Hampir Kecopetan

22 Desember, 2007 at 6:07 am 7 komentar


Kalau hanya mendengar berita orang kecopetan, itu sudah biasa. Tapi ini hampir saya alami sendiri. Persisnya ketika saya berangkat dari Banjarbaru (Kalsel) menuju yogyakarta. Usai turun di Bandara Adi Sucipto, karena tujuan saya adalah kota Salatiga, maka saya harus naik bus dulu ke terminal Kartasura/Kartosuro.

Nah dari terminal Kartasura itulah saya hampir kecopetan. Saat bus tujuan Semarang (melewati Salatiga) datang, saya langsung bergegas naik lewat pintu depan. Siapa pun barangkali tak menduga kalau di dalam bus itu ternyata ada copet yang siap beraksi. Ia berdiri di belakang saya, mengenakan pakaian putih lengkap dengan topi. Lazimnya orang naik bus, jika sudah sampai ke dalam, maka yang terbayang adalah perjalanan. Masih ada kursi kosong apa tidak, pengamen dan segala macamnya.

Entah kenapa, awalnya saya juga tidak percaya ada sesuatu yang bergerak-gerak di kantong celana depan. Sambil tetap diam, saya coba meyakinkan diri bahwa benar ada seseorang yang ingin mencopet .Langkah awal yang saya lakukan adalah berbalik dengan cepat. Sungguh hebat juga copet tersebut, sewaktu saya berbalik, dengan cepat ia menarik tangannya lalu pergi. Ia sempat memandangi saya lalu turun dari bis. Selama perjalanan, saya masih tak percaya juga kalau hampir saja menjadi korban pencopetan.

Iklan

Entry filed under: Umum. Tags: , , .

Wah, ini sudah jam berapa? Starone Kok NGOS-NGOSAN di Yogyakarta?

7 Komentar Add your own

  • 1. sapri mk  |  23 Desember, 2007 pukul 3:13 pm

    ya lain kali kita harus waspada bung! jangan samakan dengan di kota kita, disanakan Barandak!segala macam deh, mudah-mudahan itu tidak terjadi lagi dan kau bisa ingat kejadian dulu waktu ngenet ,mp4 kamu juga raib, artinya disaat saat seperti itu kita harus menyiapkan kewaspadaan sepenuhnya terhadap barang keperluan milik kita, apalagi nanti kalo kamu pulang bareng ama isteri dan anak harus extra lebih lah pengawasan kita, kita juga tak menginginkan hal hal yang demikian akan terjadi lagi,
    salam dariku!

    Balas
  • 2. sandi  |  24 Desember, 2007 pukul 4:11 am

    “…Entah kenapa, awalnya saya juga tidak percaya ada sesuatu yang bergerak-gerak di kantong celana depan…” — ane kira anu ente yang bergerak-gerak, hehee…

    tapi, setidaknya pengalaman ente juga mengingatkan ane ketika hendak dirampok dua pemuda bersenjata pisau di Pasar Wonokromo, Surabaya, 7 tahun lalu. Alhamdulillah, setelah sempat bergumul, ane bisa meloloskan diri. Jadi, memang musti hati-hati.. Sampai jumpa di banua. Kapan balik?

    Balas
  • 3. Rian  |  27 Desember, 2007 pukul 2:18 pm

    Saya jadi teringat kejadian yang menimpa saya ketika baru turun dari Kapal di Pelabuhan Perak, untungnya ndak jadi kecopetan

    Balas
  • 4. Rystiono  |  29 Desember, 2007 pukul 4:18 pm

    Wah, dulu saya pernah juga ngalamin…

    Waktu itu mo pulang dari jakarta ke madiun, cuma kebagian kereta ekonomi coz liburan rame banget. Alamat berdiri di kereta. Klo nggak salah nyampe cirebon lah, aku dipepet sama 2 orang penjual makanan. Lah yang satu ini ngeraba-raba gitu…

    Hehehhehee…dia nggak dapet apa-apa, lah wong semua ada di dalem tas kecil yang selalu aku dekap kemana2. Tapi ngeri juga, sapa tau dia bukan copet tapi gay…wah…T_T

    Balas
  • 5. ara Ska  |  31 Desember, 2007 pukul 8:29 pm

    ah, rie! imak tu mesti ga baca bismillah waktu naik bus, untung tuhan masih sayang ama imak, klo kga, raiblah uang mu!
    he he he

    klo aku malah nipu pencopet!
    dirumah ada dompet usang yg udah apkir, waktu ada temen ngajak jalan-jalan tu dompet ku bawa, ta lupa isinya dijejali kertas koran tebel-tebel. lalu ta masukin dikantong belakang. sampe dijalan rame dekat mitra plaza, ada orang yg jalannya memepet, cuman beberapa detik, saat diraba kantong belakang tempat dompet apkir tadi dinyungsepin, telah tiada, aku ama temen yang ngajak jalan cuma cengengesan, rasain lo copet….

    Balas
  • 6. ara Ska  |  18 Januari, 2008 pukul 7:14 pm

    tips pencegahan kecopetan:
    1. jangan nyimpan dompet dikantong belakang
    2. jangan pake tas yang mudah diembat copet
    3. simpan dompet dikantong celana depan ato klo perlu di dalam celana dalam
    4. ga usah pake gaya rapi ujung pakaian dimasukin kedalam celana, biarkan aja tergerai keluar, jadi kantong celana ga kelihatan
    5. yang paling aman dari kecopetan adalah ga bawa dompet

    Balas
  • 7. Anonim  |  2 Mei, 2015 pukul 11:33 pm

    Hati2 di salatiga bawean karena copetnya
    Dari daerah pungkursari salatoga

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Statistik:

  • 288,888 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: