SMS dari Teman yang Ingin Menjadi Penulis

6 Januari, 2008 at 6:46 pm 5 komentar


            Pernah saya menerima SMS dari seorang teman yang menanyakan apakah menjadi seorang penulis itu menguntungkan? Spontanitas langsung saya jawab ‘iya’. Tapi jawaban itu rupanya tidak cukup memuaskan. Saya kelabakan juga ketika teman saya itu minta penjelasan.

“Apa saja keuntungan jadi penulis?”

Sambil mikir, saya kirim balasan yang sifatnya memancing. “Memangnya kamu ingin jadi penulis?” Eh, dia malah jawab begini. “Kalau untung, kenapa tidak? Tlg jwb pertanyaan tadi dong.” Saya jadi tambah bingung. Gawat juga kalau saya tidak bisa memberikan penjelasan. Bagaimana pun jawaban yang akan saya berikan setidaknya memotivasi dia untuk menyukai dunia tulis menulis. Tentu saja, menulis yang menguntungkan. Belum sempat saya jawab, dia kirim sms lagi. “Kata orang menulis itu bisa bikin orang jadi kaya?”

Wah, betapa susahnya menjawab pertanyaan semacam itu. Saya suka menulis dan saya juga sudah mencicipi keuntungan dari hasil tulisan saya. Tapi kalau menjadi kaya, rasanya belum tuh. Kalau Habiburrahman El-Shirazy penulis novel ayat-ayat cinta sih memang iya, tapi apa saya harus mengatakan ‘iya’ lagi dengan menyebutkan Habiburrahman sebagai contohnya.

Saya pusing. Seandainya saya benar-benar kaya melalui tulisan, pasti tidak akan terjadi semacam ini. Dengan mudah saya bisa menjawabnya, “Begini lo, kalau mau mendapatkan untung dari tulisan caranya begini, blablabla…Dan kalau ingin kaya lewat tulisan, kamu harus melakukan hal-hal semacam ini, blablabla…

Karena dihantui rasa takut bersalah, memberikan jawaban yang keliru, akhirnya tak satu pun sms balasan saya kirim. Biarlah dia menunggu dan menunggu. Dia tidak tahu kalau saya harus pergi ke warnet untuk mencarikan jawaban untuknya. Saya browsing tujuh keliling, maksudnya pusing mencari kata kunci di google. Pokoknya semua kata kunci yang berhubungan dengan menulis, untung kaya, menjadi penulis saya coba satu persatu. Lumayan, ada sedikit titik terang. Rupanya saya juga butuh informasi tersebut. Dari semua situs yang saya coba, banyak link yang merujuk ke www.belajarmenulis.com Tapi saya butuh referensi lain. Belum saya temukan bagaimana caranya menjadi kaya dengan profesi seorang penulis.

Capek juga mencarinya. Banyak link yang merujuk ke situs bisnis online. Saya baru kepikiran kalau seorang penulis itu jadi kaya biasanya karena buku karya penulis tersebut best seller. Berarti saya salah dong. Mestinya saya tulis di google bagaimana caranya agar karya kita bisa menjadi best seller. Itu dia jawabannya. Saya pilih kata kunci ‘kiat best seller’. Semua tampilan di halaman satu saya buka. Lagi-lagi saya menemukan www.belajarmenulis.com tapi langsung tertuju pada tulisan yang dimaksud. Saya baca semuanya. Lumayan juga, cara menulis yang sederhana, sesuai kebutuhan, humoris, dan banyak fakta yang saya dapatkan dari teori yang disampaikan di situs tersebut. Saya bermaksud mencomot teori-teori tersebut. Tapi berapa duit yang harus saya keluarkan untuk mengirim semua tulisan itu melalui sms ke teman saya.

“Coba buka situs www.belajarmenulis.com, pertanyaanmu akan terjawab di sana,” itu saja yang saya kirim. Perasaan saya langsung plong. Dia bisa gunakan situs itu untuk belajar menulis.

“Eh, iya. Barusan aq jg buka situs itu, Mas. Habis lama banget jawabnya, dah gak sbr. Situsnya sip.Thx,” jawab teman saya itu. []

Iklan

Entry filed under: Umum. Tags: , .

Lomba Review Situs BelajarMenulis.com Adakah Cinta di Tahun 2008 Ini?

5 Komentar Add your own

  • 1. realylife  |  7 Januari, 2008 pukul 7:14 am

    saya mengundang untuk berkunjung ke blog saya , barangkali ada yang bisa diambil hikmahnya

    Balas
  • 2. Mihael "D.B." Ellinsworth  |  7 Januari, 2008 pukul 12:43 pm

    Kalau untuk Hobi, biasanya untung rugi pun tidak akan diperdulikan. 😀

    Balas
  • 3. Anonim  |  9 Januari, 2008 pukul 7:08 am

    realylife kok gak kasih link?

    Balas
  • 4. Abuyahya  |  20 Januari, 2008 pukul 6:49 pm

    Yang penting tambah kenalan dan silaturahim jalan …

    Ternyata ikutan lomba itu menambah kawan juga, ya?

    Blogwalking aja…

    Salam kenal, ya…

    Balas
  • 5. Novelandme  |  2 Maret, 2008 pukul 2:01 pm

    belum saya temukan bagaimana menjadi kaya dengan profesi seorang penulis

    Selain membuat karya sebagus mungkin (dengan harapan bisa menjadi best seller) kontinyu menulis naskah yang layak diterbitkan sehingga menjadi pemasukan tambahan juga perlu. Arti kata, penulis harus banyak menerbitkan karya. Sehingga jumlah penghasilan dari karya-karya yg beredar pun bisa diakumulasi menjadi jumlah penghasilan yg mencengangkan.

    Kalau mengharapkan penghasilan yg besar dari satu karya saja, jelas sangat sulit menjadi “kaya”

    Bahkan penulis terkenalpun baru merasakan hasil yg cukup menjanjikan setelah mereka memiliki lebih dari satu karya yg berkualitas.

    Salam nge-blog
    novelandme.wordpress.com

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 289,229 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: