Parkir: Bisnis dan Tanggung Jawab

1 Januari, 2008 at 6:31 am 2 komentar


Siapa sangka penghasilan sebagai tukang parkir itu ternyata lumayan besar. Silakan Anda hitung sendiri, satu motor Rp.1000,- x jumlah motor yang parkir dalam seharinya. Belum lagi ditambah penghasilan dari parkir mobil. Barangkali dalam setiap harinya bisa mendapatkan jutaan rupiah. Apalagi pada moment-moment tertentu. Biaya parkir bisa dinaikan sendiri oleh pengelola (aji mumpung).

Banyak faktor mengapa pekerjaan tukang parkir semakin menguntungkan. Salah satu yang berpengaruh adalah promosi besar-besaran dari pihak show room kendaraan. Bayangkan saja, hanya dengan memunyai uang Rp. 500-750 ribu kita sudah bisa memiliki motor kreditan. Melihat kenyataan tersebut, tidak aneh jika kemudian satu rumah memiliki lebih dari dua motor. Kita tahu sendiri, kemanapun tujuan kita bepergian, di situ senantiasa ada lahan parkir yang disediakan. Disadari atau tidak, itulah bisnis yang lumayan gampang. Hanya menyediakan lahan kosong dan mencetak sebanyak-banyaknya kartu parkir plus sobekan-sobekan kardus untuk melindungi motor dari panasnya terik matahari.

Kalau Anda tidak percaya bahwa bisnis parkir itu menguntungkan, cobalah Anda simak informasi-informasi di televisi, radio dan surat kabar. Saat ini telah terjadi lonjakan yang cukup dahsyat mengenai kendaraan bermotor. Perhatikan lingkungan Anda masing-masing, bagaimana? Rata-rata telah memiliki sepeda motor bukan?

Terlepas akibat dari bertambahnya pemakai kendaraan bermotor, bagi pengusaha, pengelola dan buruh parkir, itu sangat menguntungkan bagi mereka. Tapi ada yang aneh. Jika income parkir itu mendatangkan keuntungan yang besar, semestinya pihak pengelola atau pemerintah yang juga mendapatkan pemasukan dari sana, memberlakukan keamanan yang ketat terhadap setiap kendaraan. Jika perlu diberlakukan asuransi bagi kendaraan yang parkir.

Tidak sekali dua saya menanyakan kepada tukang parkir kalau seandainya terjadi pengrusakan atau kehilangan dari salah satu kendaraan yang parkir di lahan mereka, apakah berlaku penggantian biaya atau semacamnya. Jawab mereka, tidak! Jika demikian apa tanggung jawab mereka? Apakah hanya sekadar mengatur lalu lintas parkir belaka? Padahal logikanya adalah, tempat parkir sama halnya sebagai tempat penitipan. Untuk menitipkan barang tersebut kita dikenai biaya. Biaya tersebut harusnya dikelola untuk meningkatkan sistem keamanan. Nah, jika barang kita hilang, siapa yang paling bertanggung jawab?

“Ya, si empunya motor, dong!” jawabnya lagi.

Hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm….

Iklan

Entry filed under: Esai. Tags: .

Selamat Ulang Tahun Lagi-Lagi Komunitas Blog Kalsel

2 Komentar Add your own

  • 1. Indah  |  25 Februari, 2008 pukul 3:38 pm

    Emm… Pak.. mas… kalo nulis jgn di (more…) donk… biar kl saya ngesave dn pengn baca tanpa koneksi k internet bs penuh mpe hbs.. Makasih

    Balas
  • 2. harie insani putra  |  26 Februari, 2008 pukul 1:08 pm

    To Indah:
    hehehe…saya pertimbangkan deh…

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 287,167 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: