Kongres Cerpen Indonesia V, Dilengkapi Workshop

3 November, 2007 at 2:47 pm 5 komentar


Sabtu, 27-10-2007 | 00:00:01

sumber: [http://www.banjarmasinpost.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=5421&Itemid=180]
BERTUJUAN untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap dunia kesusastraan, Kongres Cerpen Indonesia V yang dibuka Jumat (26/10) malam dilaksanakan.Semangat cinta menulis, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa serta generasi muda umumnya, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan kebudayaan dan kesusasteraan di Kalsel juga menjadi sasaran pelaksanaan kongres yang berlangsung hingga Minggu (28/10).Gelaran yang dihadiri ratusan cerpenis dari seluruh Indonesia ini menjadi reuni akbar para pencinta tulis menulis seluruh daerah. Bahkan seperti diungkapkan panitia pelaksana, di antara peserta sudah memiliki nama besar di dunia sastra.

Dengan kehadiran para pembicara yang sudah punya nama tersebut, diharapkan mampu mendongkrak apresiasi masyarakat terhadap dunia sastra dan semangat cinta menulis.

Sebut saja Korie Layun Rampan, yang hari ini bakal menjadi pembicara dengan mengangkat tema Warna Lokal dalam Cerpen Indonesia, Jamal T Suryanata (Tradisi Cerpen di Kalimantan Selatan), Saut Situmorang (Akses Media dan Idealisme Industri Media danPerbukuan) dan banyak lagi pembicara lain yang sudah lama malang melintang di kesusastraan negeri ini.

Sebagai tempat pertemuan para cerpenis dan bisa menjadi ajang ‘keluh kesah’ insan sastra, tentunya Kongres Cerpen Indonesia yang dilaksanakan untuk kelima kalinya ini diharapkan membawa angin segar bagi perkembangan sastra khususnya di daerah ini.

Dengan kedatangan para senior di dunia sastra, setidaknya, bisa mendorong lahirnya bibit-bibit baru cerpenis dari Timur Indonesia.

Misalnya agenda hari ini lewat workshop cerpen yang memberikan pelatihan untuk para cerpenis menciptakan karya. Joni Ariadinata, Gus TF Sakai dan Ahmadun Yosi Herianda menjadi pelatih. Lewat topik yang mereka angkat, menjadi strategi bagi para peserta untuk mengembangkan sayap di bidang sastra. Dari menemukan ide cerita, mengembangkan sampai bisa melahirkan sebuah cerpen yang menarik diberikan dalam workshop yang digelar sehari ini.

Seperti Joni Ariadinata yang memberikan pelajaran Strategi Kreatif Menemukan dan Mengembangkan Cerita, yang dilanjutkan topik Mencipta Tokoh Fiksi dan Konflik Dramatik oleh Gus TF Sakal dan terakhir belajar mengatur Strategi Menembus Media Cerpen yang akan diberikan oleh Ahmadun Yosi Herianda. yen

Agenda

Hari/tanggal: Sabtu, 27 Oktober 2007
Lokasi: Taman Budaya Kalsel
Pembicara Kongres: Lan Fang, Korie Layun Rampan, Jamal T Suryanata, Agus Noor, Trianto Triwikromo, Saut Situmorang, Nirwan Ahmad Arsuka.
Workshop: Strategi Kreatif Menemukan dan Mengembangkan Cerita (Joni Ariadinata), Mencipta Tokoh Fiksi dan Konflik Dramatik (Gus TF Sakai) dan Strategi Menembus Media Cerpen (Ahmadun Yosi Herianda).

Iklan

Entry filed under: Referensi. Tags: .

Komunitas Cerpen Indonesia Terbentuk Lomba Karya Tulis Ilmiah “Pandangan Politik Orang Melayu”

5 Komentar Add your own

  • 1. jajang r kawentar  |  11 November, 2007 pukul 11:03 am

    Palembang
    wah, komunitas cerpen ini bisa jadi alat politik jua untuk pemilihan presiden mendatang,……
    waktu sungai musi mengalir ia berbisik tubuhku telah tercemar

    Balas
  • 2. harie insani putra  |  11 November, 2007 pukul 5:29 pm

    Thx atas komentarnya. Soal pemilihan presiden, itu urusan parpol. Tapi mas Jajang bukan salah seorang jurkam bukan? hehehe….

    sungai barito di malam hari, ia membisik tubuhnya akan selalu mengalir…meski dicurigai.

    Salam!

    Balas
  • 3. jajang r kawentar  |  15 November, 2007 pukul 10:31 am

    sorry eh maaf eh mohon pangapunten, eh
    bukankah ada juga presiden penyair siapa yang mau menggantikannya atau presiden seumur hidup…. kadang-kadang kita menyadari kebaikan kita saja apalagi kejelekan orang ya

    ini bukan jurkam ini juru kamera juru terkam juru kamar juru kamu juga he

    Balas
  • 4. harie insani putra  |  15 November, 2007 pukul 12:04 pm

    hahaha….ada to presiden penyair? coba kalo orang tidak menyebutnya ada, pasti tidak akan ada. Mas Jajang mau disebut apa hayoooo???

    terimakasih atas terkamannya.

    Balas
  • 5. jajang r kawentar  |  20 November, 2007 pukul 7:45 am

    Oi jangan sembarangan ngomomg-ngomong presiden penyair, gubernur penyair saja ada, kali rt penyair juga ada, nanti mereka bisa marah. jangan bilang saya mau disebut presiden penyair itu, saya ini gembala yang petani.

    Balas

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 289,229 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: