Kelak, Blog tidak sekadar diminati tapi juga meledak-ledak

4 Desember, 2007 at 11:07 am 4 komentar


Saya yakin, – kelak-  blog tidak sekadar menggantikan buku diari.

 
Ada sebuah fenomena yang bisa saya rasakan, mudahan ini juga dirasakan oleh yang lainnya. Sebuah rasa itu adalah mengenai peran blogger yang tidak lagi dipandang sebelah mata. Semoga para penerbit buku juga ikut menyadarinya.

 
Jika serius mengamati tulisan-tulisan dari satu blog ke blog yang lain, akhirnya sampai juga pada kesimpulan bahwa blogger adalah juga penulis yang sama-sama memiliki disiplin yang ketat. Setidaknya dalam hal mengemukakan pendapat.  Jika ada yang menganggap blog hanya salah satu bentuk keisengan belaka atau merupakan pelampiasan seseorang karena sulitnya menembus media cetak, paradigma ini tentunya harus dipertimbangkan kembali.

 
Penerbit sebagai institusi yang di dalamnya terdapat unsur bisnis, dari waktu ke waktu, saya yakin,  tentu akan mengalami pergeseran dalam hal strategi menerbitkan naskah. Yaitu membidik tulisan-tulisan para blogger adalah pilihan yang tidak salah. Pertimbangannya adalah: “Karena para blogger memiliki komunitas pembacanya sendiri.” Itu sangat menguntungkan. Banyak sekali alamat-alamat blog yang bisa dijadikan rujukan para pengguna internet, entah itu membahas soal hukum, sosial, politik, agama, olahraga, musik juga sastra.

 
Para blogger yang berhasil membangun citra dirinya sebagai blog yang mapan, yakni intens dalam menulis, fokus dalam pembahasan dan terjadinya diskusi dengan para pengunjung, sama halnya juga seorang penulis yang berupaya memasyaratkan tulisannya secara offline (terbit di media massa cetak). Penerbit akan menerima ini sebagai keuntungan. Pertama dari segi promosi. Kedua dari segi keseriusan penulis. Jika dulu penerbit ikut aktif memperhatikan fenomena penulis dari sebuah media cetak maka sekarang – setidaknya – kedua hal di atas dengan mudah bisa diketahui hanya dengan melakukan kunjungan dari satu blog ke blog yang lain. Hanya tinggal menyesuaikan idealisme penerbit masing-masing saja. Silakan pilih, blog mana yang sesuai dengan arah penerbitan Anda? Politik, agama, sosial, teknologi, atau sastra. Di Jamin lengkap! Atau cukup mengambilnya satu persatu tulisan yang ada, lantas digabungkan menjadi satu ke dalam buku.

 
Sebenarnya, fenomena penerbit membidik para blogger itu sudah terjadi. Hanya saja tidak seramai istilah novel-novel chicklit dan teenlit. Tentu saja, ada istilah tersendiri untuk menyebut sebuah tulisan di blog yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Biarlah istilah itu menjadi ide bersama. Apa saran Anda?

 
Jika ada penerbit yang membaca tulisan ini, saya harap penerbit tersebut mau mempertimbangkannya.  Lalu mulai dengan langkah awal yakni mendata blog-blog yang relevan dalam kaitannya sebuah penerbitan buku. Misal, kaidah penulisan EYD, tanda baca dan lain sebagainya. Jika benar ada penerbit (syukur berbondong-bondong) melirik para blogger, tentu saja promosi buku akan dibantu para blogger. Misal, membuat banner buku tersebut atau cara lain yang lebih efektif. Nah, saya hanya sedang membaca tentang ‘rasa’ saja, bahwa blogger juga memiliki kesempatan luas untuk terbit ke dalam buku dan juga ada kesempatan besar yang lain jika penerbit menginginkannya. Soal terjadi atau tidak, itu juga kembali ke persoalan ‘rasa’. Apakah ‘rasa’ itu sama?

 
ruMahcerita, Desember 2007

Iklan

Entry filed under: Esai. Tags: , , .

teknik-berani-mengawali-mengakhiri-sebuah-cerpen # 2 Komunitas Blog Kalimantan Selatan

4 Komentar Add your own

  • 1. Zulfaisal Putera  |  7 Desember, 2007 pukul 8:34 am

    Aku tambahkan, ya!

    Kelak Blok tidak sekadar meledak-ledak, tapi juga membumihanguskan!

    Bagaimana?

    Tabik!

    Balas
  • 2. sandi  |  8 Desember, 2007 pukul 3:24 am

    … tapi buku dan koran tetap tidak akan tergantikan. meski memang ada kecemasan-kecemasan koran akan mati (papperless) sekitar tahun 2040 akibat kemajuan teknologi.
    Saya bicara bukan sebagai orang koran, tapi sebagai bagian dari peradaban.
    Dan ngeblog, sesungguhnya hanyalah bagian dari kemajuan teknologi. Pada masanya ia memang akan “meledak” (booming) dan menjadi tren. Seperti halnya internet yang di Kalsel ini trennya barangkali baru dimulai pada awal tahun 2000-an.

    Bagaimana kalo kita bikin “Komunitas Blog”?

    Balas
  • 3. hitomi hydeless  |  11 Desember, 2007 pukul 7:36 am

    hum..bahasa pak Zulfaisal ‘membumihanguskan”…gimana kalo “meluluhlantakkan”…wahaha…luluh lantakkan tirani kezaliman..down down kapitalisme !! rise rise Islam !! wah..kok jadi serasa aksi nih…aku kangen aksi..aksi..aksi. Beraksi di blog aja ah !!! sori bro, YM nya hang..kabanyakan virusnya kali nih warnet.

    Balas
  • 4. saprie  |  12 Desember, 2007 pukul 1:20 pm

    untuk memberikan satu komunitas blog kalsel,kita perlu menjaring para bloger itu sendiri,agar lebih akrab antara para blogger sehingga bisa berbagi rasa. seperti yang kita laksanakan setiap malam selasa di ruMah cerita, kita bisa saling berbagi pengalaman dan pelajaran yang berguna sehingga kemungkinan besar para blogger yang awam( seperti saya)bisa belajar lebih dari kegiatan blog memblog,dan tentunya nanti penerbit penerbit akan memperhitungkan para blogger di kalsel,
    salut buat blogger kalsel…! maju terus!

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 289,229 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: