Ribut Soal Trafik

7 Januari, 2008 at 10:26 pm Tinggalkan komentar


Begitulah, saya tidak perlu menjelaskan apa itu trafik? Tapi jika Anda datang ke blog ini berarti ada satu trafik yang bertambah.

Ada orang yang sinis mengenai trafik dan ada juga orang yang demikian antusiasnya. Tapi masalahnya bukan kenapa menu tampilan trafik harus ada? justru kesinisan dan antusias seseorang didasari atas upaya-upaya meraih trafik itu sendiri.

Trafik itu hanya imbas

Entah apa yang ada dalam pikiran pembaca setelah saya ikut menulis mengenai hal ini. Tapi pernah ada kecurigaan yang dilayangkan kepada saya atas satu tulisan yang dimuat dalam blog ini.

Sekali lagi trafik itu hanya imbas. Dengan kata lain, apakah dilarang jika kita mempunyai sebuah pendapat terhadap kasus-kasus tertentu jika memang pendapat itu layak disampaikan? Apakah ada peraturan eksklusif tentang sebuah masalah dan orang lain dilarang berpendapat?

Mestinya kita bisa membedakan mana yang sekadar imbas trafik dan sekadar mencari trafik. Bukan sebaliknya, mencurigai semua pendapat orang lain dengan dalih trafik.

Kecurigaan itu bisa saja benar atau sebaliknya, kecurigaan yang salah. Jika saya membaca sebuah artikel, kebetulan masalah yang akan disampaikan tergolong sensasional, maka saya akan membacanya dulu hingga tuntas. Relevan tidak? Apa pendapat yang ia sampaikan? Ini penting dilakukan sebelum menumbuhkan kecurigan soal tadi, lagi-lagi trafik.

Saya menyayangkan apabila sel-sel otak kita yang brilian harus diracuni dengan kecurigaan-kecurigaan yang tidak kritis. Curiga ini, curiga itu, ujung-ujungnya ribut. Padahal ribut itu kelak bisa saja menimbulkan sensasionalitas yang bisa saja didalihkan untuk trafik. Padahal itu hanya imbas dari keributan itu sendiri.

Nah, dalam kasus ini, ribut soal trafik, masalah apakah yang sebenarnya diributkan? Tentu ada satu titik terang yang bisa kita cari. Apakah sebuah blog yang membuat judul syurrr tentang artis Indonesia, atau sebuah blog yang sekadar menjebak pengunjung dengan syuurrr itu tadi tapi contentnya justru mengejek pembaca (btw, itu bisa jadi shock therapy bagi pengunjung lo, hehehe).

Jangan-jangan kita sedang tidak meributkan sesuatu atau yang diributkan itu tidak jelas. Kan repot, imbasnya adalah kecurigaan-kecurigaan belaka. Kalau sudah saling mencurigai, betapa rapuhnya kepercayaan antar sesama blogger. Nanti kalau tidak ada yang saling baca lagi bagaimana? Nanti kalau blog di cap gak mutu bagaimana? Akh…itu cuma pendapat saya saja kok. Orang lain boleh berbeda dan saya menghargai perbedaan itu sebagai jalan sesama blogger dalam hal meretas kebersamaan.

Iklan

Entry filed under: Umum. Tags: , , .

Adakah Cinta di Tahun 2008 Ini? Hari ini saya mau ke Banjarbaru tapi Bandara Diteror Bom

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 287,167 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: