Dengarlah, Kakek Membaca Cerpen…

3 November, 2007 at 2:23 pm Tinggalkan komentar


Dengarlah, Kakek Membaca Cerpen…
(Di Acara Pembukaan Kongres Cerpen Indonesia V di Taman Budaya)

sumber: [http://www.radarbanjarmasin.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=77185]

DENGAN santai Hamsad Rangkuti, cerpenis tua itu melangkah menaiki panggung di Balairung Sari, Taman Budaya, Banjarmasin. Tangan kanannya memegang sebuah buku kumpulan cerpennya sendiri, Bibir Dalam Pispot (2003). Hamsad memang didaulat membacakan cerpen di akhir acara pembukaan Kongres Cerpen Indones V itu, tadi malam.

“Inilah kakek membaca cerpen..,” ucap lelaki 64 tahun itu tersenyum sambil membuka lembaran buku cerpennya. Para peserta KCI V di ruangan itu pun tertawa kecil. “Lagu Dalam Bus,” Hamsad memulai dengan membaca judul cerpennya.

Sebuah bus malam jarak jauh meluncur dalam kecepatan sedang-sedang saja… Hamsad mulai membacakan cerpennya. Dengan suara datar, cerita mengalir.

Cerpen yang pernah dibacakannya di London ini berkisah tentang sebuah bus malam jarak jauh yang dipenuhi penumpang beragam etnis. Di saat bus meluncur dalam kecepatan sedang itu, sopir kemudian menghidupkan tape recorder. Baru saja lagu mengalun, seorang penumpang berteriak minta diputarkan lagu jazz. Namun, sebentar kemudian terdengar lagi teriakan penumpang lainnya minta lagu disko.

Berulangkali lagu diminta, berulangkali pula lagu diganti. Di dalam bus itu, sopir seperti seorang kikuk di tengah todongan para penumpangnya, yang tidak saja beragam etnis tapi juga profesi, yang ingin diputarkan lagu kesukaan mereka masing-masing. Ada yang bisa dipenuhi, ada pula yang tidak karena kasetnya tak ada.

“Sebentar, segelas air putih, boleh juga nih…” kata Hamsad di sela pembacaan cerpennya. Sebelum segelas air putih diantar seorang peserta, Hamsad yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Horison ini kembali melanjutkan cerpennya.

Dan klimaks cerpen itu ketika seorang berseragam hijau dengan dua pistol meminta sang sopir mengganti lagu mars perjuangan dengan lagu Indonesia Raya. Sang sopir pun menjawab tidak punya kasetnya. “Cari…! cari…!” paksa lelaki berseragam dengan dua pistol itu.

Sang sopir berusaha keras mengingat-ingat apakah ia pernah memiliki kaset yang memutar lagu Indonesia Raya. “Oo… saya baru ingat. Bus ini pernah dicarter rombongan yang menyanyikan Lagu Indonesia Raya pada tujuhbelas Agustusan.” Dikisahkan juga bahwa si sopir diberi kaset Indonesia Raya agar sewaktu-waktu bisa ia putar. Nah, lantas sang sopir pun mencari-cari kaset itu di dalam tempat penyimpanan kaset. Tapi tak ketemu. Karena sang sopir tahu kernet bus berganti-ganti, maka ia berpikir kaset itu dibuang ke tempat sampah. Maka dicarilah kaset di dalam sampah.

Dan di antara kutang, celana dalam, pembalut wanita, serenteng bekas teh celup, sobekan kain, kertas bernoda, daun pisang bekas pembungkus, ada kaset. Inilah kaset lagu Indonesia Raya!

Sampai di situ, Hamsad berteriak, “Siapa tadi relawan yang ingin menyanyikan lagu Indonesia Raya..?”

Seketika, seniman sepuh Banjar Anang Ardiansyah yang di duduk di bangku depan maju ke tengah ruangan. “Hiduplaaah… Indoneeesiaaa.. Rayaa…” tangannya diangkat seperti seorang pemimpin lagu. Serentak semua hadirin berdiri. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang memenuhi ruangan hingga berakhir.

Usai menyanyikan lagu, Hamsad Rangkuti berpelukan dengan Anang Ardiansyah. Suasana haru sangat jelas terasa di akhir acara pembukaan KCI V itu.

Hari Ini Kongres Dimulai

Menurut jadwal KCI V, pada hari pertama kongres, Sabtu (27/10) hari ini, akan tampil tujuh pembicara yang akan mengupas beragam tema. Mulai pukul 08.30 sampai 09.10 Wita tampil Lan Fang, sastrawan asal banua ini, yang akan mengangkat tema Tionghoa dalam Cerpen Indonesia. Dilanjutkan Korie Layun Rampan yang membahas Warna Lokal dalam Cerpen Indonesia, dan Jamal T. Suryanata mendiskusikan Tradisi Cerpen di Kalimantan Selatan.

Usai rehat, pukul 11.00-12.00 Wita, tampil Agus Noor mengupas tema Kajian Komparatif Cerpen Indonesia. Kemudian Trianto Triwikromo akan mengulas Naratologi Cerpen Indonesia dalam Mobilitas Teks yang Semakin Sempit, serta Saut Situmorang yang akan membeberkan Akses Media dan Idealisme Industri Media/Perbukuan.

Sementara Nirwan Ahmad Arsuka yang rencananya menyampaikan Kosmologi Lokalitas Globalitas Cerpen Indonesia (Kajian Interdisipliner), dipastikan tidak bisa datang ke Banjarmasin.

Yang menarik juga, pada hari ini di tempat berbeda, masih dalam lingkungan Taman Budaya, akan berlangsung workshop penulisan cerpen yang diikuti sekitar 60 peserta terdiri dari pelajar dan mahasiswa perwakilan dari seluruh wilayah Kalsel.

Workshop penulisan cerpen ini diinstruktori Joni Ariadinata (Jogja) yang akan membawakan materi pelatihan sekitar masalah Strategi Kreatif Menemukan dan Mengembangkan Cerita, Gus TF Sakai (Payakumbuh) akan melatih peserta Mencipta Tokoh Fiksi dan Konflik Dramatik: Teknik Referensi Lokal, dan Yanusa Nugraha (Jakarta) bicara soal Penciptaan Karakter dan Unsur Dramatik dalam Cerpen.

Sedangkan esok, Minggu (28/10), pagi-pagi para peserta kongres akan diajak berwisata ke Pasar Terapung. Dan siangnya kembali melanjutkan kongres yang menampilkan Ahmadun Yosi Herfanda (Redaktur Harian Republika, Jakarta) dengan tema diskusi Eksplorasi Tema, Bahasa, dan Teknik Cerpen-Cerpen Indonesia Mutakhir, dan Katrin Bandel, Ph.d (Jogja) dengan tema Estetika Cerpen Indonesia Karya Cerpenis Perempuan dalam perbandingannya dengan Cerpen Asing.

Sebelum acara diakhiri, pada hari yang sama akan diselenggarakan pembahasan AD/ART Komunitas Cerpenis Indonesia sekaligus pendeklarasian komunitas tersebut. Pembahasan ini akan dipimpin Maman S Mahayana (Jakarta), Burhanuddin Soebely dan Micky Hidayat, dua sastrawan Kalsel. (dif)


Iklan

Entry filed under: Referensi. Tags: , , .

Kongres Cerpen V di Banjarmasin Komunitas Cerpen Indonesia Terbentuk

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 288,904 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: