Selamat Ulang Tahun, Banjarbaru.

20 April, 2008 at 5:17 am 5 komentar


Pada 20 April 2008 tahun ini, usia kota Banjarbaru genap sembilan tahun. Jika saya berhitung dengan usia sejumlah itu, maka terbayang dulu ketika saya masih sekolah dasar (SD). Menggunakan seragam putih dan celana pendek berwarna merah. Sambil menyapu hingus, saya hanya mendengarkan tiap kali guru-guru berkata tanpa paham maknanya, “Jangan suka membolos dan rajinlah belajar jika kalian ingin menggapai cita-cita.”

Saat itu, cita-cita adalah sesuatu yang sangat indah. Tapi cita-cita bagi seorang anak SD selalu tidak tetap. Kadang saya ingin menjadi cowboy dan besoknya mengidamkan sekali menjadi seorang astronot. Selalu berganti-ganti. Semua tergantung apa yang sedang saya tonton di televisi saat itu.

Seiring beranjaknya waktu, dan saya menjadi sebesar ini, baru saya menyadari bahwa cita-cita itu ternyata tidak semudah menonton televisi dan begitu banyak yang harus dilewati.

Namun tidak tepat rasanya jika cerita di atas digunakan untuk membandingkan sebuah kota. Namun sebagai warga Banjarbaru, yang tidak tahu harus memberikan selamat kepada siapa, toh Banjarbaru bukan melulu soal manusia, apalagi milik seorang saja, bagi saya Banjarbaru itu adalah semua yang ada di dalamnya, termasuk saya.

20 April 2008 tahun ini, laiknya sebuah peristiwa yang sakral, bahwa pada tanggal itu pernah ada sebuah kota yang dilahirkan, maka kelahirannya pantaslah diupacarai oleh Banjarbaru itu sendiri. Ini semua tak ada bedanya dengan peristiwa kelahiran saya sendiri. Jika tanggal itu datang, maka saya memperingatinya justru untuk diri saya sendiri bukan kepada orang lain. Maka adalah bohong jika saya merasa lengkap menjadi bagian kota Banjarbaru. Adalah bohong jika saya mengatakan bahwa saya mengenal kota Banjarbaru seperti saya mengenal diri saya sendiri.

Begitulah. Tidak banyak yang bisa saya perbuat untuk menyempurnakan diri saya sebagai Banjarbaru. Bagaimana tidak, ketika Banjarbaru mendapatkan penghargaan Kota Sehat “Swastisabha Wiwerda”, diam-diam saya sibuk mencari semak belukar yang tumbuh di pinggiran jalan untuk menambah jumlah kantong plastik yang berisi sampah. Apalagi tentang taman-taman yang ada di Banjarbaru, kadang saya suka ikut memetik setangkai bunga di sana untuk dihadiahkan kepada seseorang yang saya cintai. Itu belum seberapa, kadang saya hanya membiarkan ketika melihat orang-orang membuat coretan di tembok-tembok fasilitas umum.

Akh, saya tidak cukup lengkap untuk menyebut diri saya sebagai Banjarbaru. Apalagi ketika ada orang yang mengatakan bahwa semua itu bukan tanggung jawab kita, entah kenapa saya merasakan Banjarbaru semakin tidak lengkap saja.

Selamat ulang tahun, Banjarbaru. Selamat ulang tahun kota saya. Dengan mengucapkan kalimat ini, saya seperti sedang memotong pita yang terbentang di dalam tubuh saya sendiri.[ ]

Iklan

Entry filed under: Esai. Tags: .

Telkom Speedy Competition, Masih Ada Kesempatan! Sekadar Nampang, Bisa Goyang Trafik

5 Komentar Add your own

  • 1. Kiki  |  21 April, 2008 pukul 1:11 am

    Hidup Banjarbaru sebagai kota Pendidikan….

    Balas
  • 2. Pakacil  |  21 April, 2008 pukul 5:59 am

    Banjarbaru,
    Kota kecil yang beranjak remaja dan sudah mulai genit…
    I love this town too..
    🙂

    Balas
  • 3. SHALEH  |  22 April, 2008 pukul 10:16 am

    Ternyata kota juga punya ULTAH ya…, klo gitu met ULTAH aja…,

    Balas
  • 4. tambal BAN  |  22 April, 2008 pukul 5:06 pm

    Banjarbaru ULANG TAHUN…hidup tukang tambal !!!…merdeka!!!

    Balas
  • 5. r45y1d  |  28 April, 2008 pukul 4:11 am

    HIDUP KOTA BANJARBARU
    SEMOGA MENJADI LEBIH BAIK LAGI
    AMIEN

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 289,229 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: