<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>&#124;  harie insani putra online  &#124;</title>
	<atom:link href="http://hariesaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hariesaja.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 07:53:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='hariesaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/87a01faf4c4055299dd291d5bccaaf07?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>&#124;  harie insani putra online  &#124;</title>
		<link>http://hariesaja.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>1 Tahun Blogger Seribu Sungai</title>
		<link>http://hariesaja.wordpress.com/2009/11/11/1-tahun-blogger-seribu-sungai/</link>
		<comments>http://hariesaja.wordpress.com/2009/11/11/1-tahun-blogger-seribu-sungai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 07:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[kalsel]]></category>
		<category><![CDATA[seribu sungai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya ingin melanjutkan cerita tentang nelpon Paypal, tapi mendadak saya batalkan karena mendapat informasi bahwa komunitas Blogger Seribu Sungai akan memasuki 1 tahun kehidupannya. Hore, bakal ada jamuan makan-makan nih. Soal makan-makan, ada beberapa pesan (kalo boleh berpesan kepada rekan-rekan di Blogger Seribu Sungai), silakan bermakan-makan ria asal jangan saling memakan kawan. Apa maksudnya? Masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=403&subd=hariesaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Awalnya ingin melanjutkan cerita tentang <a title="paypal" href="http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/30/pengalaman-pertama-nelpon-paypal-com/" target="_blank"><strong>nelpon Paypal</strong></a>, tapi mendadak saya batalkan karena mendapat informasi bahwa <a title="Blogger Seribu Sungai" href="http://seribusungai.org" target="_blank"><strong>komunitas Blogger Seribu Sungai</strong></a> akan memasuki 1 tahun kehidupannya. Hore, bakal ada jamuan makan-makan nih. Soal makan-makan, ada beberapa pesan (kalo boleh berpesan kepada rekan-rekan di Blogger Seribu Sungai), silakan bermakan-makan ria asal jangan saling memakan kawan. Apa maksudnya? Masa sih soal beginian harus dijelaskan lagi. Secara harfiah, kalau kamu makan kawanmu sendiri  maka kamu akan kehilangan teman-temanmu sendiri. Teman-teman yang sudah kamu makan itu tentunya sudah mati. Kalau mati, mungkinkah akan ada 2 tahun Blogger Seribu Sungai? Terus bagaimana dong caranya supaya tidak &#8216;termakan&#8217; kawan? Ambil keputusan bersama-sama dan laksanakan bersama-sama pula.</p>
<p>Baiklah, tidak usah panjang-panjang. Met 1 tahun buat Blogger Seribu Sungai. Dan tentunya bagi Anda para pembaca tulisan ini, silakan mengeluarkan kata-kata bijak koleksi Anda dalam rangka 1 tahun <strong>blogger seribu sungai</strong>. Ditunggu!</p>
Posted in Umum Tagged: banjarmasin, blogger, kalsel, seribu sungai <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariesaja.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariesaja.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariesaja.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariesaja.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariesaja.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariesaja.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariesaja.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariesaja.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariesaja.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariesaja.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=403&subd=hariesaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariesaja.wordpress.com/2009/11/11/1-tahun-blogger-seribu-sungai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/df6a37ab58f0ea3640670342de70d040?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hariesaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nelpon PAYPAL Chapter 2</title>
		<link>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/31/nelpon-paypal-chapter-2/</link>
		<comments>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/31/nelpon-paypal-chapter-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 16:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[password]]></category>
		<category><![CDATA[paypal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya saya berpikir hanya ingin mengamankan dolar yang tersimpan di akun paypal saya. Dengan merubah password saya pikir juga langkah yg bagus. Siapa tahu selama ini sudah ada yang ngintip dan sedang menunggu hingga dolarnya banyak baru dicuri. Tapi tak disangka itu semua justru mempersulit saya. Ternyata untuk mendapatkan password kembali, paypal juga meminta saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=400&subd=hariesaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Awalnya saya berpikir hanya ingin mengamankan dolar yang tersimpan di akun paypal saya. Dengan merubah password saya pikir juga langkah yg bagus. Siapa tahu selama ini sudah ada yang ngintip dan sedang menunggu hingga dolarnya banyak baru dicuri. Tapi tak disangka itu semua justru mempersulit saya. Ternyata untuk mendapatkan password kembali, paypal juga meminta saya untuk menjawab pertanyaan yg dulu pernah saya buat. Itu loh seperti bikin email, di situ ada beberapa pertanyaan untuk di jawab dan jika lupa password maka pertanyaan dan jawaban tadi bisa dijadikan pengingat password kita. Bedanya di paypal adalah justru menanyakan kembali pertanyaan yang dulu saya pilih. Jelas saya tdk bisa mengingat lagi jawabannya. Sel ain pelupa, saat itu saya juga ngawur membuat jawaban dan tdk mengira bakal seperti ini. Itulah alasan kenapa saya diminta untuk menelpon oleh paypal. Meski sudah saya katakan lewat email kalau bahasa inggris saya jelek dan khawatir tdk akan dipahami oleh mereka dan saya juga tdk paham dgn yg dia ucapkan, tetap saja saya diminta untuk menelpon.  Bahkan saya geli sendiri ketika pihak paypal bilang kalau bahasa inggris saya cukup baik dilihat dari setiap email yang saya kirimkan ke mereka. Waduh, itukan dlm tulisan, beda dong kalau langsung ngomong. Saya masih berusaha agar masalah ini bisa beres tanpa telpon. Jawaban saya selanjutnya jujur kalo setiap email saya berkat bantuan google translate. Ya ampun mereka tetap tidak men yerah. Mereka bilang semuanya akan berjalan lancar dan mudah. Hmm, dasar keras kepala. Saya bingung. Jika saya telpon maka ini adalah pengalaman pertama saya nelpon ke luar negri, pake bahasa inggris pulak! Grr&#8230;dengan cemas membayangkan yg bakal terjadi, saya hubungi no hotline paypal. Alamak, saat nyambung orang di seberang sana ngomongnya cepat banget. Saya pesimis. Bagaimana saya bisa paham apa yg dia omongin kalau begini caranya. Apalagi suaranya kedengaran kecil ban get. Pake loadspeaker saja masih kurang jelas. Duh..Jadi ingat film KAMBING JANTANnya si RADITYA. Saat si tokoh berada di luar negri dan beli pulsa buat nelpon pacarnya di Indonesia. Si tokoh justru minta yg harganya murah ketika di sodori voucher pulsa yg harganya mahal. Saat dibuat nelpon hasil suaranya kadang tidak jelas dan putus-putus. (maaf terpaksa ceritanya harus bersambung lagi. pegel nih jempolnya).</p>
Posted in Cerpen Tagged: password, paypal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariesaja.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariesaja.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariesaja.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariesaja.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariesaja.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariesaja.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariesaja.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariesaja.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariesaja.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariesaja.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=400&subd=hariesaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/31/nelpon-paypal-chapter-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/df6a37ab58f0ea3640670342de70d040?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hariesaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Pertama Nelpon Paypal.com</title>
		<link>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/30/pengalaman-pertama-nelpon-paypal-com/</link>
		<comments>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/30/pengalaman-pertama-nelpon-paypal-com/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 16:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariesaja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[paypal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/30/pengalaman-pertama-nelpon-paypal-com/</guid>
		<description><![CDATA[Cewek yang angkat euy. Saya yakin itu cewek menyesal seumur hidup dapat telpon dari saya. Ceritanya begini, sudah sejak 2 bulan lalu paypal tertutup pintu hatinya untuk saya masuki. Padahal masalahnya sepele, cuma gara-gara lupa password aja. Berulangkali saya datangi rumahnya, tapi saya hanya bisa berdiri sampai di depan pagar. Kecewa juga di cuekin berkali-kali. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=399&subd=hariesaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cewek yang angkat euy. Saya yakin itu cewek menyesal seumur hidup dapat telpon dari saya. Ceritanya begini, sudah sejak 2 bulan lalu paypal tertutup pintu hatinya untuk saya masuki. Padahal masalahnya sepele, cuma gara-gara lupa password aja. Berulangkali saya datangi rumahnya, tapi saya hanya bisa berdiri sampai di depan pagar. Kecewa juga di cuekin berkali-kali. 2 bulan lamanya. Padahal saya mau masuk dan pulang bawa uang. Dan yang bikin saya tidak mengerti adalah salinan KTP sudah saya kirim via email tapi tetap saya tidak di ijinkan masuk. Untung paypal tidak pelihara anjing, coba kalau ada pasti sudah saya lempari telur asin yang di dalamnya ada ratusan jarum. Dengan putus asa akhirnya saya putuskan untuk nelpon saja. Nekat. Sebelumnya saya pertimbangkan juga bakal provider yang ingin digunakan. Takutnya salah pilih justru merasa di rampok oleh para provider yg tiap harinya ngaku murah. Pilihan jatuh pada Axis. Modal pertama saya coba 10 rebu. Ternyata cukup. Padahal ngobrolnya suangat lama sekali. Tapaluh tupang. Mau tahu apa yang kami obrolkan? Mau tahu gimana proses ganti password via telp di paypal? Tunggu cerita selanjutnya. Di jamin kamu tidak akan mengalami kjadian memalukan seperti saya jika lupa password &amp; additional questionnya paypal.</p>
Posted in Esai Tagged: paypal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariesaja.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariesaja.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariesaja.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariesaja.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariesaja.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariesaja.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariesaja.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariesaja.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariesaja.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariesaja.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=399&subd=hariesaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/30/pengalaman-pertama-nelpon-paypal-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/df6a37ab58f0ea3640670342de70d040?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hariesaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Salatiga</title>
		<link>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/28/untuk-salatiga/</link>
		<comments>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/28/untuk-salatiga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 17:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[blogger salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[info salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas blogger salatiga]]></category>
		<category><![CDATA[salatiga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu lalu, saya kopdar dengan salah seorang blogger Salatiga. Jujur, saya senang sekali. Namanya mas Ribut tapi orangnya tidak seribut namanya. Anteng-anteng saja gitu. Saat ini dia sedang sibuk menyelesaikan tugas  akhir kuliahnya sambil sibuk juga di Jardiknas. Tanpa mengurangi rasa hormat, orang yang akan saya ceritakan ini selanjutnya cukup di tulis namanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=396&subd=hariesaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa minggu lalu, saya kopdar dengan salah seorang blogger Salatiga. Jujur, saya senang sekali. Namanya mas Ribut tapi orangnya tidak seribut namanya. Anteng-anteng saja gitu. Saat ini dia sedang sibuk menyelesaikan tugas  akhir kuliahnya sambil sibuk juga di Jardiknas. Tanpa mengurangi rasa hormat, orang yang akan saya ceritakan ini selanjutnya cukup di tulis namanya saja, tanpa &#8216;mas&#8217;. Nanti di kira search engine, blog ini sedang membicarakan soal emas atau situs jual beli emas. Kasihan orang-orang yang sedang mencari informasi tentang emas,bukan? Hehe&#8230;Dalam kopdar tersebut, si Ribut ngomong baru tahu tahu kalau blogger itu juga ada komunitasnya. Seperti blogger Kalsel dengan Kayuh Baimbai-nya (sekadar contoh saja). Nah, si Ribut ini ternyata juga ingin ada komunitas blogger Salatiga. Kenapa tidak pikir saya. Ngeblog itu positif, kok. Jika kemudian di bikinkan komunitasnya, secara tidak langsung tentu ikut andil dalam hal perkembangan sekaligus mempercepat proses informasi dan komunikasi tentang Salatiga. Contoh sederhana, banyak lo orang yang tidak tahu Salatiga. Kalau browsing di internet, informasi tentang Salatiga juga minim. Dalam perannya, blogger Salatiga bisa mengisi kekosongan tersebut. Sebenarnya banyak yang bisa dilakukan lewat komunitas. Kalo soal jumlah blogger Sala tiganya masih sedikit-akh..andai kamu tahu bagaimana Kayuh Baimbai dulunya. Tiap kali kopdar cuma 3 orang kok. Nah, justru di sinilah komunitas memfungsikan diri sebagai motivator bahwa setiap orang bisa memunyai blog untuk berekspresi lewat tulisan. Bagaimana Salatiga? *buat para pembaca maaf tulisan tanpa enter. Soalnya saya blom bisa mnemukn fungsi enter d hp saya.</p>
Posted in Esai Tagged: blogger salatiga, info salatiga, komunitas blogger salatiga, salatiga <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariesaja.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariesaja.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariesaja.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariesaja.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariesaja.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariesaja.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariesaja.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariesaja.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariesaja.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariesaja.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=396&subd=hariesaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/28/untuk-salatiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/614d38964d61f899bd935183fc70980d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>House of Sampoerna</title>
		<link>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/21/house-of-sampoerna/</link>
		<comments>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/21/house-of-sampoerna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 17:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>harie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[dji sam soe]]></category>
		<category><![CDATA[House of sampoerna]]></category>
		<category><![CDATA[museum rokok]]></category>
		<category><![CDATA[sampoerna]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah rokok]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sampoerna]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[House of Sampoerna (HOS)atau lidah saya lebih suka menyebutnya dengan Museum Rokok Sampoerna. Maklumlah, lidah pribumi. Museum rokok ini bertempat di Surabaya.  Banyak sekali pengalaman yang  mengasyikkan berada d tempat ini. Saat tiba, melihat gedungnya yang nyeni, suasana lokasi yang bersih, lingkungan nan asri, ketertarikan saya tambah memuncak. Meski demikian, Indra ke enam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=394&subd=hariesaja&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>House of Sampoerna (HOS)atau lidah saya lebih suka menyebutnya dengan Museum Rokok Sampoerna. Maklumlah, lidah pribumi. Museum rokok ini bertempat di Surabaya.  Banyak sekali pengalaman yang  mengasyikkan berada d tempat ini. Saat tiba, melihat gedungnya yang nyeni, suasana lokasi yang bersih, lingkungan nan asri, ketertarikan saya tambah memuncak. Meski demikian, Indra ke enam saya mengatakan, pasti di dalam sana tidak ada makanan gratis yang bisa di santap. Hahaha&#8230;(meniru tawa mbah surip). Seperti namanya, museum ini memang di bangun khusus untuk menceritakan deretan sejarah berdirinya rokok Sampoerna. Karena ini soal rokok, bagi perokok khususnya, ayo siapkan segelas kopi dulu. Ini serius. Ngerokok sambil ngopi enak to? Daripada kamu gendong aku! Hahaha&#8230; Saat pintu masuk di buka, maka kau akan di sambut dengan sederetan photo-photo tua. Salah seorang penerima tamu langsung akan menghampiri dan mengatakan agar kau langsung naik ke lantai 2. Dari sana, kau bisa melihat langsung ratusan orang sedang memproses pengolahan rokok Dji Sam Soe  kretek. Saya stop dulu ceritanya karena saya akan menulis dari pengalaman hidung saya dulu. Ya, sejak pertama kali masuk ke ruangan, bukan wangi parfum yang tercium, tapi wangi khas tembakau yang khas sekali. Jika kau ingin membayangkannya, ambilah sebatang rokok 234, pergilah ke ruangan ber AC, rokoknya tak usah kau sulut tapi letakkan saja di dekat hidungmu. Begitulah aroma seluruh isi ruangan. Tiba-tiba saya ingin merokok, tiba-tiba saja saya ingin menikmati kentalnya kopi. Sekarang saya sambung lagi tentang proses  pengolahan yang tadi sempat terpotong. Saya tdk sanggup menghitung berapa jumlah orang d bawah sana, saya berada di lantai 2 yang d batasi sekat dinding kaca. D sebelah sana ratusan orang sedang duduk rapi mengenakan seragam rokok 234. Belakangan saya ketahui, rokok Dji Sam Soe yang selama ini beredar d pasaran prosesnya di tempat ini. Orang-orang yang sibuk bekerja tadi semuanya perempuan. Saya sempat terpana melihat apa yang terjadi, orang-orang itu seperti sebuah rekaman film yang di putar secara cepat.   Maksudnya begini, kalau kau nonton film baik VCD/DVD, filmnya bisa di percepat bukan? Nah, gerak orang-orang tadi kondisinya juga demikian. Cepat sekali, saking cepatnya gerak mereka seperti robot. Saya pikir ini adalah momen yang mengesankan, sayang kalau tidak punya dokumentasinya. Perlahan saya siapkan kamera, setting ke film. Mengarahkannya ke orang-orang tadi. Rekaman film sedang di jalankan. Saya dikejutkan oleh teguran seseorang. Dia adalah salah seorang kru Sampoerna yang tugasnya semacam guide di ruangan tersebut. Dengan sopan dia tegur saya kalau tidak boleh mengambil dokumentasi orang-orang yang bekerja di bawah sana. Kamera langsung saya matikan. Ada skitar 3 menit durasi yang sempat terekam. Orang tadi tidak meminta saya untuk menghapusnya. Aman. Yang penting ada rekaman yang bisa saya liat sewaktu-waktu nantinya. Mari kita lanjut lagi ceritanya. Di lantai 2 itu sejak awal sudah terdengar suara musik jazz yang mengalun ringan di tambah lampu yang temaram. Jadi suasananya sekarang adalah, wangi tembakau, dingin AC, musik jazz, sinar lampu temaram. Hmm..lidah saya kelu ingin segera merokok. Tapi tidak bisa, harus keluar ruangan dulu. Saya batalkan dulu untuk merokok sambil mengelilingi ruangan di lantai 2. Di sebelah sana ternyata ada sovenir yang di jual. Ada kaos, tas, gantungan kunci, buku diary yang semuanya khas house of sampoerna.    Keren, unik, dan bagus-bagus. Puas di lantai 2, saya turun ke lantai 1. Di tempat ini baru boleh bernarsis ria. Banyak sekali koleksi sejarah yang semuanya mampu menceritakan tentang perjalanan Sampoerna secara lengkap. Dulu hingga kini. Luar biasa. Ini semacam kesadaran sejarah dari PT. Sampoerna yang patut dipelajari dan ditiru. Silakan kau bandingkan sendiri, sebuah perusahaan rokok ternyata mampu melakukan hal tersebut, mencatat setiap peristiwa lewat photo-photo, benda-benda, yang mampu membangkitkan kenangan dan ingatan tentang sejarah mereka sendiri. Lantas bagaimana dengan ribuan sejarah lain di luar sana? Konon justru dihancurkan, dibinasakan, dan tidak dirawat. Ya, museum rokok Sampoerna bisa dijadikan bahan pembelajaran, cambuk untuk menumbuhkan kesadaran sejarah. Meski terkadang sejarah itu adalah luka, bukan berarti kita ingin  berluka-luka karena mengingatnya. Tapi justru kita tidak ingin luka selalu terulang kembali karena kita punya sejarah yang bisa di pelajari. Oke, kita lanjut lagi. House of Sampoerna, si musium rokok itu tidak hanya care dengan sejarah mereka saja. Terbukti melalui program Surabaya Heritage Track a Free City Sightseeing Bus in Surabaya, Sampoerna juga mengajak pengunjung untuk mengenal tempat-tempat bersejarah di kota Surabaya. Sudah lengkap dengan pemandu wisatanya loh, hebat bukan? Semuanya gratis bagi pengunjung House of Sampoerna. Sudah begitu pulangnya masih diberi oleh-oleh brosur yang berisi informasi tempat sejarah di kota Surabaya. Uh, peduli sekali.  Saya pikir ceritanya cukup sampai di sini saja.   Maklum, ngetiknya lewat hp. Jempolnya mulai pegel-pegel. </p>
Posted in Esai Tagged: dji sam soe, House of sampoerna, museum rokok, sampoerna, sejarah rokok, sejarah sampoerna, sejarah surabaya, surabaya <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hariesaja.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hariesaja.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hariesaja.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hariesaja.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hariesaja.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hariesaja.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hariesaja.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hariesaja.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hariesaja.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hariesaja.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hariesaja.wordpress.com&blog=1657904&post=394&subd=hariesaja&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariesaja.wordpress.com/2009/10/21/house-of-sampoerna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/614d38964d61f899bd935183fc70980d?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">harie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>