Teori Meme apakah juga berlaku dalam dunia blog?

8 Mei, 2008

Catatan: Meme bukan nama seorang perempuan atau laki-laki tapi boleh Anda jadikan sebagai nama jika Anda terlanjur menyukainya.

Ada cerita pada tahun 1952, bahwa para ilmuwan Jepang pernah ‘menggoda’ monyet dengan ubi yang mereka tumpuk di pantai. Tujuannya agar monyet-monyet itu mau keluar dari persembunyiannya. Usaha itu berhasil. Monyet Jepang (Macaca fuscata) memang menyukai rasa ubi tapi tidak pasir yang melekat pada ubi yang di tumpuk oleh para ilmuwan tersebut. Bagaimana memisahkan pasir itu dari ubi dapat diselesaikan oleh salah seekor monyet dengan cara mencucinya di sungai. Ketika monyet lain melihat cara monyet tadi mencuci ubi di sungai, lantas monyet-monyet lain pun meniru cara tadi.

Kaitannya dalam Meme, Richard Robinson dalam buku Murphy’s Law menuliskannya begini, “bagi kita manusia, rentang meme terhampar lebih luas, lebih jauh sekadar mencuci ubi. Semua yang dipelajari dan diwariskan dari generasi ke generasi adalah meme..”

Jika cerita di atas dihubungkan dengan aktifitas ngeblog, apakah juga termasuk dalam kategori meme? Saya pribadi cenderung menjawabnya dengan, “yup atau ups!”

Dalam kasus lain, meme juga hinggap dalam gaya berpakaian. Sialnya, jika sudah masuk ke dalam gaya berpakaian massal, kita tampak sekali berbeda jika tidak mengikuti gaya tersebut.

Meme bukanlah sesuatu hal yang tercela, jelek dan menjijikan. Tapi saya geli jika meme menjangkit begitu saja hanya untuk mengikuti trend sesaat tanpa mempertimbangkan rasionalitas. Dalam gaya berpakaian misalnya, mengenakan pakaian ketat dengan sengaja memamerkan pusat mungkin akan terlihat nyaman jika dilakukan oleh mereka (baca:perempuan) yang berbodi ramping. Tapi bagaimana bagi mereka yang kelebihan berat badan? Sementara mereka tidak ingin disebut ketinggalan zaman. Bayangkan apa jadinya jika seseorang mengenakan pakaian ketat dan menggantung dengan kondisi perut yang membuncit?

Ngeblog, boleh jadi akan menjadi tren semacam di atas apabila seseorang hanya memikirkan bagaimana sebuah kartu nama yang kita buat menjadi tampak hebat.

“Alamat rumah dan gelar sudah dicantumkan. Email baru saja dibikin. Apalagi yang kurang, ya?”

Sekadar membuat blog dengan tujuan seperti kartu nama di atas, sangat mungkin membentuk perilaku dan anggapan yang tak lebih nasibnya seperti kartu nama itu sendiri. Di selipkan di dompet, di tutup, masuk kantong celana dan baru akan dilihat apabila dibutuhkan. Sialnya, kartu nama itu kusut, mungkin robek, atau tidak akan pernah dilihat untuk selamanya. Lebih tragis lagi dibuang begitu saja.

Alangkah bijak sekali apabila dalam kasus tren ngeblog, meme ditempatkan pada tataran sebuah fasilitas hidup di era modern yang dapat membantu seseorang dalam:

- Aktualitas diri

- Disiplin menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan

- Berbagi ilmu pengetahuan

- etc

Terakhir, ada sebuah dialog imajiner dengan seorang kawan yang sungguh tidak pernah diharapkan terjadi:

“Kapan-kapan main ke rumah saya. Ini alamatnya. Jika tak sempat, mainlah ke rumah maya saya (bukan Maya anak tetangga Anda lo),” sambil menyerahkan kartu nama lengkap berisi email, dan juga tertera alamat blognya.

“Wah, Anda blogger juga, ya?”

“Iya dong. Anda juga harus punya blog agar tidak ketinggalan zaman,” katanya menyarankan kepada saya.

“Baiklah. Saya akan kunjungi blog Anda nanti malam.”

“Eh, tapi sementara ini belum ada tulisan apa-apa lo di blog saya,” jawabnya.

“Lantas saya ngapain di sana nanti?”

“Ah, apa sih susahnya sekadar main-main. Toh saya punya blog juga untuk main-main. Daripada banyak bagian yang kosong di kartu nama saya, lebih baik saya isi dengan alamat blog pribadi saya.”

“Oh!”

“Jangan heran begitu dong. Anda juga bisa kok main-main seperti saya. Yang penting punya alamat blog, itu sudah cukup kok. Kalau ada yang menanyakan soal tulisannya, bilang saja kita sedang sibuk. Banyak kerjaan. Jadi tidak sempat menulis. Kan , beres?”

* (Maaf jika tulisan ini mengganggu…)

Entry Filed under: Umum. Tag: , , , .

Leave a Comment

hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kontes Photo 2009

Joy Tea Photo Contest

Arsip

Mau berlangganan tulisan di blog ini dengan gratis via email? Daftar di sini
web tracker Top Blogs

Kata Bijak Hari ini

"Mencoba Mengumpulkan Yang Berserak, Karena Ide Tak Sekedar Dalam Pikiran. Melainkan Lewat Tulisan!! “Semua harus ditulis. Apa pun jangan takut tidak dibaca atau diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna"Pramoedya Ananta Toer"

Yang sering dibaca orang:




Komentar Tulisan

gIth@ di Belajar membuat komik
sanur sukur di Tips Mengirim Karya Sastra ke …
fransisco di Belajar membuat komik
vanka di Belajar membuat komik
jenggri di Penerbit

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile
Powered by BlogCatalog

RSS Ngintip hariesaja.info

RSS Ngintip Pelajaran Menulis:

Arus Pengunjung

Rank