Lampu Merah Bernyanyi

24 September, 2007 at 1:14 pm Tinggalkan komentar


Mungkin hari ini, jalan raya di kota Anda sedang mengalami pelebaran jalan. Tapi bukan masalah jalan raya akan mengalami pelebaran atau tidak. Justru saya hanya akan membicarakan soal lampu merahnya saja.

Anda wajib stop. Itu peraturannya. Bayangkan jika Anda bertemu dengan lampu merah pada siang hari yang bolong. Matahari panasnya bukan main, apalagi keringat mulai terasa lengket, belum lagi soal asap yang seakan menampar wajah kita, raung bunyi kendaraan yang melengking, dalam waktu singkat pasti Anda merasa lelah dan bosan. Intinya, meski Anda berada di dalam mobil, lampu merah tetap memberikan rasa tidak nyaman bagi pengendara. Buktinya, setelah lampu merah itu digantikan lampu hijau,tidak sampai dalam hitungan menit, beruntun suara klakson saling bersahutan. Jika divisualisasikan, suara klakson itu kurang lebih memiliki makna dengusan semacam ini.

Woiii…yang di depan cepat jalan dong!” Atau agak kasar lagi, ini jika klaksonnya berbunyi nyaring. “Kampret…! sudah lampu hijau belum jalan juga!”

Hmm.., dihitung-hitung, perpindahan lampu merah ke hijau belum sampai satu menit, tapi klakson sudah saling memberi peringatan. Ini menandakan bahwa sebenarnya orang memang tidak sabar ketika menghadapi lampu merah.

Tapi dalam kasus lain, saya berpikir lain. Bagaimana jika sebuah lampu merah dipasang perangkat otomatis. Jika lampu merah menyala, maka dari bagian lampu itu akan mengeluarkan bunyi musik. Tujuannya agar para pengendara lebih rileks.

Belum ada survei dan uji kelayakan apakah ide gila ini bermanfaat bagi para pengendara. Lebih-lebih mampu memberikan dampak positif terhadap para pengendara yang nakal. Menyerobot ketika lampu merah, misalnya. Tapi saya memiliki pengalaman unik ketika terjebak kemacetan di lampu merah. Tak penting menyebutkan lokasinya. Dalam situasi tegang, penat, lelah, tiba-tiba saya mendengar sebuah nyanyian. Entah darimana datangnya. Pastinya bukan dari seorang pengamen jalanan. Karena saya tertarik, masih tetap di atas sepeda motor, saya mencari asal suara itu. Ternyata asalnya dari salah satu mobil pick up. Bagian belakang mobil itu sengaja di pasang alat pengeras suara. Otomatis semua pengendara pada hari itu mendengar bunyi musik yang keluar dari sana. Tak terasa, bibir saya melakukan gerakan-gerakan kecil. Saya bernyanyi mengikuti lagu yang sengaja diputar oleh sopir pick up tersebut. Lumayan, urat leher terasa lebih nyaman, tidak kaku. Silakan Anda coba sendiri untuk mengalami perasaan yang sama. Tapi Anda jangan seperti saya. Menyesal karena tidak mendengar lagu itu hingga selesai. Apa boleh buat, mobil pick up meluncur dan kami memiliki tujuan masing-masing. Nah, jika ini berlaku di lampu merah, jangan merasa sebal karena pergantian dari lampu merah ke hijau terlalu cepat. Sebaiknya lanjutkan saja perjalanan Anda dengan lebih santai.

Tapi ada yang lebih penting lagi. Jika ide gila ini ada yang mewujudkannya, di setiap lampu merah Anda tidak perlu menghampiri pak polisi untuk request lagu kesukaan Anda. Apalagi joget. Pokoknya nikmati saja. O, ya. Hari ini sudah berapa kali Anda bertemu dengan lampu merah?***
RumahCerita, Agustus 2007

 

 

Iklan

Entry filed under: Esai.

Sesuatu yang Mencemaskan Soal Naskah Layak dan Tidak Layak Terbit

Tinggalkan pesan sesuai konteksnya:

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

Kata Bijak Selamanya

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Arsip

Kategori

Twitter Terbaru

Statistik:

  • 288,134 Kali Mendapat Kunjungan
Blogger Nusantara Blogpreneur Indonesia

RSS Berita Banjar

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: