Adakah Cinta di Tahun 2008 Ini?

7 Januari, 2008 at 8:57 am Tinggalkan komentar


Keluarlah sebentar sayangku, lihatlah apa yang terjadi di luar sana.

Aku buta dan aku hanya bisa merasakannya. Tentang anak-anak kecil yang tak sempat bermain kelereng, boneka dan layang-layang karena rumah mereka dalam genangan lumpur. Aku hanya bisa merasakannya, Sayang! Cobalah kau ceritakan lagi apa yang kau lihat sekarang ini? 

Aku melihat hujan. Aku melihat awan yang mendung. Aku melihat air mata.

Hanya itu sajakah yang bisa kau lihat?

Tidak, Sayang. Aku juga sedang melihatmu. Melihat semua yang pernah kau alami. Saat kau melahirkan, saat kau tahan sakitnya. Remaslah tanganku, Sayang. Aku tidak kuat mengingatnya. Setelah anak itu lahir dan baru sempat kita kecup manisnya hidup, ia harus pergi selamanya. Aku masih ingat terakhir kali ia mengerang sakit, perutnya kembung, tapi kau terpaksa memakan nasi basi itu agar tetap bisa menyusui anak kita. Tubuhnya semakin panas, di bawah tenda, saat mata anak kita membeliaik, kau meraung tajam….

Aku rasakan saat ini kau sedang menangis?

Aku menangis untukmu, Sayang. Menangis untuk perempuan yang kehilangan anak-anaknya. Menangis untuk anak-anak yang telah dibunuh dengan sadis oleh orang tuanya, temannya, pamannya…

Aku bilang, kau jangan suka menonton berita kriminal. Itu akan menambah perih luka yang baru saja kita jahit dengan air mata.  

Tidak, Sayangku. Seandainya kita boleh meminta, ijinkan ada cinta di tahun 2008 ini. Tak perlu cinta yang modern. Seperti dulu saja. Cinta yang kuno. Orang-orang tak menebangi pepohonan, orang tua menganjurkan anak-anaknya pergi ke mushola,  orang-orang yang saling welas asih.

Aku mengerti maksudmu. Mari kita pulang, Sayang. Ini sudah sangat malam. Besok kita harus pergi ke terminal lagi, mengharap belas kasih orang-orang, semoga ada uang esok hari, karena kita harus membayar sewa rumah kontrakan.

Baiklah. Seandainya kita masih di porong sana, tanpa lumpur panas. Akh…

Sudahlah, jangan mengeluh. Semoga saja masih ada cinta di tahun 2008 ini.

Cinta? []

Entry filed under: Umum. Tags: , .

SMS dari Teman yang Ingin Menjadi Penulis Ribut Soal Trafik

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 283,231 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

%d blogger menyukai ini: