Kapan Banjarbaru Melayani KTP Biru?
9 Februari, 2008
Disadari atau tidak, KTP kuning (manual) yang dikeluarkan Pemko Banjarbaru saat ini menyulitkan warga Banjarbaru (setidaknya saya) dalam hal registrasi (aktivasi) kartu perdana telpon selular. Lucunya, ketika masalah KTP kuning ini ditanyakan kepada pihak kecamatan (kebetulan dalam beberapa waktu lalu saya memperbaharui KTP) mereka justru tidak dapat memastikan kapan Banjarbaru bisa kembali melayani pembuatan KTP Biru. Alasanya sederhana, tapi mungkin juga tidak sederhana. Satu-satunya penyebab KTP diolah secara manual adalah rusaknya mesin pencetak KTP Biru yang saya sebutkan tadi. Tidak ada kepastian berapa biaya perbaikan mesin tersebut. Karena mereka masih menjawabnya dengan kalimat “mungkin” 300 jt, 500 jt bahkan bisa lebih.
Permasalahan yang paling mendasar ketika melakukan aktivasi kartu perdana adalah pada nomor KTP yang dicantumkan. Di KTP kuning, setiap angka diberi jeda dengan garis miring dan di sana juga terdapat huruf yang bertuliskan KBK. Entah maksudnya ketiga huruf itu apa. Tapi yang jelas, syarat aktivasi kartu (kalau tidak salah) ada 20 angka dan itu tanpa disertai dengan huruf . Satu-satunya cara yang saya gunakan selama ini adalah mencari pemilik KTP Biru dan meminjam nomor KTPnya untuk registrasi. Tapi bagaimana jika kasus ini juga dialami warga Banjarbaru yang lain sementara tidak ada KTP Biru yang bisa digunakan. Padahal mereka sudah terlanjur membeli kartu perdana yang baru.
Terlepas ada atau tidak ada KTP Biru atau ada tidaknya alternatif seseorang untuk registrasi yang sudah menjadi aturan menteri komunikasi tersebut (Menteri Komunikasi dan Informatika No. 23/10/2005), maka pembuatan KTP manual di Banjarbaru sangat penting untuk segera disikapi. Yakni segera memperbaiki alat yang disebut-sebut rusak dan hingga sekarang belum ada kepastian kapan bisa kembali beroperasi. Apakah Pemko Banjarbaru tidak memperkirakan bahwa suatu hari nanti yang namanya mesin itu bisa rusak? Artinya ketika membicarakan anggaran pembelian mesin, seharusnya juga menganggarkan biaya perawatannya.
Untuk sementara ini, saya baru mengalami satu hambatan tentang KTP Kuning. Yakni nomor KTP tidak berlaku untuk aktivasi kartu perdana. Entah warga Banjarbaru yang lain. Apakah mengalami kendala yang berbeda atau sama dengan pengalaman saya? Dan satu pertanyaan saya, kapan Banjarbaru melayani KTP Biru?
*Dipersembahkan kepada seseorang yang telah meminjamkan KTP Birunya kepada saya.
Entry Filed under: Umum. Tag: kartu perdana., KTP, Pemko Banjarbaru.
9 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed








1.
sapri MK | 15 Februari, 2008 at 3:14 pm
banjarbaru tu Ri ai kalah wan bubuhan Amuntai…malah bubuhan banjarbaru ada sebagian nang di hulut2 bubuhannya.
“urang Banjarbaru urang kota, tapi masih ja mamakai KTP kampung!” , na kada supan lah bubuhan kita nangini, jauh tatinggal…
jar kota pendidikan, tp KTP nya kampungan, nang kaya napa nitu.
pemerintah kita nang ini kayanya pina handak baulah bundaran ja …napa napakah, asa panyugihnya tu pang!
kada tahu mesin KTP kada kawa di pakai lagi, coba pang dana nang gasan ba ulah bundaran tu di sisihakan gasan perawatan mesin KTP kita. kada tasupani jua urang kita..
ni kada ! malah bundaran nang ada di timbuni…berapa dana tabuang gasan manimbun….. berapa dana gasan baulah hanyar…?
nang di timbun pulang …..barang nya pina larang-larang jua haraganya….., kadakah pemerintah Banjarbaru maingat wan duit rakyatnya!
rakyatnya maka am mendambakan KTP nang bagus! ni kada KTP kuning di ulahakan, kayapa tu? rakyat kita kada kawa registrasi pakai KTP kuning! kan kasian kalo.
na manganai bundaran sp.4 tuh jar tuntung akhir 2007, nyatanya??? kayanya bubuhan pemerintah nang ada ini handak menghapus peninggalan pemerintah nang tadahulu! mintu kalo maksudnya???
salam buat harie
aux bisa ol pulang setelah instal ulang.
tuntung tangah malam!
2.
zulfaisalputera | 17 Februari, 2008 at 2:30 pm
Wah, informasi baru bagiku soal adalnya istilah KTP Biru di Banjarbaru. Setahuku sudah lama KTP yang kupegang (sudah perpanjangan yang kedua) berwarna biru sejak sebelumnya berwarna kuning. Jika sekarang Banjarbaru agak pelit keluarkan KTP Biru, apa kata dunia?
Tabik!
3.
Amed | 19 Februari, 2008 at 5:12 am
Rusak apa “rusak”?
kalau dari selentingan yang saya dengar sih katanya ada “kasus” di balik kembalinya KTP warga Banjarbaru ke era tahun 80-an.Makanya saya masih malas ngurus KTP di Banjarbaru, kesannya kurang bonafid gitu loh…
4.
Abdulah Sari | 20 Februari, 2008 at 7:45 am
hahahaha….Banjarbaru lagi sibuk bikin taman.
5.
ogi fajar nuzuli | 24 Februari, 2008 at 1:42 pm
ha…ha…ha….
6.
Mr. Fortynine | 25 Maret, 2008 at 3:13 pm
Iya nih. Masa KTP mirip kaya kartu pelajar jaman jepang?
7.
eka | 28 Maret, 2008 at 1:26 am
sebaiknya pemko banjarbaru, segera menyikapi dari masalah yang berkaitan dengan urusan proses pembuatan KTP, sebagai pemerintah yang baik wajib memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakatnya, saya harap pemko banjarbaru bisa secepatnya mengatasi masalah ini, dan saya berterimakasih kepada pemko banjarbaru karena telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat setempat.
8.
JULAKLALI | 2 April, 2008 at 4:09 pm
imbah mbaca nyar ka ingatan nah KTP julak parak mati …dimapa yah…
9.
JULAKLALI | 2 April, 2008 at 4:11 pm
KTP warna HIJAU adakah yu SUDAH…