penumpangnya semua berdoa
    untuk Hudan sahabat kami

    Balas
  • 11. anto arus  |  23 Mei, 2008 pukul 12:47 pm

    kami komunitas arus kendari sulawesi tenggara turut prihatin. dan ketika izur menelpon kami, saat itu pula kami menggelar doa bersama dan merencanakan pentas amal peduli hudan. entah. tapi kami berharap niat baik mendapat tempat yang baik. semuga hudan tabah.

    doa kami semua komunitas arus kendari

    anto

    Balas
  • 12. ririn  |  26 Mei, 2008 pukul 12:47 pm

    hudan, cepat sembuh ya………
    doa kami selalu menyertaimu
    walau tak pernah jumpa dan hanya melihatmu melalui foto, saya tau hudan orang yang ceria dan supel. tentunya, musibah ini akan sangat mengganggumu. tapi saya harap hudan sabar dan ikhlas menempuh ujian ini. forza hudan
    pokoknya, hudan harus cepat sembuh dan bangkit lagi. indonesia, kita semua membutuhkan kebangkitanmu……
    arus kendari

    bundaarus

    Balas
  • 13. putrimasyithah  |  22 Juni, 2008 pukul 2:48 pm

    Hudan, sosok paling tegar yang pernah kutemui dihidupku. Bila yang menjenguk yang memberi semangat kepada yang sakit, maka tidak begitu dengan Hudan. Justru kami yang menjenguk yang mendapat semangat darinya.
    Bahkan beberapa hari yang lalu saaat aku menjenguknya, dia masih dengan sabar dan tegar menceritakan mengenai vonis penyakit kanker payudara dan kanker otak. Dia hanya bilang bahwa ALLAH begitu sayang padanya, karena dengan kecelakaan yang dialaminya, maka dia dapat mengetahui mengenai kanker yang dideritanya.

    Balas
  • 14. putrimasyithah  |  22 Juni, 2008 pukul 2:50 pm

    Yaa ALLAH, berikanlah kesembuhan untuk saudari kamu, Hudan…
    AMIN…………

    AMIN…………

    AMIN…………
    AMIN…………
    AMIN…………
    AMIN…………
    AMIN…………
    AMIN…………
    AMIN…………
    AMIN…………
    AMIN…………
    AMIN…………
    AMIN…………

    Balas
  • […] inilah yang bisa saya tulis sebagai penyambung kabar dari Hudan Nur sekaligus lanjutan dari tulisan terdahulu. Semoga Hudan Nur diberikan kekuatan untuk menjalani operasi yang selanjutnya di Jakarta dan […]

    Balas
  • 16. jamrin  |  18 Agustus, 2008 pukul 6:24 pm

    saya baru tahu tentang sosok tegar dan hebat seorang gadis Hudan Nur setelah membuka online ini. Sebelumnya sudah pernah kontak pada beliau setelah Halim HDdari Solo memberi nomor kontak pada dia.
    karena itu pula beberapa kali saling balas SMS dengan Hudan.

    salal kenal dari Jamrin di Donggala.
    semoga Hudan sehat wal afiat dan tetap tegar selalu.

    Balas
  • 17. IRVAN MULYADIE  |  5 September, 2008 pukul 5:03 pm

    aku harap, ketika aku baca tulisan tentang berita buruk ini, hudan telah (insya alloh) benar-benar sembuh…….amin!

    Balas
  • 18. Bety  |  2 Oktober, 2008 pukul 12:09 am

    Apa kbr Hudan? Smoga uda sembuh ya… Kembali ceria n tetap semangat.

    Balas
  • 19. dedi setiawan  |  10 Desember, 2008 pukul 8:57 pm

    aku salah satu relawan rumah dunia terkejut atas berita yang baru saja aku ketahui. tapi aku melihatmu seperti orang biasanya yang sempurna. aku hanya bisa memberikan doa dan semangat.

    salam kenal
    dedi setiawan

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Statistik:

  • 288,888 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: